Artikel / Feature / July 12, 2011

Charlie Adam – The Missing Ingredient

Pertama-tama, mohon maaf saya tidak menemukan padanan bahasa Indonesia yang pas untuk judul artikel ini. Kalau di terjemahkan secara harfiah; Bahan Baku Yang Hilang, bisa-bisa pembaca menyangka mereka salah masuk ke website dapur resep seorang koki Inggris.

Memang, predikat The Missing Ingredient, layaknya predikat sejenis seperti The Missing Piece, The Missing Link dan sebagainya seringkali malah memberatkan pemain di banding memberikan motivasi. Di Liverpool sendiri sudah beberapa pemain terjebak dengan predikat tersebut. Bruno Cheyrou, El Hadji Diouf, Robbie Keane dan terakhir Joe Cole adalah contoh pemain yang diharapkan kedatangannya mampu membawa tim LFC ke level yang lebih tinggi dan bersaing di puncak liga. Potongan terakhir dari puzzle yang selama dua dekade ini di cari-cari oleh LFC.

Lalu apakah artikel ini berarti penulis menganggap bahwa Charlie Adam adalah pemain tersebut? Jawabnya Ya dan Tidak.

Kedatangan Charlie Adam, menurut saya memang membawa sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Kenny Dalglish saat ini, yakni alternatif serangan. Semenjak peninggalan Alonso, Liverpool kehilangan seseorang dengan jangkauan passing yang luas, yang bisa memainkan bola pendek, maupun jauh, lurus di tanah, maupun diagonal melambung. Lucas memang bisa melakukan hal-hal di atas dengan baik, namun sepeninggal Alonso dan juga Mascherano, peran Lucas adalah melakukan pekerjaan gabungan kedua orang tersebut. Kalau sebelumnya LFC punya 2 spesialis; Alonso si deep playmaker dan Mascherano si destroyer, kini Lucas harus melakukan sebagian dari masing-masing tugas mereka karena partner-partner barunya di diri Aquilani, Meireles dan Gerrard lebih menyerang dan mobile sehingga membutuhkan Lucas untuk lebih disiplin dan hati-hati melindungi baris pertahanan sekaligus membawa bola keluar dari daerah pertahanan dan memulai serangan. Munculnya Spearing di akhir musim memang sangat membantu, terlihat duet keduanya terlihat efektif karena saling melengkapi, tapi Charlie Adam dengan kaki kiri dan visinya yang luar biasa saya yakin akan menawarkan sesuatu yang lebih, yakni sebuah fleksibilitas permainan di mana pass and move ala kenny bisa di selingi dengan sepakbola direct yang efektif. Walaupun saya bukan fans sepakbola old-school Inggris yang memanfaatkan striker tinggi besar di depan dengan umpan-umpan langsung dari belakang, tapi semakin banyak alur serangan yang bisa dipilih semakin bagus dan semakin merepotkan lawan dan walau Andy Carroll sama baiknya di darat dengan kakinya, tapi dia tentu tidak akan menolak bola matang yang akurat melewati pemain lawan.

Selain itu, tentunya ada kelebihan Charlie Adam yang sudah diketahui semua orang di liga, pemanfaatan bola mati atau set-piece. Corner, tendangan bebas, pinalti, semua adalah spesialiasi dari Adam. Ini memberikan Gerrard peluang untuk berada di kotak pinalti di saat tendangan pojok, ini juga memberikan Andy Carroll dan para bek kita peluang lebih besar untuk mencetak gol. Gol-gol dari bola mati ini bisa menjadi penentu apabila LFC kesulitan membobol pertahanan lawan yang disiplin dan rapat, sehingga pada akhirnya ini berpeluang merubah hasil-hasil seri melawan tim-tim keras kepala menjadi kemenangan.

Lalu mengapa saya jawab Ya dan Tidak? Secara kualitas, Adam memang memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi pemain penting. Comolli sendiri berkata bahwa Charlie Adam adalah prioritas transfer bagi Kenny Dalglish, sehingga bisa di pastikan dia akan menjadi bagian penting dari rencana Kenny musim ini. Tetapi untuk bersaing di liga di butuhkan konsistensi, dan sulit untuk memiliki konsistensi jika bergantung pada satu atau dua orang saja. Liverpool sempat kehilangan arah pasca peninggalan Alonso, karena begitu bergantung pada visi dan range passingnya, dan jangan sampai ini terulang lagi. Untuk menjadi efektif, Adam harus menjadi bagian dari sebuah mesin, bukan menjadi mesin itu sendiri yang akan membuat tim menjadi mogok apabila dia sedang ngadat. Ini tentu bukan tanggung-jawab Adam semata. Tugas Kenny, Clarke dan segenap tim lah untuk memanfaatkan Adam sebaik-baiknya tanpa menggantungkan segala sesuatu pada pundaknya. Faktanya, Adam menjadi kapten sekaligus motor di Blackpool dan walaupun dia bermain brilian sepanjang musim, ia tidak mampu membawa timnya lolos dari degradasi. Di Liverpool tentu beda, dia akan dikelilingi pemain-pemain dan staff yang lebih baik dan kemungkinan akan ditambah lagi pemain-pemain yang berkualitas. Apabila permainan terbaiknya bisa melengkapi mesin yang sudah di rancang dengan cermat oleh King Kenny, maka musim depan akan menjadi musim yang menjanjikan bagi Adam dan juga bagi LFC. (mn)



Bookmark and Share




Previous Post
Charlie Adam: Aku Ingin Belajar dan Berkembang di Liverpool
Next Post
Gary Mac: Charlie Adam Cepat Beradaptasi







4 Comments

Jul 12, 2011

Analisis yang baik dan komprehensif…


Jul 12, 2011

gw yakin adam bisa mengisi kekosongan lini tengah, sya setuju karena gerrard lebih condong bermain lebih ke depan, dengan hadirnya adam diharapkan dapat mengisi ruang kosong antara lini belakang dan lini tengah atau biasa disebut deep-lying playmaker.
saran bos buat blognya, masukin kategori transfer juga, soalnya paling ditunggu itu berita tranfer..


Jul 15, 2011

menarik banget artikelnya 😀


Jul 15, 2011

menarik banget artikelnya buat dibaca….
iya keliatan banget yak, kalo liverpool kerhilangan alonso… #YNWA



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Charlie Adam: Aku Ingin Belajar dan Berkembang di Liverpool
Dalam wawancara saat LFC Tour Asia, Charlie Adam menyatakan bertekad untuk menggunakan kesempatan bergabung dengan Liverpool...