Artikel / Berita & Rumor / Lain lain / January 6, 2013

Daniel Andre Sturridge

Apalah arti dominasi penguasaan bola Liverpool  yang mencapai rataan angka 59.7% tertinggi ke 2 dari seluruh klub yang berlaga di BPL hingga gameweek 21 ini, ketika tidak diikuti dengan produktifitas mencetak gol ?

34 gol dicetak dari 117 tembakan ke gawang yang menemui sasaran, dari total 412 percobaan. Kesemuanya adalah buah dari 31% penguasaan bola di daerah lawan. Posession dan upaya tembakan ke gawang yang menempati urutan teratas diantara seluruh klub BPL lain, berbanding terbalik dengan angka shot accuracy yang hanya 27.4% terendah di antara 20 klub peserta BPL

Angka-angka tersebut menggambarkan akibat dari kurangnya penetrasi ke daerah pertahanan lawan, terbukti dengan upaya tembakan ke gawang yang dilakukan di kotak penalty lawan, area yang boleh dibilang memperbesar peluang terjadinya gol, LFC hanya 4% dari semua percobaan tembakan ke gawang.

Kondisi ini dikarenakan kurangnya pemain yang bernaluri serang tinggi. Sterling, pendamping Suarez di front-three masih harus banyak belajar. Pendamping lain masih belum fix, saling bergantian antara Downing, Suso, Jonjo bahkan Enrique. Gerrard sebagai pemain yang sepanjang karirnya adalah seorang gelandang serang berbahaya bermain lebih ke dalam. Praktis, hanya Suarez yang di andalkan di lini depan.

Suarez berkontribusi di kisaran angka 30% dari total tembakan ke gawang, tembakan yang menemui target, dan gol Liverpool sampai dengan saat ini. Itupun dengan shot accuracy yang rendah. Bagaimana mungkin Suarez yang seperti sendirian, bisa memiliki shot accuracy tinggi saat selalu mendapat pengawalan ketat.

Kegagalan mendatangkan pemain serang di musim panas, adalah salah satu akar masalah. Dan di jendela transfer window ini nampaknya akan segera diperbaiki. Sekarang ini, baru datang satu pemain. Daniel Andre Sturridge.

Apakah Sturridge adalah pemain yang tepat untuk semua persoalan ini?

Daniel Sturridge - rekrutan 12 juta poundsterling

Sturridge, 23 tahun. Didatangkan dari Chelsea dengan bandrol harga £12 juta. Telah mencatatkan 96 penampilan di liga, dengan 26 gol. Kesemuanya dicapai dengan bermain untuk 3 klub, Manchester City, Bolton dan Chelsea. Dan secara keseluruhan di semua ajang telah tampil 140 kali dengan 38 gol.

Karena data yang saya dapat tentang kondisi LFC di atas adalah statistik di liga saja, maka statistik Sturridge nantinya yang saya bahas juga akan saya ambil dari penampilannya di liga saja.

Dari 96 penampilannya di liga, penampilannya regularnya sebagai starter dicapai saat dipinjamkan Chelsea ke Bolton di paruh musim ke-2 musim 10/11 (12 tampil, 8 gol) dan di Chelsea pada musim 11/12 (30 tampil, 11 gol, 4 assist)

Saat tampil untuk Bolton, Sturridge bermain sebagai Center Forward, dalam formasi 4-4-2. Ber-tandem dengan Kevin Davies. Sekembalinya ke Chelsea, di musim 11/12 lalu Sturridge tampil sebagai wide-forward (kanan)

Wide-forward. Buat saya ini adalah keyword atau alasan yang mendasari pemilihan Sturridge sebagai tambahan amunisi lini depan Liverpool oleh Brendan Rodgers. Selain tentunya pengalamannya di Premier League, yang diharapkan tidak membutuhkan waktu lama untuk adaptasi.

Skema permainan Rodgers yang disebut sebagai 4-3-3 atau kadang 4-2-3-1 dengan pemain sayap bukan murni pemain sayap, melainkan forward yang biasa dan bisa bermain melebar untuk mendampingi seorang center forward.

Bagaimana penampilan Sturridge saat bermain sebagai wide-forward di Chelsea musim lalu?

Dari posisi naturalnya sebagai center forward, musim lalu Sturridge oleh Villas Boas dipekerjakan sebagai sayap kanan. Mungkin karena keiginannya untuk tampil lebih sering, Sturridge menerima peran ini. 3o kali tampil 28 di antaranya sebagai starter, Sturridge mencetak 11 gol dan 4 assist.

11 gol tersebut hasil konversi dari 96 tembakan ke gawang yang dia lakukan. Catatan yang lebih baik dari semua pemain Liverpool pada musim itu. 82% dari total gol nya dicetak di dalam kotak penalty, sesuatu yang terindikasi sebagai kekurangan LFC musim ini. Gol dari dalam kotak penalty.

