Saya Marah, Saya Sedih, Kenny Pergi !

Semalam, di sebuah restoran saya bertemu 3 orang sahabat, sesama supporter LFC. Awalnya hanya ngobrol tentang problematika hidup, hingga akhirnya sampai pada obrolan tentang sesuatu yang menjadi kesamaan kami. Liverpool FC.

Ada seorang kawan yang menyinggung masalah kepemimpinan Dalglish selama ini, dimana ada poin tentang metode kepelatihan, pemilihan strategi, personal approach ke pemain, dan yang sedikit lebih bikin miris, kawan ini menyinggung masalah Liverpool Way, yang untuk era sepakbola modern ini jika diterapkan tanpa sedikit pembaharuan, tidaklah lagi cocok. Dalglish masih menerapkan, versi klasik dari Liverpool Way ini. Begitu menurut sahabat saya ini.

Tulisan ini akan jadi lebih panjang, jika harus menceritakan diskusi tak beraturan kami semalam. Jadi mungkin akan saya tulis di artikel lain, dalam waktu dekat. Semoga masih mood.

Flash back ke dua minggu lalu, sahabat saya yang lain dalam rentang waktu yang singkat, sempat berkisah hal yang kurang lebih sama. Klub kita dikelola dengan cara-cara yang klasik, kalau tidak mau dibilang amatir. Sudah tidak “sesuai” dengan era sepakbola modern, sepakbola yang menjadi industri.

Kenapa Harus Liverpool ?

Sebuah tulisan melankolis dari Ana Desyliana.

 

Kenapa sih harus Liverpool? Kenapa bukan Man.U yang lagi bagus-bagusnya di Liga Inggris? Atau bukan Barcelona tim kelewat luar biasa saat ini sampai dijuluki Aliens FC? Atau kenapa bukan Real Madrid klub kaya yang isinya star players semua?

Ya, kenapa harus Liverpool?

Sulit memang diungkapkan dengan kata-kata, karena kecintaan terhadap Liverpool datang bukan hanya karena faktor yang dimiliki klub lain itu saat ini. Karena Liverpool yang dapat membangkitkan semangat para Liverpudlian, mengajarkan bagaimana caranya bersyukur ketika menerima kemenangan dan merasakan manisnya kekalahan. Sama halnya ketika kita sedang jatuh cinta kepada seseorang, apa faktor ‘kenapa’ itu bisa diungkapan begitu saja? Tidak, bukan hanya alasan semata. Karena mencintai itu bukan ‘mengapa’ tapi ‘bagaimana’ dan bukan ‘dari kapan’ tapi ‘sampai kapan’.

[VIDEO] Fans Memasuki Lapangan Untuk Memeluk dan Menyembah Suarez

[VIDEO] 30 Tendangan yang Mengenai Tiang/Mistar Gawang

Inilah Mengapa Liverpool Memenangkan Hatiku

sebuah tulisan dari @Ganitri dengan judul asli ‘This is Why Liverpool Got My Heart’

 

Banyak sekali yang bertanya tanya kepada saya..”Kenapa kamu dukung Liverpool?kan tim itu gak pernah menang?” *Iiihhhh* atau lebih parahnya “Kenapa kamu dukung Liverpool? Kenapa gak dukung M.U?” *langsung ingin melempar sendal kepada orang orang yang nanya ini* atau mentang mentang saya cewek saya langsung di judge cuma gaya doang,atau cuma mau ngecengin pemain pemain bola yang ganteng?? -___-“.. Jujur ya..jawaban dari pertanyaan terakhir tersebut adalah IYA ..sebelum saya menonton tim yang bernama Liverpool FC..di Final Piala FA 2006.