Artikel / Feature / Pertandingan / August 24, 2013

Adu Filosofi

vs_villa

Lupakan sejenak kegundahan atas belum datangnya pemain baru yang diinginkan Brendan Rodgers untuk memperkuat skuad nya sekarang. Kesampingkan dulu kemenangan berbumbu spirit tinggi pekan lalu melawan tim rugby dari Stoke. Dan yang pasti, berpura puralah lupa atas statistik yang menyebutkan dominasi kemenangan Liverpool di Villa Park.

Malam nanti, akan jadi ajang adu filosofi antara dua manager muda, yang merombak gaya bermain tim baru yang mereka asuh sejak musim lalu. Tiki-taka vs pragamatis-collective football. Itu hanya istilah saya saja untuk menyebut filosofi kedua manager.

Musim lalu, kedudukan seimbang jika melihat secara result match 1-1. Di penghujung 2012,  tiki-taka-posession-football ala Rodgers , yang berhasil mendominasi pertandingan, harus takluk dengan pragmatisnya Lambert dalam menyusun serangan, serta kolektifitas pemainnya dalam mematikan semua dominasi Liverpool. Benteke menjadi bintang saat itu.

Sadar atas tidak (belum) bekerja nya filosofi permainan yang dia inginkan, kekalahan melawan Aston Villa tersebut, seperti jadi titik balik Rodgers untuk kemudian juga melakukan pendekatan pragmatis dalam pola permainannya. Didukung dengan adanya Coutinho dan Sturridge yang datang di window transfer saat itu.

Membaiknya penampilan Liverpool di paruh kedua musim lalu, disebut banyak pengamat sebagai buah dari langkah tepat Rodgers. Pragmatis. Salah satunya adalah berhasil membalas kekalahan atas Villa, di kandangnya sendiri, Maret 2013

Meski dari dua laga yang sudah mereka lakoni, terlihat komposisi pemain nya tidak banyak berubah dengan saat LFC bisa mengalahkan mereka, bukan berarti malam nanti keadaan akan berpihak baik begitu saja buat Liverpool. Toh kemenangan di Villa Park Maret lalu juga harus melalui perjuangan ekstra keras, dan lewat penalti nya Kapten Fantstik.

Belum lagi jika mau melihat statistik pertandingan mereka melawan Arsenal dan Chelsea. Arsenal mereka kalahkan dengan skor 3-1 setelah mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Chelsea yang meski akhirnya menang, juga harus mati-matian mengkreasi peluang dan memanfaatkannya. Kondisi yang sama dengan saat Liverpool mengalahkan Aston Villa versi Lambert, Maret lalu.

***

Saat menghadapi lawan yang mumpuni mengalirkan bola dan mendominasi penguasaan bola, Villa seperti terlatih untuk membiarkannya memasuki area mereka. Pada saat seperti itu, mereka secara kolektif akan melakukan pressing dan untuk kemudian – jika perlu – demi memenangkan bola, melakukan tekel keras yang kadang berbuah pelanggaran, di area yang sudah mereka katagorikan sebagai area aman (jika pun harus ada tendangan bebas).

Dalam hal cara bertahan Villa ini, saya berpendapat mereka mengadopsi cara Stoke City versi Tony Pulis.

Jika berhasil memenangkan bola, kolektifitas para pemain Villa ini juga yang kemudian seringkali membuahkan ancaman bagi lawan. Secara sistematis, melalui gelandang mereka yang sudah terlatih untuk mendistribusikan bola sebagai counter attack ke penyerang mereka yang cepat dan linch seperti Weimann, dimana Benteke dengan gagah berani dan juga cepat sudah siap menerima umpan dan beradu fisik dengan pemain bertahan lawan. Tinggal menunggu waktu untuk membunuh lawan dengan gol nya. Apalagi, ada Agbonlahor yang seimbang antar kecepatan, skill mengolah bola, dan juga fisik yang kokoh. Komposisi sempurna untuk melakukan serangan balik yang mengancam.

Dalam dua pertemuan dengan LFC, strategi Lambert ini bisa dikatakan cukup merepotkan, jika belum pantas disebut berhasil. Dalam dua laga terakhir mereka musim ini, juga begitu. Paling tidak, memperkecil peluang lawan untuk mengoptimalkan peluang dan penguasaan bola.

Liverpool sendiri, meski kemarin berhasil meraih kemenangan melawan Stoke yang kurang lebih punya sistem yang sama dalam bertahan. Tetap masih terlihat kurang klinis memanfaatkan peluang. Meski ada sedikit progres, yaitu sudah mulai lebih sabar dalam membuka ruang untuk menciptakan peluang. Selain itu, juga masih terlihat menghawatirkan saat harus berurusan dengan pemain yang berfisik kuat.

