Artikel / Feature / Lain lain / December 4, 2013

Brendan Rodgers Salah Memilih Waktu

Hallo Brendan Rodgers,

Saya adalah supporter Liverpool FC, yang masih kencur, pun tinggal jauh dari klub yang anda arsiteki. Kita tidak saling mengenal secara personal, meski pernah bertemu di loby sebuah hotel mewah di Jakarta saat anda bersama klub mengunjungi kami, Agustus lalu. Tapi boleh kan jika saya juga turut kesal dengan kekalah memalukan di KC Stadium, Ahad malam lalu?

Meski demikian Brendan, saya turut bersimpati dengan anda yang mau pasang badan dengan bilang ke koran Inggris sana, bahwa anda lah yang patut disalahkan atas penampilan terburuk Liverpool FC musim ini. Pernyataan yang diharapkan banyak supporter. Saya bersimpati karena menurut saya, meskipun pemain juga patut dan sangat harus disalahkan karena tampil seperti orang bangun tidur, belum sadar kenyataan, anda tidak mau menyebut mereka yang susah dimotivasi. Jika saja anda bilang demikian, mungkin anda akan dimusuhi oleh senior player, hingga bisa hilang posisi anda. Dan akan makin memperburuk moral pemain yang anda asuh. Bukan kah demikian, Brendan?

Simpati saya buat anda, karena ketika anda melontarkan pernyataan tersebut, banyak yang tertawa puas. Manager yang salah. Tidak seperti pada masa-masa saat Liverpool hampir juara, setengah dasawarsa lalu. Menyalahkan manager, tampak seperti dosa besar. Saat itu, setiap penampilan buruk adalah karena pemain yang bermain tidak all out. Bukan karena manager nya, yang mungkin kurang pintar memotivasi.

Tentang rotasi pemain yang anda lakukan kemarin (terutama bek tengah), lagi-lagi saya harus bersimpati. Delapan laga yang akan dijalani sepanjang Desember hingga awal tahun baru nanti, sudah ada di otak anda bukan? Karena itulah anda rasa perlu melakukan rotasi. Apalagi cuaca yang makin dingin, sangat mendukung untuk mudahnya pemain mengalami cedera. Rotasi, yang beberapa musim lalu dibela habis-habisan. Giliran anda yang melakukan, salah.

Brendan Rodgers

Brendan yang murah senyum, saya juga bersimpati dengan keluh kesah anda tentang squad depth yang anda sebut di wawancara anda selanjutnya. Di mata saya, anda punya valid points mengungkapkan hal tersebut. Toh ini issue yang memang sudah diketahui umum, sejak awal musim. Simpati saya untuk ini, sama besarnya dengan simpati saya atas banyaknya orang yang menertawakan anda dengan pernyataan tersebut.

Seingat saya, anda pernah menginginkan seorang pemain kreatif sekaligus produktif dalam mencetak gol untuk menopang lini serang. Bukan begitu? Seorang pemain berpengalaman, bukan seperti Luis Alberto, atau Aspas yang akhirnya jadi alternatif yang lebih murah kan? Yang anda maksudkan adalah untuk jaga-jaga jika lini serang tumpul, atau kreatifitas mandeg?

Persis seperti kejadian di kandang Macan kemarin. Suarez tidak berkutik saat Sturridge harus cedera karena dipaksakan main oleh si muka burung hantu untuk negaranya. Aliran bola juga terkesan asal berpindah posisi tanpa tujuan pasti. Hanya tercipta 7 peluang dari 95 umpan yang berhasil dilakukan anak asuh anda di lini pertahanan lawan. Itupun setelah pemain paling kreatif yang anda miliki, Coutinho, masuk di babak ke-2. Begitu memprihatinkan ketika melihat angka-angka statistik babak pertama, hanya ada 3 peluang dari hanya 34 umpan yang berhasil dibuat di daerah pertahanan lawan. Buntu. Miskin kreatifitas.

Lucas yang anda andalkan menjadi filter serangan lawan, kemarin tampil bak narapidana yang dipasang rantai di kakinya. Berat berlari. Mungkin lelah karena harus seringkali mengerjakan tugas dua pemain sekaligus. Pasangannya di sektor itu, sering tidak disiplin. Anda pasti pusing memikirkan siapa yang akan jadi penggantinya, sementara dia diberi kesempatan istirahat. Betul begitu, Brendan?

Anda tidak ingin mencoba Joe Allen? Anak emas anda kata banyak orang. Atau anda tidak ingin mengambil resiko, memainkan Allen lagi di posisi yang tidak semestinya? Tapi bukankah posisi Allen semestinya, ada di posisi yang dihuni sang dewa yang tidak boleh dipersalahkan?

Anda juga memainkan Sterling, yang katanya hasil binaan akademi, yang para petingginya baru saja dipecat oleh John W Henry karena tidak ada pilihan lain. Anak seumur itu sudah diberikan kontrak besar karena dianggap produk unggulan akademi. Tapi setelah koceknya tebal, lupa bagaimana cara bermain bola yang benar. Hanya berlari dalam garis lurus.

Pendamping Suarez yang lain dalam pertandingan kemarin itu, hanya pemain pinjaman. Saya sangat mengerti, kalau seorang pemain dipinjamkan, itu karena tidak cukup bagus di klub nya.

Squad depth, Brendan? Saya setuju

Namun

Yang saya tidak setuju dan tidak bersimpati adalah …

Tidak seharusnya anda mengangkat masalah depth squad ini, setelah kalah melawan Hull City FC.

Pemain yang ada saat ini, SEHARUSNYA mampu mengatasi Hull City.

Simpan sejenak frustasi anda tentang pemain yang anda miliki sekarang ini, Brendan. Lihat kembali foto besar Shankly di ruang kerja anda, baca beberapa bukunya, dan coba tanamkan cara Shankly memberi shock therapy ke pemainnya yang tampil tanpa determinasi.

 

– bukan termasuk laskar Pembela Brendan Rodgers –



Bookmark and Share




Previous Post
Merseyside Derby Episode 221
Next Post
How Hard (without) Gerrard.







2 Comments

Dec 04, 2013

Saya setuju dgn komentar sdr. Tp sprtinya, anda melewatkn opini ttg J.Henderson yg belakangan tampil sangat buruk. Selalu jd starting IX, tp sama skali tak kreatif di lini tengah. Tapi apapun critanya, saya masih tetap pendukung setia The Reds. YNWA!!!


Dec 04, 2013

Sekali2 pengen liat Lucas, Allen & Hendo di tengah. Itu dewa dipinggirin dulu deh, at least jadi super sub. Trus, sembari Coutinho ga fit, maenin tu Alberto. Utk ganti Sturridge, boleh dicoba Aspas yg udah fit. Kalopun Aspas ga bisa ngegolin, paling ga dia bisa narik bek lawan, buka ruang utk Suárez. Sterling? Pinjemin ke klub Championship, biar sering maen. So, ini starting XI gw: Mignolet, Johnson, Toure, Agger, Cissokho, Allen, Lucas, Hendo, Alberto, Suárez, Aspas. Formasi 4-3-3



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Merseyside Derby Episode 221
"Forget Manchester United or Chelsea. Everton are the team I want to beat more than any every season" Kalimat tersebut tertuang...