Artikel / August 28, 2016

IF NOBODY CAN’T (DEFEND), EMRE CAN

“Why put another layer of gold paint on Bentley when you’re losing the entire engine” – Zinedine Zidane , when Makelele sold by Real Madrid

hecanplayKalimat dari sang maestro tersebut, seperti menegaskan pentingnya seorang defensive midfielder untuk menyeimbangkan sebuah tim sepakbola.  Bukti sahih nya, Madrid ketika itu tak pernah merasakan lagi gelar Liga Champion sejak kepergian Makelele.

Dan anda pun tentu masih ingat bagaimana Didi Hamann membawa perubahan besar sejak masuk di babak ke-2 di Istabul, 2005.

Gelandang bertahan, adalah tipe pemain yang langka, apalagi jika bicara yang benar benar punya kemampuan menyeimbangkan tim. Sementara kehadirannya, sering tertutup gemerlap penampilan para penyerang. Unsung hero.

Liverpool FC, bisa dikatakan kehilangan sosok gelandang bertahan yang instrumental sejak cederanya Lucas Leiva di semifinal League Cup menghadapi Chelsea , November 2012. Setelah cedera tersebut, Lucas dianggap tidak bisa kembali ke performa terbaiknya. Dan kondisi ini menurut banyak fans, belum terselesaikan hingga detik ini, era Jurgen Klopp. Banyak yang beranggapan juga bahwa Klopp seperti tak acuh atas problem tidak adanya penyaring serangan di lini tengah ini.

Pendapat ini sepertinya didasari fakta bahwa, Liverpool FC seperti tidak menunjukkan keinginan untuk merekrut gelandang bertahan berkualitas pada jendela transfer musim panas ini. Meski beberapa nama sempat digosipkan akan direkrut.

Klopp jelas bukan pelatih ecek ecek yang abai begitu saja pada upaya menguatkan sekaligus menyeimbangkan skuad yang dia miliki di LFC. Dia pasti punya rencana untuk menyelesaikan isu ini. Dan menurut saya, yang di siapkan untuk menjadi holding midfielder ini adalah Emre Can.

Sebelum saya paparkan dasar dari pemikiran saya bahwa Emre akan disulap oleh Klopp menjadi gelandang bertahan yang mumpuni, ada baiknya kita tengok dulu, apa apa yang menjadi kriteria gelandang bertahan yang baik.

Work rate dan Team Work adalah dua dari beberapa attributes penting bagi seorang DM. Keduanya dibutuhkan karena pemain posisi ini mau tidak mau harus meng-cover banyak ruang kosong yang entah ditinggalkan karena fase permainan, maupun kelalaian rekan se-tim nya untuk kembali ke posisinya. Agar dapat fasih mengisi ruang mana yang harus dia isi – jika misal ada lebih dari satu pos yang lowong dalam suatu fase permainan – pemain ini diharuskan juga punya kemampuan membaca permainan. Setelah permainan terbaca, gelandang bertahan yang baik akan bisa memutus aliran bola lawan, baik dengan meng-intercept atau jika terpaksa melakukan tackle. Untuk itulah dibutuhkan attributes anticipations dan tackle yang menonjol pada diri pemain bertipe gelandang bertahan.

Berikutnya, pemain tipe ini harus juga memiliki kemampuan passing yang mumpuni, karena selain memutus aliran bola lawan, gelandang bertahan juga harus seringkali menjadi  orang pertama yang memulai serangan. Baik dengan long pass, maupun yang lebih simple, short pass.

Baiklah saya mulai paparkan apa yang pemikiran saya bahwa Emre Can akan bisa jadi gelandang bertahan yang memadai untuk Liverpool . Saya mulai dari statistik – yang belakangan ini menjadi trend, untuk mengungkap suatu pemikiran dalam sepakbola –

Dari Squawka.com saya coba kumpulkan statistik gelandang bertahan (atau setidaknya pemain yang melakoni peran tersebut) dari juara liga, empat liga terbaik Eropa.

emrevs5best

Statistik di atas memuat beberapa hal yang dapat menggambarkan bagaimana kinerja pemain tersebut dalam bertahan. Dari sana terlihat bahwa yang paling menonjol kemampuan bertahannya adalah N’golo Kante bersama Leicester. Tak heran jika kemudian, Antonio Conte sebagai pelatih yang dikenal sangat jeli memperhatikan keseimbangan skuad, merekrutnya dengan bandrol senilai setengah dari pembelanjaannya bersama Chelsea musim panas ini.

Guna melengkapi perbandingan peran gelandang bertahan dalam bertahan dan menyerang, berikut ini adalah statistik pemain yang sama dalam perannya dalam membantu serangan. Dan dari perbandingan di atas, terlihat Vidal bersama Bayern adalah yang paling menonjol perannya untuk tim dalam menyokong serangan.

emrevs5bestpass

Dari dua perbandingan di atas, saya menyimpulkan bahwa Arturo Vidal adalah sosok pemain yang paling mumpuni untuk menjadi gelandang bertahan yang juga berperan signifikan dalam membantu serangan. Vidal ada di bawah Kante dalam perbandingan aspek pertahanan, dan menempati urutan pertama dalam perbandingan aspek mengalirkan bola atau membantu serangan.

Vidal adalah rekrutan awal Conte begitu dia didapuk jadi pelatih Juventus di 2011, kemudian Pep memboyongnya ke Muenchen 2015. Hal ini juga menguatkan fakta betapa Vidal adalah pemain istimewa.

