Artikel / Berita & Rumor / September 9, 2012

Bursa Transfer, Net Spend Dan Kedalaman Skuad

*** Artikel ini dikirim oleh Yanuar Ryswanto, kritik, diskusi, selain bisa di posting di sini, juga bisa lewat twitter penulis @ryswanto ***

 

Transfer deadline, sudah berlalu seminggu dan saya baru menulis artikel ini. Sengaja, menunggu reaksi pro kontra atas apa yang terjadi selama bursa transfer. Bagaimanapun hal tersebut akan muncul, atas beberapa alasan. Yang paling sederhana, perasaan atau sikap mengidolai salah satu pemain. Tidak rela pemain dilepas oleh klub, atau kecewa karena klub tidak bisa mendatangkan pemain idola yang kebetulan sudah sempat gencar ada di panggung gosip transfer.

Selain itu, untuk menunggu kemungkinan perpindahan transfer pemain ke liga yang bursa transfer nya belum tutup, atau kemungkinan masuknya pemain yang berstatus free agent

Lewat artikel ini saya coba sharing apa yang jadi pemikiran saya terkait keterlibatan klub selama musim transfer, dan korelasi nya dengan predikis komposisi tim serta ekspektasi hasil di akhir musim nanti.

INS AND OUT

Pemain Masuk - Pemain Keluar

Nama-nama tersebut lah yang bergabung maupun yang keluar. £ 29.4 juta dibelanjakan untuk 5 pemain, 1 diantaranya meminjam dari Real Madrid. Sementara klub, menerima pemasukan sebesar £ 13 juta dari penjualan 3 pemain. Angka-angka tersebut jelas bukan merupakan angka yang tepat. Namun, sumber yang jadi referensi saya tersebut, tentunya sudah mempertimbangkan banyak hal untuk memberikan informasi nilai transfer pemain tersebut.

TRANSFER NET SPEND DAN TARGET KLUB

Bagi yang follow saya di twitter, mungkin sudah sempet baca. Sejak 1 atau 2 hari sebelum bursa transfer tutup, saya posting tentang kaitan net spend transfer ini dengan target klub. Transfer net spend ini adalah perbandingan antara uang yang dikeluarkan dengan yang diterima, dalam hal ini untuk pembelian pemain dan yang didapat dari penjualan pemain.

Akhir musim lalu, owner dengan tegas bahwa target klub adalah kembali ke zona Liga Champion, dan menurut owner Kenny Dalglish saat itu sudah diberikan sokongan dana cukup besar untuk transfer, namun gagal membawa klub mencapai target. Itu salah satu alasan owner melakukan perubahan besar di klub, termasuk memberhentikan Dalglish.

Selain itu, banyak dari kita – supporter LFC , melihat bahwa kegagalan klub mencapai target yang ditetapkan owner – juga ekspektasi kita, untuk bisa kembali ke jajaran elit Eropa, sebagai sesuatu yang sangat buruk jika dikaitkan dengan angka belanja pemain yang sudah sangat besar. Khususnya di era kepemilikan baru (FSG), seringkali disebut sekitar £ 100 juta untuk membeli pemain. Berapa yang diterima dari penjualan pemain? Berapa selisihnya? Jarang disebut bukan?

Berapa sebenarnya net spend itu? Saya coba kumpulkan data dari sumber yang sama (www.lfchistory.net) angka-angka transfer selama 10 tahun terakhir, dan menggambarkannya dalam tabel di bawah.

Transfer In, Out dan Net Spend LFC dalam 10 tahun terakhirDari tabel tersebut, terlihat bahwa dalam 10 tahun terakhir  pembelanjaan Liverpool musim ini,ter-rendah ke-3, pendapatan dari penjualan pemain terendah ke-4, dan net spend terbesar ke-4 (£ 16.4 juta)

Harga jual pemain kita kecil, disebabkan performa klub dan para pemain itu sendiri, pada musim lalu. Sehingga ini berdampak pada besaran angka net spend, atau total pembelanjaan klub.

EXPENDITURES, INCOMES, NET SPEND KLUB PREMIERSHIP

Kemudian, bagaimana angka-angka terkait transfer tersebut jika dibandingkan dengan klub Premiership lainnya ? Berikut adalah perbandingannya berdasarkan data yang saya ambil dari www.transfermarkt.co.uk Angka-angka yang muncul dari website ini berbeda dengan beberapa website lain, dan sejauh yang saya tahu, bahwa website ini sudah menghitung juga agent fee dan fee lain yang biasanya tidak ter-ekspose,untuk tiap angka transfer yang muncul.Liverpool berkontribusi 7% dari total belanja klub-klub Premiership. Angka pembelanjaan tersebut menduduki peringkat ke-6 terbesar (Chelsea, Tottenham, ManUtd, ManCity, Arsenal). Sedangkan untuk pemasukan dari penjualan pemain, Liverpool berkontribusi 4% dan menjadi klub dengan nilai penjualan pemain terbesar ke-9. Untuk net spend, Liverpool berada di posisi ke-5 net spend terbesar dibelakang Chelsea, ManUtd, ManCity, Southampton.Besaran angka net spend ini dipengaruhi oleh faktor seperti harga pemain yang mungkin over priced atau keberhasilan menjual pemain bintang dengan harga tinggi atau justru sebaliknya tidak bisa tinggi mengingat performa yang tidak istimewa di musim sebelumnya.

