Artikel / Berita & Rumor / Feature / Lain lain / Sejarah / Video / September 16, 2012

Hillsborough – 23 Tahun Penantian

** artikel ini sumbangan dari @Ohsammysammy yang merangkum dari berbagai sumber, peristiwa bersejarah pengungkapan fakta tentang tragedi Hillsborough, 12 September lalu. **

Hillsborough – 23 Tahun Penantian

Suatu siang di Hillsborough , tepatnya pada 15 Arpil 1989, saat yang dinantikan oleh para penikmat sepakbola, Liverpool supporters khususnya. Matchday semifinal FA Cup antara 2 kekuatan besar sepakbola Inggris saat itu. Liverpool menghadapi Nottingham Forest.

Pertemuan Liverpool dengan Nottingham Forest ini, seperti menjadi “reply” musim sebelumnya. Kedua klub bertemu di putaran yang sama pada ajang yang sama, di venue yang sama. Bisa dibayangkan, bagaimana animo dan antusias nya supporter untuk menyaksikannya.

Semua harapan untuk menikmati pertandingan besar,  sirna. Sebagai akibat dari kecerobohan pihak berwenang (polisi, panitia pertandingan) dalam menangani puluhan ribu supporter, dan serentetan peristiwa yang terjadi saat itu. Hari itu, seketika menjadi horror, berakhir duka.

image : hopeforhillsboroughjustice.wordpress.com/

730 supporter cedera, dan 96 diantaranya tak pernah kembali dari Hillsborough. Meninggal.

 ***

Ketika dunia sepakbola, sepakbola Inggris, masyarakat kota Liverpool, supporter Liverpool FC, dan utamanya keluarga korban ada dalam perasaan duka mendalam atas apa yang terjadi saat itu. Keterangan pihak-pihak terkait malah justru memicu amarah dari suporter Liverpool di seantero jagad raya, masyarakat kota Liverpool dan khusus nya keluarga korban.

Keterangan dari polisi setempat, menyebutkan bahwa kejadian itu disebabkan oleh ulah supporter LFC itu sendiri yang dalam kondisi mabuk, tidak memiliki tiket dan memaksa masuk stadion. Mereka juga mengatakan adanya kesengajaan dari supporter untuk memasuki stadion sangat mepet dengan waktu kick-off sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan diluar dan didalam stadion.

Tidak sampai di situ saja, 3 orang pejabat tinggi pemerintah Inggris  Perdana Mentri saat itu Margareth Tacher, dan Home Secretary Douglas Hurd, dan Bernard Ingham (Press Secreteary) mengunjungi Hillsborough.  Untuk kemudian Bernard Ingham seperti mengamini keterangan sebelumnya dari polisi bahwa peristiwa memilukan ini tak akan terjadi seandainya para supporter yang jelas-jelas mabuk, tidak memaksa masuk ke stadion.

“I know what I learned on the spot; there would have been no Hillsborough if a mob, clearly tanked up, had not tried to force their way into the ground.” – Bernard Ingham

***

TheSun-MacKenzie

Headline Koran The Sun - Kevin MacKenzie sang editor / image : telegraph.co.uk

4 hari setelah kejadian, harian nasional Inggris, The Sun, menambah dalam luka dan amarah masyarakat kota Liverpool, supporter LFC dan keluarga korban. Headline nya yang terkenal dengan  “The Truth” muncul atas perintah dari Kevin MacKenzie, sang editor keparat. Mereka berdalih, bahwa apa yang dimuat dalam headline tersebut berdsarkan info dari sumber-sumber yang terpercaya, termasuk pihak kepolisian.

Bohong. Palsu dan Keji.

