Artikel / Feature / Lain lain / December 31, 2013

Catatan Akhir Tahun 2013 – Liverpool FC

2013 akan segera berlalu, tentunya dalam 365 hari tersebut ada banyak hal yang terjadi. Menyenangkan, ataupun tidak menyenangkan. Pantas dikenang, atau yang lebih baik dilupakan. Agar tidak hilang begitu saja, ada baiknya disuratkan dalam sebuah catatan.

– LIVERPOOL FC 2013 –

The Manager & His Philosophy

Brendan RodgersSetelah melewati separuh musim dengan coba bersikukuh dengan apa yang seringkali dia sebut sebagai filosofi sepakbola yang dianutnya, Brendan Rodgers akhirnya mengambil langkah pragmatis dalam menyusun strategi. dalam pandangan saya, didasari oleh kondisi bahwa dia belum mendapatkan pemain yang menurutnya akan cocok bermain dalam skemanya.

Possession & pressing football, tiki-taka, pass and move atau apalah itu sebutan untuk filosofinya, tidak diterapkan sepenuhnya. Rodgers mengkombinasikan dengan effective counter attacking football. Selain itu, Rodgers juga melakukan terobosan dengan perubahan peran beberapa pemain untuk menyesuaikan dengan pragmatisme taktiknya tersebut.

Rodgers layak mendapatkan acungan jempol dalam hal man management. Kembalinya kepercayaan diri sejumlah pemain seperti Downing, Enrique, Sterling juga Henderson. Nama terakhir, bahkan menjelma jadi salah satu andalan tim.

Terjaganya fitness sang kapten, Steven Gerrard hingga bisa berlaga hampir tanpa absen setahun ini, juga merupakan hasil nyata bagian dari man management.

Yang paling layak mendapat sorotan adalah bagaimana Rodgers menangani kasus Suarez. Dari mulai kasus gigitannya ke Ivanovic, sampai dengan drama keinginan Luis pindah. Buah yang dapat dipetik adalah sekarang Suarez menjelma menjadi striker yang sangat produktif.

Keberaniannya memberi kepercayaan tampil bersama tim utama, pada diri pemain muda juga merupakan hal yang layak jadi perhatian. Ibe, Robinson, Wisdom, Flanagan, dan terakhir Brad Smith, semuanya sudah merasakan tampil bersama senior tim. Selain itu perhatiannya pada perkembangan pemain muda (akademi) juga patut ditilik, diberhentikannya Frank McParland dan Rodolfo Borell dari jabatannya sebagai petinggi akademi, dan mulai banyaknya pemain muda yang dipinjamkan adalah beberapa contoh.

The Player

Henderson menjadi utility player dengan pernah menempati seluruh titik di lini tengah. Penampilannya dari jelang akhir tahun 2012 hingga akhir 2013 patut mendapatkan kredit tersendiri. Hingga akhirnya namanya menjadi salah satu nama utama yang selalu ada di starting XI

Downing, sebelum dijual sempat dibuat jadi seperti mendapatkan kepercayaan dirinya kembali, melakoni peran di front three dengan baik, meski tidak bisa disebut berkontribusi maksimal (dilihat dari goal dan assist). Enrique yang sempat disebut akan dijual karena performanya yang di bawah standar, juga menemukan kembali performa terbaiknya.

Sterling, pemain muda yang digadang-gadang akan menjadi bintang, mengalami roller coaster dalam performa. Dalam periode Januari – Mei 2013 tampil dibawah par, dan dari awal musim hingga akhir tahun ini tampil gemilang.

The Player Transfers

Bicara mengenai transfer, paling mudah memang mengamati transfer yang berhasil. Coutinho, Sturridge, Sakho dan Mignolet buat saya adalah transfer berhasil yang benar-benar membawa impact positif atas performa tim dalam satu tahun kalender ini.

Cissokho, Moses belum menunjukkan kontribusi yang signifikan. Bersyukur status mereka hanya pemain pinjaman.

Ilori dan Alberto, adalah misteri yang entah kapan akan terkuak. Bandrol harga 7 juta Poundsterling untuk pemain muda seperti mereka, yang tidak langsung masuk ke 1st team adalah sesuatu yang patut dipertanyakan. Mungkin ini biaya yang harus dibayar untuk mendapatkan bintang masa depan.