Lalu apakah net spend tersebut merupakan faktor utama yang menentukan atau menjadi acuan / syarat tercapainya target klub? Jelas bukan. Ada banyak hal lain tentunya yang menjadi syarat pra-syarat untuk mencapai target klub.

Jika melihat pada netspend, klub seperti Tottenham, atau bahkan Arsenal, tidak terlihat besar  karena “tertolong” keberhasilan mereka dalam penjualan pemain.Sementara jika melihat pada angka pembelanjaan pemain, klub yang musim lalu bisa berada di atas Liverpool di susunan klasemen, seperti Newcastle dan Everton pun tidak mengeluarkan banyak uang.

Uang atau investasi pembelanjaan pemain memang bukan segalanya, mungkin benar. Saya pribadi sedari jaman sebelum klub dijual oleh Moores, bukanlah pendukung masuknya pemilik berstatus sugar daddy. Jadi sedari awal musim transfer tidak berharap kucuran dana yang ugal-ugalan.

Namun tidak bisa dipungkiri, dari tabel net spend maupun expenditure di atas, terlihat sangat jelas bahwa klub penantang posisi UCL (sekali lagi, yang menjadi target owner), berinvestasi besar untuk mencapai itu. Kecuali, dalam waktu singkat, transformasi klub ke arah sepakbola ala Rodgers, bisa langsung sukses dengan materi yang ada sekarang. Seperti misal, Newcastle, tidak perlu beli pemain mahal, lebih kepada pemain yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Dari kondisi terkait net spend dan besaran nilai belanja tersebut, yang dipaparkan di atas semoga bisa menjadi acuan kita untuk me “manage” ekspektasi kita di musim ini, dan tidak lalu mem-vonis begitu saja jika saja nanti (amit-amit) target klub tidak dapat dipenuhi oleh Brendan Rodgers dan skuad yang ada sekarang ini.

KEDALAMAN SKUAD

Tercatat, sampai dengan akhir Januari nanti, di Premier League saja Liverpool akan bermain paling tidak 21 kali (ada kemungkinan beberapa jadwal digeser mundur). Belum lagi jika menghitung potensi game di ajang lain. Di FA Cup, 1 match, League Cup 1 match, dan babak grup Europa League 6 match. Total 29 pertandingan yang potensial akan dijalani Liverpool.

Barclays Premier League 2012/2013 Squad Lists

Liverpool Squad Lists for Europa League 2012/2013

Sampai dengan batas waktu pendaftaran pemain untuk Premier League, Liverpool mendaftarkan 20 pemain berusia lebih dari 21 tahun  (senior) dari 25 quota yang tersedia, itupun 4 di antara nya penjaga gawang. Sedangkan untuk Europa League, 24 nama pemain bersatus pemain kategori list A dimana 4 di antaranya sebenarnya masih bisa masuk kategori pemain list B. Tentang apa itu Player List A dan Player List B, dapat dibaca di sini Europa League Regulations

Dari situ dapat terlihat bahwa untuk melewati setengah musim ini  skuad kita sangat tipis. Yang paling jadi perhatian adalah pada sektor penyerang. Dimana berdasarkan list untuk 2 kompetisi itu terlihat bahwa  saat ini bisa dikatakan Liverpool hanya punya Suarez sebagai figur senior berstatus striker. Atau boleh saja disebut jika Borini juga masuk kategori senior. Area di mana musim lalu tidak produktif, padahal ada setidaknya 4 nama striker senior pada diri Carroll, Kuyt dan Bellamy. Setengah musim ke depan, hanya menyisakan 2 nama.

Suarez disebut banyak pengamat, bukan merupakan striker murni. Sementara Borini, naturalnya masuk kategori seorang goal getter , akan tetapi melihat pada statistik, Borini baru tampil di tim utama AS Roma dalam satu musim. 21 kali tampil dengan 9 gol. Masih ada nama Samed Yesil atau Adam Morgan sebagai pelapis, anak-anak muda dengan statistik mencetak gol mengagumkan, di level yunior.

Bagi saya pribadi, akan menjadi tugas berat dan tidak fair bagi Suarez dan 3 striker muda lainnya jika harus “dibebani”  tugas memperbaiki catatan produktifitas mencetak gol musim lalu. Meskipun gol bisa juga datang dari lini kedua.