Ribuan eksemplar tabloid tersebut di bakar, segenap masyarakat Merseyside melakukan boikot dan menyatakan perang, menganggap harian The Sun sebagai tabloid haram. Hingga sekarang

***

Bukan hanya hal-hal tersebut yang menjadikan amarah dan kegeraman masyarakat Liverpool, supporter dan pihak keluarga korban. Sejak peristiwa itu suporter Liverpool dicap dan selalu dikaitkan dengan hooliganism. Bayangkan, sebagai korban, dicap seperti itu, dan dituduh sebagai penyebab terjadinya peristiwa, betapa sakitnya.

Sadar dan merasa ada hal-hal yang disembunyikan, ditutupi serta pemalsuan fakta-fakta hasil penyelidikan, permintaan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa itu selalu berakhir dengan pihak korban / supporter menelan kekecewaan.

Laporan dari Lord Justice Taylor seperti tidak di anggap, beberapa hasil penyelidikan dan permintaan penyelidikan berdasarkan bukti medis dan keterangan para saksi – yang bahkan tercatat sebagai salah satu penyelidikan terpanjang dalam sejarah Inggris – seperti dimentahkan begitu saja, dengan berbagai macam dalih.

Ditolaknya permintaan (gugatan) penyeledikan yang diajukan Anne Williams (seorang ibu, yang putranya menjadi salah seorang korban meninggal) hingga 4 kali, satu di antaranya bahkan sampai ke tingkat Eropa.

David Duckenfield dan Bernard Murray - Tidak Bersalah !

Tuntutan dari Hillsborough Family Support Group atas David Duckenfield dan Bernard Murray – petugas keamanan pertandingan saat peristiwa 15 April 1989 – yang memberikan keterangan palsu (termasuk di dalamnya, tidak mengetahui 2 kaset berisi rekaman cctv) , berakhir dengan keduanya dinyatakan tidak bersalah.

Ada juga mengenai pemberian ganti rugi, dimana pihak petugas polisi yang bertugas saat peristiwa tragis tersebut, menerima lebih banyak santunan ketimbang keluarga korban. 9 tahun setelah peristiwa, sersan Martin Long – petugas polisi – yang menderita trauma dan stress menerima santunan £330,000 disusul 4 tahun kemudian, 14 orang polisi lain menerima santunan dengan jumlah total £ 1,2 juta. Lalu berapa yang diterima keluarga korban? Phil Hamond yang putranya menjadi korban, hanya menerima £3500 !!

KETIDAKADILAN, berlanjut.

Perjuangan  keluarga korban pun tidak berhenti.

* Versi Lengkap dari laporan Lord Justice Taylor baca di sini

***

Seolah belum cukup membuat duka mendalam atas peristiwa memilukan di Hillsborough lewat headline bohongya di The Sun, MacKenzie pada 2006 kembali mengeluarkan pernyataan yang sangat sombong, dan menyakitkan bagi keluarga korban, Liverpool suporter, dan masyarakat kota Liverpool

I wasn’t sorry then and I’m not sorry now because we told the truth. There was a surge of Liverpool fans who had been drinking and that is what caused the disaster.”

Sombong, Keji, dan Tidak Punya Perasaan.

Dan ini adalah respon dari Liverpool supporter atas komentar si keparat itu, saat menjamu Arsenal di Anfield, Januari 2007

THE TRUTH DAY

***

Peristiwa yang bisa dikatakan menjadi titik tolak, dimulainya penyelidikan dan upaya pengungkapan fakta adalah ketika  peringatan tragedy Hillsborough ke-20,  15 April 2009 , Sports Minister Andy Burnham diberi kesempatan untuk berpidato dalam Hillsborough Memorial Service di hadapan 30.000 supporter. Andy Burnham saat itu mengatakan bahwa ia menginginkan full disclosure untuk semua dokumen terkait Hillsborough, keinginannya itu kemudian didukung oleh MP (Member of Parliament) lainnya, Maria Eagle.