Dilepasnya pemain bergaji besar dengan kontribusi minim, dalam diri Downing, Carroll, Joe Cole, dan Nuri Sahin (pinjam) membawa manfaat untuk tersedianya slot gaji untuk beberapa pemain baru, juga improvement kontrak untuk pemain yang memang layak mendapatkan reward. Selain tentunya tambahan untuk dana transfer.

The Performance

Setelah sempat memuncaki klasemen sampai dengan Natal, akhirnya Liverpool harus turun ke posisi 5. Belum saatnya panik, tidak ada medali untuk apa yang diraih di akhir tahun. Gelar juara juga tidak ditentukan oleh klasemen penghujung tahun.

Membandingkan apa yang diraih LFC di tahun (kalender) 2012 dan 2013 kita akan menemukan kesamaan. Ya, memang benar dibandingkan dengan top 6, Liverpool masih ada di posisi paling bawah. Akan tetapi peningkatan di beberapa aspek bisa dilihat.

2012-table from www.basstunedtored.com
2012-table from www.basstunedtored.com

Raihan poin meningkat 50% meski baru bermain 2 pertandingan lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Jumlah kemenangan, jumlah gol, jumlah gol kemasukan, clean sheets semuanya mengalami peningkatan.

Sesuatu yang menjanjikan nantinya semoga bisa kita lihat bersama di akhir musim. Berpegang pada fakta dan hasil yang dicapai Liverpool di paruh ke dua musim.

Retirement Of The Club Legend

Sejak menjalani debutnya 16 tahun lalu (8 Januari 1997), James Lee Duncan Carragher akhirnya mengakhiri karirnya bersama satu-satunya klub yang dia bela, Liverpool FC akhir musim lalu.

Dibuka dengan mozaik bertuliskan inisial dan nomor punggungnya di The Kop, Carra menjadi kapten di laga terakhirnya. QPR menjadi klub terakhir yang dia hadapi, 19 Mei 2013. Berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Liverpool.

Carragher telah menjalani 737 total pertandingan bersama Liverpool. Dengan jumlah caps tersebut, Carra menempati urutan ke-2 setelah Ian Callaghan sebagai pemain LFC dengan jumlah penampilan terbanyak. 5 gol dia bukukan sepanjang karirnya tersebut.

So long, Carra ! The Working Class Hero!

carralastmatch

Suarez The Enigma

Yang kita cintai kadang juga jadi yang paling menyebalkan. Mungkin ini sedikit banyak layak disematkan untuk si pemilik nomor legendaris 7 Liverpool, Luis Suarez. Mengakhiri musim 2012/2013 lebih awal dan telat mengawali musim 2013/2014 akibat larangan bermain 10 pertandingan yang dijatuhkan FA kepadanya selepas menggigit lengan Ivanovic.

Tidak cukup di situ, entah karena lelah dengan segala cerca publik sepakbola Inggris kepadanya atau hasrat bermain di level lebih tinggi (Liga Champion), Luis berkoar di media, yang ironisnya dia sebut seringkali tidak berpihak kepadanya, bahwa dia ingin hengkang. Berita tentang release clause nya tercium Arsenal yang lalu secara melecehkan menambahkan 1 Poundsterling pada angka 40 juta yang diwartakan sebagai minimum release clause nya.

Klub tetap ingin mempertahankannya, tanpa mengenakan sanksi lebih jauh kepada Luis. Hanya dilarang berlatih bersama rekan se tim nya untuk beberapa waktu. Sadar atas kesalahannya, Luis bertahan. Dan sekarang bisa kita lihat, menjadi top skorer sementara Liga Inggris dengan 19 gol, meski absen di 5 laga pertama.

Atas segala pencapaian dan melupakan apa yang pernah dia curhatkan ke media di awal musim, klub memberikan perpanjangan kontrak kepadanya dan menjadikannya pemain Liverpool dengan gaji tertinggi sepanjang sejarah.

Last Man Standing

Dengan pensiunnya Carragher, Gerrard sekarang ini menjadi pemain paling senior di klub. Karisma, kepemimpinannya, dan kemampuannya memang masih diandalkan klub. Melakoni peran berbeda, dengan bermain lebih ke belakang, Gerrard malah bisa tampil hampir tanpa absen di sepanjang tahun ini.