Raheem Sterling - Pemain Muda Yang Bisa Diandalkan

Secara umum, melihat padatnya kompetisi, ketika rotasi menjadi salah satu solusi untuk menghindari kelalah fisik dan mental seorang pemain harusnya dapat dilakukan, namun dengan jumlah skuad atau kedalaman squad seperti sekarang ini, seperti nampak tidak akan berjalan terlalu mulus. Alternatifnya, mengoptimalkan para pemain muda. Nama-nama seperti Flannagan, Robinson, Pacheco, Suso, Yesil, McLaughlin,  atau bahkan Sterling dan Jonjo, mungkin akan dimainkan lebih dari yang semestinya, karena alasan tipisnya skuad ini.

Brendan Rodgers, yang menghabiskan sebagian besar karir kepelatihannya untuk mengasuh tim muda, akan bisa kita andalkan. Sentuhannya semoga bisa menjadikan para pemain muda menjadi salah satu solusi tepat untuk kondisi saat ini.

Selain itu, mari berharap untuk bisa mempertebal skuad dengan mendatangkan pemain tambahan pada jendela transfer musim dingin, Januari nanti. Meski kita tau, pada periode tersebut biasanya tricky untuk bisa mendapatkan pemain dengan kualitas, dan harga serta yang sesuai dengan kebutuhan klub.

Saya pribadi hanya bisa memperbanyak doa, agar squad yang ada bisa tetap fit, tak ada yang ditimpa cedera, atau kalaupun ada jangan terlalu lama dan juga para pemain muda selalu siap dan tampil maksimal saat mendapat kesempatan untuk melapis para pemain inti.

Apa Solusi Untuk Kedalaman Skuad ?

PRO DAN KONTRA

Apa yang dilakukan manajemen klub dalam bursa transfer kali ini, seperti biasa terjadi setiap musim transfer, menuai pro dan kontra.

Kebijakan FSG dan owner klub dalam transfer, yang menyebabkan kurang nya kedalaman squad, menjadi salah satu kontradiksi yang banyak diperbincangkan.  Saya tidak akan banyak menulis untuk ini, silahkan baca lagi tulisan brilian dari rekan saya Mickey di blog ini juga FSG dan Brendan Rodgers. Harga Sebuah Filosofi. Dari situ, salah satunya anda akan mendapat gambaran tentang isu kedalaman squad.

Di lain sisi, dilepasnya beberapa figur senior yang bergaji besar, akan menolong keuangan klub, pada sektor gaji pemain, sebesar sekitar £ 24 juta dalam setahun. Ini jelas merupakan suatu langkah positif yang signifikan untuk cash flow klub, dalam upayanya untuk menjadikan klub sustainable dan menyesuaikan dengan aturan UEFA tentang Financial Fair Play

Peluang lebih untuk mempromosikan para pemain muda binaan akademi juga menjadi hal yang disetujui banyak dari kita. Dengan tidak cukup tebalnya skuad senior, artinya para pemain muda akan mendapat peluang bermain lebih musim ini. Sudah cukup lama Liverpool tidak memunculkan lagi pemain muda hasil binaan klub dengan kemampuan mumpuni, meski sekarang ini sudah ada nama seperti Martin Kelly, Sterling dan Jonjo yang sempat mengenyam pola latihan level junior (reserves).

Bagi saya pribadi, kedua hal positif tersebut merupakan bagian dari rencana jagka panjang. Sementara dengan menetapkan target bisa kembali ke UCL, namun tidak cukup aktif dalam bursa transfer sekaligus mensikapi kondisi tipisnya kuantitas skuad merupakan kelalaian dari segi persiapan rencana jangka pendek.

FSG harus melihat ini dan mengambil langkah tepat di Januari nanti, demi upaya mencapai target klub untuk kembali ke UCL. Selain itu, hal tersebut juga menjadi perwujudan dari apa yang mereka sampaikan di awal musim transfer bahwa mereka akan mendukung penuh Brendan Rodgers.

Kompak !!

Lalu, bagaimana dengan anda melihat sepak terjang klub selama transfer musim panas ini? Silahkan sampaikan lewat fitur komen dalam blog ini, atau lewat twitter mention ke akun twitter @LFC_ID, pasti beragam, dan akan sangat menarik 🙂

God Bless Liverpool FC !


Tags:  BPL Brendan FSG LFC liverpool net spend Rodgers transfer UCL

Bookmark and Share




Previous Post
FSG dan Brendan Rodgers. Harga Sebuah Filosofi.
Next Post
Financial Fair Play Dan Masa Depan Sepakbola Eropa







1 Comment

Sep 11, 2012

mungkin saya tidak begitu paham tentang net spend, kalo utk BR sih gak muluk-muluk cuman pengen balikin Liverpool ke ‘habitat’ aslinya….
goodluck Rodgers #YNWA



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
FSG dan Brendan Rodgers. Harga Sebuah Filosofi.
"Di dalam sepakbola ada trinitas suci; Pemain, Manager dan Supporter. Para direktur tidak masuk hitungan, peran mereka hanyalah...