Kehadiran Coutinho, Sturridge dan Aspas, dengan pergerakan mereka, bisa kita yakini akan membawa trend positif dalam membuka ruang dan mengkreasi peluang di antara two-layers-and-compact-defensive-line.

Henderson, juga akan menjadi kunci utama dalam membantu memecah konsentrasi dua lapis defensive line Villa, dengan energi nya. Daya jelajah dan kemauannya melakukan pressing jelas akan membuat sibuk pemain lawan yang akan coba melakukan man marking, terutama pada Coutinho, sekaligus pengatur serangan mereka, saat hendak melepaskan bola ke depan sebagai counter attack.

Kehadiran Hendo, juga akan membantu menciptakan ruang lebih di lini tengah. Gerrard akan bisa berkreasi, baik dengan umpan-umpan akuratnya maupun, jika memang diperlukan sewaktu waktu akan melesat ke depan dengan bola dan melepaskan tembakan ke gawang jika tiga penyerang kita sudah berhasil menciptkan celah.

Lucas harus lebih cermat berpatroli di area nya dan menjadi filter pertama serangan balik lawan. Terlebih, seringkali Gerrard seperti tidak sabar melihat pergerakan penyerang kita, hingga telat kembali ke posisi nya (lawan Stoke kemarin, Gerrard cukup disiplin) , maka Lucas seperti akan berpatroli sendiri.

ToureYang sedikit membantu sekarang adalah, kehadiran Kolo Toure yang mendampingi sekaligus memberikan rasa nyaman dan aman ke Agger, sang wakil kapten baru. Bagaimana Kolo mengatasi pemain dengan fisik kokoh juga cepat, sudah cukup terlihat saat lawan Stoke kemarin. Belum lagi kemampuan membaca permainan Kolo yang patut diacungi jempol. Keberadaan Toure dengan segala kemampuannya ini, akan bisa mensukseskan pola bertahan Liverpool dengan high-defensive-line, sehingga space antara lini pertahanan dan lini tengah tidak terlalu lebar, dan memungkinkan untuk di-eksploit lawan. Pembeda dengan cara bertahan saat Agger berdampingan dengan Skrtel atau Carra.

Set Pieces. Lagi-lagi ini menjadi masalah yang berkepanjangan, masih saja kita sering sangat kerepotan mengatasi bola-bola mati lawan. Meskipun dalam hal mengatur lini pertahanan saat menghadapi bola mati ini, peran Kolo akan sangat berguna. Sayang, lawan Stoke kemarin masih belum terlihat percaya diri, deal dengan bola mati.

Konsentrasi dan stamina. Sabar dalam memainkan bola di daerah lawan dan harus mengantisipasi serangan balik lawan yang cepat dan bertenaga, akan menguras stamina. Gagal memecah kebuntuan atau unggul hanya satu gol, akan menciptakan kekhawatiran tersendiri. Saat menang lawan Villa, Maret lalu juga kita dipaksa senam jantung di menit-menit akhir. Belum lepas ingatan kita atas aksi heroik Mignolet pekan lalu, menggagalkan penalti Stoke di menit akhir, akibat kepanikan, merosotnya stamina dan sedikit hilang konsentrasi di 10 menit terakhir.

bentekeBenteke sedang on fire. Harus mendapatkan perhatian ekstra, meski tidak boleh hanya fokus kepada nya seorang. Jangan biarkan dia menjadi bintang lagi di pertandingan nanti.

Menang tipis, dan kali ini saya sangat ingin Aspas menjadi penentu kemenangan. Pergerakan, kreasi peluang, dan sentuhannya di kotak penalti lawan, saat lawan Stoke pekan lalu, sangat menjanjikan.

Akan jadi pertandingan yang ketat, kecuali jika anda sedang dibawah pengaruh zat-zat memabukkan yang kemudian secara kalap beranggapan bahwa kualitas pemain yang kita miliki beberapa kali lipat dibanding Arsenal atau Chelsea,  maka saya akan sangat memaklumi jika anda sangat percaya diri kita bisa mengalahkan Villa dengan mudah.

 

Menang dengan 2 gol, akan jadi pencapaian maksimal di awal musim. Atau berapapun asal 3 poin. Akan jadi mood dan spirit booster jelang lawan Manyoo pekan depan. Asal jangan terus terlena, dan lupa bahwa skuad kita belum cukup kompeititif untuk mengarungi musim yang panjang.



Bookmark and Share




Previous Post
SAYA MASIH (AGAK) OPTIMIS.
Next Post
[Review] Aston Villa 0 vs Liverpool 1 - Sisi Pragmatis Brendan Rodgers







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
SAYA MASIH (AGAK) OPTIMIS.
Premier League Season 2013/2014 sudah mulai digulirkan musim lalu, dan untungnya tidak seperti empat laga pembuka sebelumnya,...