Pertandingan / September 10, 2011

Stoke City vs LFC : Pendek dan Cepat !

Stoke City v Liverpool FC

Gara-gara nemu sebuah artikel menarik tentang preview pertandingan ini, saya jadi gatel (gatel yg ga bisa digaruk 😀 ) untuk nulis preview juga. Singkat saja lah

Sejak kembali ke Premiership di musim 08/09 Stoke City memang menjadi tim yang unik dengan gaya permainan mereka, yang cenderung mengandalkan kekuatan fisik. Dan dengan gaya permainan nya itulah Stoke menjadi tim baru yang susah dikalahkan, apalagi jika bermain di kandang. Sebuah catatan statistik mengatakan bahwa jika diukur dari hasil pertandingan kandang, di musim 08/09 Stoke menempati peringkat 8, 09/10 peringkat 13, dan peringkat 8 lagi di musim 10/11 kemarin.

Catatan rekor kandang mereka dalam 3 musim tersebut juga memang bisa dikatakan digdaya, dari kemungkinan 54 pertandingan kandang, mereka hanya kalah 15x. Mencetak 77 gol dan kemasukan 55

Keunikan Stoke, apalagi di musim ini ditambahlagi dengan rata-rata tinggi pemain mereka 185cm :-0 , dan juga jangan lupa keunikan throw-in Rory Delap 😀

Salah satu cacat nya LFC adalah sering kesulitan mengalahkan tim yang bermain defensif dan mengandalkan kekuatan fisik, termasuk Stoke. Bagaimana di musim 08/09 saat kita menjadi runner-up , kita gagal mengalahkan Stoke yang ketika itu berstatus promosi. Kegagalan tersebut, berdampak signifikan. Kita gagal juara dengan selisih 6 poin.

Kegagalan mengalahkan Stoke di kandang mereka berlanjut di musim 09/10 dan akhirnya makin nyungsep di musim 10/11 dibawah asuhan RRRRROOOYYYY Hodgson *smh* dengan menelan kekalahan 2-o di Britannia.

Ulas Strategi

Dengan rataan tinggi pemain 185+ (cm) tersebut, Stoke mempunyai keunggulan dalam memainkan bola-bola direct.  Bola-bola langsung ke striker mereka (Jones, Crouch, Jerome) akan langsung memasuki area pertahanan kita, yang kemudian akan diarahkan ke pemain sayap mereka (yang uniknya, tidak masuk kategori tinggi, Pennant, Etherington) yang mempunyai kemampuan mengkonversi bola dari striker tersebut menjadi umpan silang ke area pertahanan kita.

Carra-Agger harus bersiap dalam duel udara dengan striker jangkung mereka (dalam sebuah catatan, Skrtel memiliki catatan memenangkan duel udara yang cukup signifikan akhir-akhir ini) . Enrique dan Flanno / Skrtel harus siap membendung pergerakan sayap mereka. Johnson jika sudah bisa bermain, akan sangat membantu sisi kanan.

Agar serangan kita tidak menemui kebuntuan, kita harus bermain lebih naik. Khawatir dengan counter attack? Menurut saya, bola direct ke arah striker yang biasa dimainkan Stoke tidak akan begitu mengancam selama lini belakang kita waspada. Karena striker mereka tidak terlalu cepat.

Pemain tengah dan penyerang yang kita miliki (Adam – Lucas – Downing – Hendo – Kuyt – Suarez) sangat kapabel dalam memainkan bola-bola pendek di area pertahanan Stoke, ditambah Agger yang juga piawai untuk memulai serangan dari bawah. Di musim ini, sebuah catatan menyatakan bahwa pola umpan pendek bagian dari pass and move ala King Kenny, memiliki statistik sangat impresif di 3 pertandingan terakhir kita dengan rata-rata keberhasilan 85%

2 strategi kunci ini (bermain lebih naik, dan memainkan bola pendek-cepat) memang bukan pekerjaan mudah. Bermain lebih menyerang di kandang lawan, banyak dinilai sebagai upaya bunuh diri, rawan counter attack. Sementara memainkan bola pendek-cepat, juga tidak gampang melawan pemain Stoke yang juga fasih memainkan pressing, dan memiliki postur fisik yang lebih kekar 😀

Akan tetapi memang itu yang harus dilakukan, daripada mengandalkan counter attack. Kita memang bukan Barcelona yang sangat fasih bermain umpan pendek dan telaten membongkar pertahanan gerendel lawan, namun saya pribadi percaya pass and move ala Dalglish dan pemain kita mampu melakukan ini, meski dalam level di bawah yang dimainkan klub Catalan tersebut.

Biarkan Stoke pusing di area mereka sendiri, menghadapi aliran bola dari pemain kita yang bisa bertukar posisi (Kuyt-Downing-Hendo-Suarez, atau Bellamy jika dimainkan), serta Adam (jika bisa bermain) yang jeli dalam mengirim umpan. Memang harus ditunjang kerja keras untuk menjaga posession dari pressing pemain Stoke.

Mari kita berharap saja, pemain kita dalam kondisi fit semua, sepulang dari tugas bela bangsa. Adam yang dikabarkan sempat mengalami cedera pinggul, Hendo yang dipulangkan lebih awal, Downing-Kuyt yang dimainkan 2x dalam kualifikasi kemarin. Lucas-Agger-Skrtel bermain 90 menit di partai internasional tengah pekan kemarin. Sementara Johnson dan Gerrrad meski sudah nampak ikut sesi latihan, namun masih sangat diragukan bisa tampil

Kenny juga tampaknya sudah sangat siap menghadapi gaya bermain Stoke, dimana dalam sebuah wawancara Dalglish berujar bahwa tidak ada masalah dengan gaya bermain Stoke. Karena memang itulah cirikhas dan filosofi sepakbola yang mereka anut, dan buktinya dengan itu mereka berhasil bertahan di Premier League.

“As long as the game is played within the rules, who can tell you what is the right way and wrong way to play football?” – Kenny Dalglish

Surprise ?

Johnson – Gerrard , diturunkan ? Suarez hattrick? 🙂 (Amin)

Kalau catatan tidak pernah menang lawan Arsenal di kandang mereka yang sudah 11 tahun bisa kita pecahkan, kenapa tidak dengan Stoke ? 🙂

Sudahlah, mari kita siapkan diri untuk menyaksikan pertandingan ini nanti malam. Atur ijin untuk datang ke tempat nonbar, ga seru juga nonton sendirian di rumah. 🙂

Kalo mau baca-baca artikel lebih lengkap tentang ulas strategi, silahkan

Liverpool V Stoke | The acid test?

Dalglish : Stoke’s style fine by me

Note : kabarnya petugas laundry dan ball boy di Britannia Stadium, agak ringan tugasnya malam ini. Karena tidak harus direpotkan dengan handuk yang biasa dipakai Delap untuk ngelap bola sebelum lemparan ke dalam :)) Karena cedera masih membekap Delap



Bookmark and Share




Previous Post
Transfer Pemain, Bisnis dan Kebutuhan Tim
Next Post
[Match Review] Stoke City FC 1 – 0 Liverpool FC







1 Comment

Sep 10, 2011

kita bisa kok ngalahin arsenal di emirates.
kenapa nggak bisa ngalahin stoke ?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Transfer Pemain, Bisnis dan Kebutuhan Tim
Dalam wawancaranya baru-baru ini mengenai bisnis transfer terbaik selama dia di LFC, Jamie Carragher memasukkan penjualan...