Andi Burnham, MP (image : guim.co.uk)

Juli 2009, setelah mendapat desakan dari banyak MP (Sebut saja Andy Burnham, Steve Rotheram, Allison McGovern, dll) pemerintahan Inggris mengumumkan dan menegaskan komitmen mereka untuk merilis semua dokumen terkait Hillsborough dan segera membentuk Hillsborough Independent Panel (Phil Scraton, penulis dari Hillsborough; The Truth, merupakan salah satu anggotnya) pada Januari 2010.

Hillsborough Independent Panel (gambar: icnetwork.co.uk)

Pada Agustus 2011, seorang supporter membuat petisi online untuk mendukung full disclosure terhadap dokumen-dokumen Hillsborough tersebut, tak selang lama petisi itu di tandatangani oleh 100 ribu orang lebih dan membuat parlemen Inggris harus mengadakan debate terkait Hillsborough untuk pertama kalinya.

3 MP diatas (Burnham, Rotheram dan McGovern) sangat berjasa dalam debate itu dan juga dalam perjuangan keluarga selama ini. Debat tersebut kemudian menghasilkan keputusan bahwa akan adanya full disclosure terhadap dokumen-dokumen Hillsborough dan semua dokumen Hillsborough itu akan diserahkan ke HIP untuk segera dipublikasian ke umum.

Liverpool Walton MP Steve Rotheram (gambar : icnetwork.co.uk)

***

12 September 2012, hari bersejarah.

Hasil temuan tim Hillsborough Independent Panel disampaikan ke publik. Bertempat di House of Commons, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, membacakan hasil temuan dari penyeledikan dan pencarian fakta yang memakan waktu hampir 2 tahun itu.

Berikut ini adalah sebagian dari yang disampaikan David Cameron, berdasarkan temuan Hillsborough Independent Panel (HIP)

Mr Speaker, the families were right. The evidence in today’s report includes briefings to the media and attempts by the Police to change the record of events.

The Sun’s report sensationalised these allegations under a banner headline “The Truth.”  This was clearly wrong and caused huge offence, distress and hurt.

Mr Speaker what happened that day – and since – was wrong.

It was wrong that the families have had to wait for so long – and fight so hard – just to get to the truth.

Indeed, the new evidence that we are presented with today makes clear that these families have suffered a double injustice.

Today’s report is black and white. The Liverpool fans “were not the cause of the disaster”.

On behalf of the Government – and indeed our country – I am profoundly sorry for this double injustice that has been left uncorrected for so long.

PM David Cameron menyampaikan Hillsborough Report

Silahkan baca secara lengkap apa yang disampaikan David Cameron di sini

Saya tercekat, geram, marah sekaligus sedih ketika membaca baru sebagian poin temuan HIP seperti berikut ini

• 41 korban sebenarnya masih bisa di selamatkan, bahwa banyak dari antara korban yang masih hidup setelah 3.15pm waktu setempat apabila petugas bergerak cepat

• Tes kadar alkohol dalam darah atas  semua korban hingga yang paling muda (Baru berumur 10 tahun) tanpa sepengetahuan keluarga

• Jika tidak ditemukan kandungan alkohol dalam darah korban, polisi memeriksa catatan kriminal para korabn

• 116 dari 164 catatan laporan dari petugas saat itu dihilangkan

• Narasumber headline keji  The Sun berasal dari White’s News Agency, sebuah perusahaan agensi di Sheffield. Yang mengadakan pertemuan selama lebih dari tiga hari dengan sejumlah petugas polisi, wawancara dengan MP Irvine Patnick dan South yorkshire Federation Secretary, Paul Middup.

Itu baru sebagian poin penting dari temuan HIP, silahkan jika ingin tau lebih detil, dokumen lengkap temuan HIP di sini

***

Setelah pembacaan hasil temuan HIP oleh Perdana Mentri, David Cameron itu, tak lama berselang muncullah pernyataan penyesalan permohonan maaf dari banyak pihak, yang sejak peristiwa memilukan tersebut terjadi dan dalam kurun waktu hingga 12 September kemarin, memberikan pernyataan yang sangat bertolak belakang.

