Semalam, di sebuah restoran saya bertemu 3 orang sahabat, sesama supporter LFC. Awalnya hanya ngobrol tentang problematika hidup, hingga akhirnya sampai pada obrolan tentang sesuatu yang menjadi kesamaan kami. Liverpool FC.
Ada seorang kawan yang menyinggung masalah kepemimpinan Dalglish selama ini, dimana ada poin tentang metode kepelatihan, pemilihan strategi, personal approach ke pemain, dan yang sedikit lebih bikin miris, kawan ini menyinggung masalah Liverpool Way, yang untuk era sepakbola modern ini jika diterapkan tanpa sedikit pembaharuan, tidaklah lagi cocok. Dalglish masih menerapkan, versi klasik dari Liverpool Way ini. Begitu menurut sahabat saya ini.
Tulisan ini akan jadi lebih panjang, jika harus menceritakan diskusi tak beraturan kami semalam. Jadi mungkin akan saya tulis di artikel lain, dalam waktu dekat. Semoga masih mood.
Flash back ke dua minggu lalu, sahabat saya yang lain dalam rentang waktu yang singkat, sempat berkisah hal yang kurang lebih sama. Klub kita dikelola dengan cara-cara yang klasik, kalau tidak mau dibilang amatir. Sudah tidak “sesuai” dengan era sepakbola modern, sepakbola yang menjadi industri. Baca Selengkapnya...