Meski keberadaannya dinilai tidak terlalu cocok dengan skema yang diterapkan Rodgers, namun bukan berarti Gerrard sudah tidak layak ada di starting XI. Terlalu dini untuk sekonyong-konyong membangku cadangkan nya.

Secinta dan se-memuja apapun kita (fans) kepada icon klub ini, kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa mungkin sebentar lagi Gerrard akan mengalami apa yang dialami Carra, pelan-pelan dikurangi jam bermainnya.

Get ready for that, he’ll retire soon.

Thank God, There’s No New Season of Being Liverpool The Series

Tidak ada lagi serial yang sebenarnya cukup “mengganggu” di tahun ini. Sebagai gantinya, di pertengahan tahun (pre-season) Liverpool melakoni kegiatan nyata, mengunjungi supporternya di Asia dan Australia. Hal yang lebih berguna dan nyata, bagi para supporternya ketimbang hiburan tanggung seperti di Being Liverpool.

The Supporters

Buat kita di Indonesia, tahun 2013 pasti tak akan terlupakan begitu saja. 20 Juli 2013, ketika dalam stadion kebanggaan masyarakat Indonesia, Gelora Bung Karno, 80 ribu lebih manusia dengan “ideologi” yang sama berkumpul menyaksikan klub kesayangannya bermain.

Apa yang kita lakukan saat itu, sejak sebelum matchday jelas merupakan suatu pernyataan ke klub, bahwa jarak dan kita yang hanya bisa lebih sering melihat Liverpool FC dari layar kaca, punya cara sendiri dalam menunjukkan dukungan.

Banner, flares, chants yang tidak pernah putus sepanjang laga semoga tidak hanya kita dapati di laman-laman media luar, atau akun fanbase luar sebagai rekamannya. Tapi ada dan dikenang oleh seluruh jajaran klub.

Gelora Bung Karno 20 Juli 2013

We’re not ordinary wools.

Ada suka cita, ada juga duka. Salah satu aktifis kelompok supporter Liverpool di Indonesia, Syamsul Wijaya dipanggil menghadap oleh Yang Maha Kuasa setelah bertarung melawan penyakitnya. Istirahat yang tenang di sana, Soel !

The Owner

Credit where its due. John W Henry dan FSG layak mendapatkan kredit dalam untuk mau mengunjungi Asia. Untuk mau mempertahankan sekaligus memberikan kontrak baru pada Suarez. Kredit juga untuk meningkatkan pendapatan klub dari kerjasama dengan sponsor.

Kredit utama untuk ini …

JWHDi sisi lain saya pribadi masih menganggap bahwa owner kita lambat dalam mengambil keputusan untuk kelangsungan klub, atau silahkan jika ingin diperhalus dengan “terlalu berhati hati”.

Pemain utama yang menjadi incaran Rodgers di musim panas lalu, beberapa banyak yang gagal didapat dengan berbagai alasan yang utamanya menyangkut jumlah uang yang harus dikeluarkan (transfer fee, agent fee, salary)

Ekspansi stadion juga masih belum ada perkembangan signifikan.

The Wishes For 2014

Terakhir saya coba mendaftar wishes kita untuk Liverpool di 2014 nanti, semoga ini mewakili dari apa yang teman-teman harapkan juga

  1. Mendapatkan pemain yang pas seperti Coutinho-Sturridge di Januari (dan transfer musim panas). Bisa segera nyetel dengan skema permainan dan iklim liga.
  2. Mengulangi penampilan impresif awal 2012 hingga akhir musim.
  3. Memenangi pertandingan sebanyak-banyaknya.
  4. Para pemain bebas dari cidera
  5. Masuk zona Liga Champions
  6.  Sukur sukur juara.

Happy New Year 2014 !

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
Be Our Own Santa Claus, Rodgers!
Next Post
WTF



Yanuar Ryswanto




0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Be Our Own Santa Claus, Rodgers!
Jimboardmann di Mirror, telah menuliskan apa yang kira-kira diinginkan Brendan Rodgers sebagai kado Natal dari Santa Claus....