Sturridge juga mencetak 11 golnya tersebut tidak tergantung pada salah satu kaki nya saja (kaki terkuat Sturridge adalah kaki kiri) , 4 gol dari kaki kanan, 5 dari kaki kiri dan 2 dengan kepala. Ini adalah menggambarkan kemampuan sebagai all around finisher.

Dalam hal melakukan percobaan tembakan ke gawang, musim lalu Sturridge menempati urutan ke-10 , dari sini paling tidak bisa kita bayangkan bahwa dia adalah tipe penyerang yang akan melakukan shot setiap ada kesempatan. Sesuatu yang sejauh ini juga tidak dimiliki Liverpool (saya melihat ada pada diri Borini, yang sayang cedera)

Apakah dengan itu saja, kemudian akan cocok dengan skema yang diterapkan Rodgers?

Ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam diri Sturridge. Pemain ini seringkali disebut tipe pemain yang egois, naluri striker memang harus egois. Namun saat bermain dalam skema Rodgers, dia harus mulai memikirkan juga untuk mengkreasi peluang untuk rekannya. Apalagi bermain sebagai supporting attacker.

Pada poin ini musim lalu, Sturridge memang memiliki catatan yang tidak begitu bagus. Dari 12 pemain yang memiliki catatan gol lebih baik dari Sturridge di musim lalu, hanya 2 orang yang memberikan assist lebih sedikit di banding Sturridge. Begitu juga dalam hal key-passes, meski menduduki peringkat 10 sebagai pemain dengan tembakan ke gawang terbanyak, Sturridge hanya menempati urutan ke 120 Dari sini bisa disimpulkan, bahwa Sturridge ini lebih senang menembak ke gawang, dibanding memberikan umpan ke kawan.

Skema yang diusung Rodgers yang mengutamakan possession, dan pressing sejak awal setelah kehilangan bola juga nampaknya akan menjadi hal yang harus disesuaikan oleh Sturridge. Musim lalu, hanya melakukan 21 tackle dan hanya 7 yang dimenangkannya. Rataan angka kehilangan bola per game musim lalu juga menempati urutan 10 terbanyak, 2.4 per game

Mengingat usianya yang baru 23 saya percaya game aspek yang harus diperbaiki ini bisa dipenuhi oleh Sturridge. Apalagi ditambah, kemampuan Rodgers untuk drilling kemampuan terbaik dari pemain-pemain muda, lihat Sterling, Suso, Jonjo dan Hendo

Masuknya Sturridge ini juga memunculkan semacam kegelisahan tersendiri, khawatir jika Suarez dengan perannya sejauh ini sebagai center forward dan sedang on fire, malah digeser untuk menempati posisi wide-forward. Saya pribadi memiliki kekhawatiran yang sama.

Rodgers mengatakan bahwa Sturridge akan mendapat peran sebagai center forward. Yang artinya Suarez akan digeser ke posisi wide-forward. Bukan suatu masalah, menurut saya. Mengingat Suarez sendiri lebih senang bergerak bebas. Sturridge bisa memanfaatkan space yang dibuat Suarez yang seringkali menyeret bek-bek lawan untuk melakukan marking terhadapnya. Lihat saja musim lalu, meski bermain sebagai wide-forward, gol Sturridge menurut saya berasal dari pergerakannya memanfaatkan space yang terbuka. Bukan murni dari pergerakannya cutting-inside ato drive dari sisi lebar lapangan.

Dan buat saya, sebutan Suarez sebagai center-forward tersebut hanya karena tidak adanya striker lain di Liverpool. Luis Suarez bukan seorang center forward buat saya, Luis Suarez adalah Luis Suarez, penyerang yang mobile.

Meng-amin-i pernyataan Gerrard, kesempatan sudah diberikan ke Sturridge untuk membuktikan kemampuannya, sekarang terserah Sturridge nya sendiri. Dan harapannya, dia bisa membuktikan nilai transfer dan gajinya untuk membantu meningkatkan produktivitas lini depan Liverpool. Agar Rodgers bisa ganti fokus merapihkan pertahanan.

Silahkan baca lebih lengkap penuturan mengenai statistik Sturridge, di sini “Daniel Sturridge In Numbers”



Bookmark and Share




Previous Post
Hanya Kado Kecil Dari Santa
Next Post
Dear @LFC, Meet Soel a.k.a @Soeljeckle. #PrayForSoel



Yanuar Ryswanto




1 Comment

Jan 06, 2013

Sekedar menambahkan, bahwasanya Suarez sendiri pun sudah tidak asing lagi jika harus menjadi RF, mengingat ketika masih di Ajax pun Suarez mengisi posisi tersebut, dan malah menjadi top scorer pada saat itu.
Satu lagi, sempet denger kabar kalau Sturridge sendiri memiliki darah Jamaika, ya semoga dengan begini bisa ada kontak batin di lapangan (yakali) dengan Sterling yang juga memiliki darah Jamaika..hhe



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Hanya Kado Kecil Dari Santa
Rugby team, physical team, group of thugs, long ball merchants, atau apalah istilah yang disematkan untuk Stoke City nampaknya...