Berita & Rumor / September 16, 2010

6 Oktober 2010. Apa yang akan terjadi?

Sebagai fans Liverpool FC yang mengikuti perkembangan kondisi finansial klub dibawah kepemilikan duo Gillett dan Hicks, tanggal 6 Oktober 2010 memang menjadi sebuah tanggal yang mendatangkan kecemasan. Tanggal ini, menurut media adalah tanggal di mana pembayaran hutang klub ke pihak Royal Bank of Scotland (RBS) jatuh tempo. Jumlah hutang itu sendiri yang ditulis di media beragam jumlahnya tapi ada di kisaran £230m – £285m. Lalu apa yang terjadi apabila klub tidak mampu membayar hutang tersebut pada waktunya? Inilah yang menimbulkan sejumlah spekulasi yang membuat supporter mulai merasa was-was. Kita semua tahu kedua owner tidak dalam kondisi keuangan yang memadai untuk mengeluarkan uang dari kas pribadinya demi menutup hutang tersebut, kalaupun iya, sejauh ini tidak ada tanda-tanda mereka rela merogoh kocek pribadi mereka untuk kepentingan LFC. Lalu bagaimanakah nasib klub tercinta kita ini nanti?

Walaupun banyak jurnalis baik jurnalis olah-raga maupun jurnalis media bisnis & finansial yang mengajukan bermacam spekulasi tentang apa yang mungkin akan terjadi, sesungguhnya tidak ada yang tahu pasti kondisi perjanjian antara klub (owner) dengan pihak RBS. Namun demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang ada, berikut beberapa skenario yang dapat terjadi.

Skenario yang pertama adalah jika klub, dalam hal ini kedua owner, mengajukan permintaan refinance, alias memperbaharui perjanjian hutang tersebut dengan tenggang waktu yang baru dan jumlah bunga yang lebih besar dari bunga pinjaman sebelumnya. Bagi supporter awam hal ini terlihat ok-ok saja, toh Liverpool bisa sedikit bernapas sambil mencari investasi atau pembeli sampai masa tenggang waktu berakhir. Tetapi patut diketahui bahwa hal ini sangat berbahaya bagi usaha Liverpool FC untuk bersaing di liga. Dengan kondisi hutang yang sekarang pun kondisi finansial LFC sudah cukup sulit untuk memperkuat timnya untuk bersaing. Sudah 4 transfer window (2 summer, 2 winter) terakhir ini Liverpool melakukan penjualan lebih banyak daripada pembelian (Bukan dari jumlah pemain, tapi dari jumlah uang yang didapat dan dikeluarkan). Hal ini bukan karena kepiawaian Rafa atau Hodgson atau bahkan Purslow dalam berbisnis, tapi merupakan kebutuhan klub untuk menyehatkan keuangan. Ketika orang mengkritik Rafa karena berusaha melego Xabi demi mendapatkan Gareth Barry, atau mencerca Hodgson karena menawarkan Babel demi mendapatkan Carlton Cole mereka mesti ingat bahwa idealnya seorang manajer tentu lebih memilih mempertahankan pemain-pemain intinya jika tidak terpaksa. Sudah cukup sulit mencari pemain yang cocok dan dapat meningkatkan kualitas tim, lebih sulit lagi mesti menjual dulu pemain yang kita punya demi mendanai pembelian tersebut. Belum lagi tarik ulur dengan klub lain dalam penjualan maupun pembelian pemain seperti yang terjadi dengan penjualan Xabi dan Mascherano yang membuat waktu LFC untuk spend uang yang didapat dari penjualan kedua pemain tersebut singkat karena mepet dengan deadline transfer. Itulah mengapa kali ini banyak gerakan supporter yang menentang refinancing oleh RBS, karena memang selama klub ini berada di tangan kedua owner dengan kondisi finansial yang semakin memburuk karena hutang yang semakin menumpuk, maka Liverpool akan semakin tergelincir dari papan atas dan bahkan kehilangan pemain-pemain terbaiknya demi menutupi pengeluaran.

Lalu apa yang terjadi jika permintaan pembaharuan utang kedua owner ditolak oleh pihak RBS? Seharusnya jika itu terjadi maka kedua owner hanya akan mempunyai dua pilihan, yakni bayar hutang tersebut atau menjual klub. Ini pun detailnya masih penuh spekulasi. Jika owner tidak mampu membayar hutangnya apakah otomatis RBS akan mengambil alih asset dan membuat klub harus masuk ke administrasi? Jika ini yang terjadi maka RBS akan melakukan penyehatan keuangan dengan berbagai cara termasuk penjualan pemain untuk membebaskan biaya gaji. Perlu diketahui bahwa hal ini dapat menyebabkan Liverpool FC kena hukuman pengurangan 9 poin di liga. Beberapa berita di media menyebutkan RBS tidak berminat mengambil alih klub ini dan mempercayai sepenuhnya usaha penjualan klub kepada Barclay Capital dan board LFC yang dipimpin Martin Broughton, tapi apakah benar ada peminat di luar sana untuk membeli LFC yang memiliki kemampuan finansial untuk membayar hutang, membangun stadium dan memperkuat skuad? Syarat-syarat ini yang selalu dikemukakan Martin Broughton setiap berbicara mengenai calon owner yang ideal buat Liverpool. Melihat surutnya berita soal ketertarikan dari berbagai pihak seperti Kenneth Huang dan CIC juga Yahya Kirdi yang mengaku didukung oleh sebuah konsorsium, apakah minat mereka untuk membeli pupus lantaran permintaan harga yang tidak wajar dari kedua owner ataukah negosiasi sedang berlangsung dan disembunyikan dari media demi kelancaran prosesnya? Yang pasti, minimnya penjelasan dari klub terhadap para supporter tentang apa yang sudah, sedang dan akan terjadi memang sedikit mengganggu. Broughton sendiri yang awalnya mengaku ada 5 pihak yang berminat melakukan penawaran membeli LFC, lalu apa yang terjadi dengan mereka semua? Sedikit sisa optimisme berharap mereka menahan diri untuk melakukan penawaran karena sedang menunggu sampai tenggang waktu pembayaran hutang tiba, agar harga pun mau tidak mau turun dan menjadi harga yang pantas untuk membeli tim yang dililit hutang, tapi sekali lagi, ini juga hanya spekulasi yang timbul akibat minimnya penjelasan dari klub dan pada akhirnya kita hanya bisa berdoa dan berharap bahwa tanggal 6 Oktober nanti, apabila benar merupakan tenggang waktu yang disepakati owner dan RBS, kejelasan akan masa depan klub ini bukan berupa berita buruk.

At the end of a storm there’s a golden sky.

YNWA

(mn)



Bookmark and Share




Previous Post
(Ulasan) Kewalahan di St. Andrew's - Birmingham FC 0 - 0 Liverpool FC
Next Post
(preview) Man. United vs Liverpool. Pentas Joe Cole dan Meireles Untuk Bersinar?







1 Comment

Sep 16, 2010

mari berharap pada investor hongkong…



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
(Ulasan) Kewalahan di St. Andrew's - Birmingham FC 0 - 0 Liverpool FC
1 kali menang, 2 kali seri dan 1 kalah memberikan 5 poin bagi The Reds di awal musim ini. Sebuah awal yang memang tidak terlalu...