South Yorkshire Police, MacKenzie, The Sun, Sheff Wed FC, Norman Bettison, Boris Johnson, Jack Straw, dan The FA. Website thisisanfield.com merangkum nya di sini

Pers / media Inggris juga memuat peristiwa besar ini sebagai headline mereka. Silahkan lihat di sini . Harian haram The Sun juga termasuk salah satunya.

Headline The Sun mestinya WE LIED, seperti "saran" Kenny Dalglish tepat setelah edisi 19 April 1989 beredar

***

23 tahun adalah waktu yang sangat lama, seperti disebut oleh Mr Cameron. Sangat lama untuk membiarkan keluarga korban dalam duka kehilangan anggota keluarganya. Sangat lama untuk supporter Liverpool dan masyarakat Liverpool pada umumnya, yang dituduh dunia sepakbola sebagai penyebab terjadinya peristiwa mengerikan tersebut. Sangat lama untuk membiarkan jiwa-jiwa yang selamat, pelaku peristiwa yang lain hidup dalam trauma, hingga ada yang kehidupannya jadi kacau, atau bahkan hingga meninggal.

Adalah hal yang patut disyukuri, pada akhirnya KEBENARAN diungkapkan. Masyarakat diseluruh dunia dapat terbuka matanya atas apa yang sebenarnya terjadi. Kebahagiaan untuk keluarga korban dan semua pihak yang terkait, atas hasil jerih payah perjuangan tak kenal menyerahnya selama ini. Bahagia juga di alam sana, untuk 96 korban yang meninggal.

Namun seperti halnya headline dari Independent : At Long Last, The Truth. Now It’s Time For Justice.

Diungkapkannya KEBENARAN tentang peristiwa Hillsborough, 12 September 2012 lalu baru merupakan satu langkah maju. Masih harus ada KEADILAN yang harus ditegakkan. Mereka-mereka yang menutupi kebenaran selama ini, untuk kepentingan pihak pihak tertentu. Mereka-mereka yang telah memanipulasi fakta dari laporan-laporan kejadian. Mereka yang menyebarkan tuduhan, kebohongan publik sekaligus mencemarkan nama baik supporter Liverpool dan masyarakat Liverpool umumnya, harus ditindak.

KEADILAN secara hukum !

Jangan sampai untuk mendapatkan KEADILAN ini, harus butuh waktu yang lama lagi. Sudah terlalu lama duka dirasakan, dan kini sudah terbuka mata semua pihak. Semoga segera terwujud.

JUSTICE FOR THE 96 ! AND … JUSTICE FOR ALL !

In memory of the 96 men, women and children who tragically died at Hillsborough Stadium and the countless people whose lives were changed forever. No one should ever go to a football match and not return home.

** dirangkum dari berbagai sumber ** – @Ohsammysammy

Sumber:

Liverpool Echo : Kronologis Peristiwa 15 April 1989, proses yang terjadi hingga pengungkapan fakta 12 September 2012 , secara lengkap.

Video : David Cameron Menyampaikan Hasil Kerja HIP

Video : BBC Documentary – Hillsborough Searching for Truth

Video : ITV Documentary – Hillsborough The Search For Truth

Video : Hillsborough vigil in  Liverpool City Center (LFCTV)



Tags:  15 April 1989 96 Andy Andy Burnham Anne Williams Burnham David Cameron Hillsborough JFT96 Justice Justice For The 96 LFC liverpool MacKenzie Nottingham Forest Prime Minister Sheffield Wednesday Taylor's Report The Sun

Bookmark and Share




Previous Post
Financial Fair Play Dan Masa Depan Sepakbola Eropa
Next Post
Menang! Biar Tenang (Non Taktikal Preview vs ManUtd)







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Financial Fair Play Dan Masa Depan Sepakbola Eropa
** Artikel ini ditulis dan disumbangkan ke blog ini oleh @vetriciawizach , seorang sahabat kami yang memang mumpuni dalam...