Artikel / Feature / September 12, 2013

Alasan Kopites Tak Boleh Pesimistis Musim Ini

fans2

Premier League kembali menjadi liga teratas pada bursa transfer musim panas lalu. Mengeluarkan dana paling besar ketimbang liga-liga lain yaitu 669 juta pounds, hal ini jelas berbanding lurus dengan hasrat tim-tim untuk menunjukkan kelasnya.

Manchester City, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Arsenal berhasil membeli pemain-pemain bintang istimewa yang diyakini bisa membuat level mereka menanjak. Tak perlu lah menjelaskan siapa saja pemain anyar mereka karena anda tinggal membuka banyak situs yang menjelaskan bursa transfer lalu dengan lengkap.

Tiga laga awal sudah berjalan. Kejutan datang. Ya, Arsenal, Man. City, dan TOttenham sudah mengalami satu kekalahan. Siapa yang masih sempurna berada di puncak? Sebuah tim besar masa lalu yang belakangan dianggap sebelah mata dan tak diperhitungkan bernama Liverpool.

The Reds berhasil meraih 3 kemenangan dimana pada 3 laga itu, mereka sama sekali tak kebobolan. Pergerakan Liverpool pada bursa transfer sebenarnya cenderung biasa saja. Ya, Liverpool memang mendatangkan 8 pemain dimana dua diantaranya dengan status pinjaman.

Tapi lihat yang pergi dengan status permanen maupun pinjaman, mencapai 12 orang. Disini pembahasan akan menarik ketika banyak angka memihak Liverpool untuk menjuarai Premier League. Tidak, saya tidak berkhayal. Hanya mencoba memberikan pola menarik yang belakangan ini ditemukan.

1. Pola Menarik Juara Premier League dalam 5 tahun terakhir terkait 3 laga perdana mereka.

Man. United 2008-09 : 1 seri 1 menang 1
Chelsea 2009-10 : 3 menang
Man. United 2010-11 : 2 kali menang 1 seri
Man. City 2011-12 : 3 menang
Man. United 2012-13 : 1 kalah 2 menang
Liverpool 2013-14 : 3 menang (Juara ?)

2. Terakhir Liverpool menang 3 kali beruntun pada musim 1994-95, The Reds finis peringkat empat.

3. Dua Trofi Premier League Kolo Toure bersama Arsenal 2003-04 dan Man. City 2011-12 terjadi ketika kedua tim menang 3 kali berturut-turut pada laga awal.

4. Pada 10 musim terakhir Premier League, delapan tim yang berhasil mendapat 9 poin pada empat laga perdana, lima diantaranya (62,5 persen) finis di peringkat empat ke atas.

5. Pada 10 musim terakhir Premier League, 12 tim yang mencapai angka 10 poin pada empat laga perdana, delapan diantaranya (66,7 persen) finis di peringkat empat ke atas.

6. Pada 10 musim terakhir Premier League, 12 tim yang berhasil mencapai 12 angka atau selalu menang pada empat laga awal, 10 diantaranya (83,3 persen), finis di peringkat empat ke atas.

7. Pada 10 musim terakhir Premier League, 32 tim yang mencapai 9 poin atau lebih pada empat laga perdana, 23 diantaranya (71,9 persen) finis di peringkat empat ke atas.

*poin 4-7 dilansir dari tulisan Andrew Beasley

Poin-poin di atas sejujurnya membuat penggalauan untuk saya pribadi. Fakta di atas seperti sebuah pengharapan akan juara atau setidaknya kita bisa kembali ke Eropa musim ini.

Sebuah titik dimana fans Liverpool sudah cukup lama absen merasakannya. Sehingga mungkin ini adalah waktu tepat bagi para Kopites untuk optimistis dan percaya Liverpool bisa step up secara luar biasa.

Itu adalah angka, statistik, dan siklus. Bukan tebakan, prediksi, atau feeling. Jadi, mari doakan tim ini untuk setidaknya bisa memenuhi target awal Brendan Rodgers untuk masuk zona Liga Champions. Jika angkat Piala? Anggap itu sebuah bonus Tuhan akan kesabaran kita semua.



Bookmark and Share




Previous Post
Yes, Liverpool Aren't Shite. Sarcasm is.
Next Post
Sejenak Mengesampingkan Cinta







2 Comments

Sep 13, 2013

semoga the reds bisa menjaga konsistensi permainan, sehingga cita – cita untuk meraih titel juara liga ke 19 berhasil terwujud.


Sep 13, 2013

Tetep “down to earth” / “manage the expectation” atau apalah namanya. Imho, Liverpool bisa challenge big 4 aja, walopun akhirnya finish di peringkat 5 (kaya Spurs challenge Arsenal musim lalu) udah cukup buat gw puas. Anything more than that, a trophy or two or even three, will be a big bonus 🙂



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Yes, Liverpool Aren't Shite. Sarcasm is.
Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tulisan sebelumnya dari penulis yang sama, dengan judul "Liverpool Are Shite". (red) “Anybody...