Lalu bagaimana saya bisa yakin bahwa Emre disiapkan untuk menjadi seperti Vidal oleh Klopp? Mari kita lihat dalam dua perbandingan tersebut, statistik menunjukkan bahwa Can punya catatan defensive yang paling mendekati dengan Kante, dan catatan mengalirkan bola di bawah Vidal. Tapi lagi-lagi harus digaris bawahi bahwa angka-angka dalam statistik hanya akan jadii angka yang bernilai besar kecil, ketika tidak dijabarkan dengan sebuah pemikiran dari sudut pandang tertentu.

Statistik attribut penting seorang defensive midfielder yang dimiliki Can, jelas tidak lalu membuat kita menyimpulkan Emre lebih baik dari Busquetes bukan? Busquetes bermain di tim yang sudah fasih dalam mengendalikan tempo dan space (space and time, menurut para ahli sepakbola adalah kunci utama keberhasilan sebuah tim) . Jika kemudian angka interceptions Busquetes lebih rendah dari Can, ini menurut saya lebih dikarenakan, Busquetes “tidak terlalu banyak bekerja” karena lawan-lawan Barca sudah terlalu sibuk memikirkan bagaimana mereka bertahan dari gempuran trio MSN. Sehingga sangat jarang aliran bola bisa ke area kerja Busquetes.

Busquetes, bagi saya adalah yang teratas dalam perannya menjadi holding midfield. Tapi seperti saya sampaikan pekerjaannya sudah cup diringankan dengan keberadaan lini serang Barca. Dalam hal memulai serangan pun, Busquetes lebih kepada melakukan hal-hal simpel, seperti misal, setelah memenangkan kembali bola, dia akan memulai serangan dengan menyerahkan bola kepada tandemnya di tengah, Rakitic misalnya

Emre, sebagai seorang pemain, buat saya belum “mapan” di posisi tertentu. Jika anda amati di pelbagai laman statistik, peran nya banyak sekali, dari mulai DM, MC, CB, RB. Anda juga bisa lihat perannya yang tidak menentu ini di sepanjang karirnya. Pernah ditempatkan di banyak posisi sejak di Leverkusen, timnas Jerman, dan tentunya Liverpool. Liverpool kita yang juga masih mencari jati diri dalam filosofi permainan.

Dengan memiliki stats seperti terpampang di atas, menurut saya, musim inilah dia akan mendapatkan peran tetapnya dari Klopp. Holding midfielder

Jika paparan berdasarkan statistik tersebut masih kurang menguatkan pendapat saya bahwa Emre akan dijadikan gelandang bertahan, maka saya lanjutk dengan sudut pandang lain yang mungkin lebih menyenangkan dan mudah diterima.

Football Manager.

Banyak dari kita yang kemudian mempunyai ide untuk menilai bagaimana sebuah tim seharusnya bermain, pemain mana yang mestinya direrut sebuah tim untuk menjalani peran tertentu, karena bermain game ini. Bukan merupakan hal yang salah dengan begitu saja berkicau di twitterland, mengusulkan ini itu, karena pada kenyataannya Football Manager, mengumpulkan data-data untuk mendukung game play nya juga berdasarkan riset mendetail. Jadi apa-apa yang terpampang di Football Manager bisa dikatakan sudah mendekati fakta sesungguhnya.

Dari sebuah artikel mengenai Football Manager, disebutkan bahwa seorang defensive midfielder yang bagus harus memenuhi 17 attributes. Di mana setiap attribute nya harus mencapai angka 15. Pilih 12/17 attributes yang memenuhi score 15. Dengan beberapa trimming, anda akan mendapatkan nama-nama pemain ini. Dan tidak mengejutkan bukan, ketika nama pemain yang saya tampilkan stats nya di atas, muncul lagi dalam pencarian di Football Manager ini.

attributes

dmsearch

Kembali lagi, bagaimana dengan Emre Can? Saya dapatkan data attributes Emre di Football Manager pada awal musim lalu. Seperti ini.

Emre Can_ Overview Profile

Emre memenuhi 8 dari 17 attributes seperti yang “disyaratkan” oleh pakar Football Manager, untuk dapat memenuhi kriteria sebagai gelandang bertahan yang bagus.  Busquets seperti saya sebutkan, sebagai holding midfield terbaik saat ini, memenuhi 14 dari 17. Sedangkan Vidal yang saya sebut sebagai pemain yang paling seimbang perannya dalam bertahan maupun menyerang memenuhi 12 dari 17.

Arturo Vidal_ Overview Profile

Sergio Busquets_ Overview Profile

Silahkan bandingkan data attributes Emre ini dengan beberapa pemain yang sempat digosipkan diminati Liverpool untuk mengisi posisi defensive midfielder atau holding midfielder. Tercatat oleh saya, nama-nama Gary Medel, Mahmoud Dahoud, Leandro Paredes.

Gary Medel_ Overview Profile

Mahmoud Dahoud_ Overview Profile

Leandro Paredes_ Overview Profile

 

Dari sana saya pribadi menyimpulkan, bahwa Emre akan bisa lebih baik (setidaknya sekarang ini) untuk mengisi peran yang bagi banyak orang, dianggap kosong. Karena nama-nama pemain yang dikaitkan dengan Liverpool tersebut, berdasarkan attributes dalam Football Manager, tidak lebih baik dari Emre. Apalagi dengan catatan bahwa selama ini Emre belum pernah mendapat peran tetap, plus, usianya yang masih relatif muda, masih bisa diasah. Terutama untuk beberapa aspek utama sebagai seorang holding midfielder atau defensive midfielder

Terakhir, saya coba memberikan perbandingan dari sudut pandang paling trendi dan kekinian, serta paling sederhana. Youtube compilation. Di mana baru-baru ini muncul sebuah video yang seperti meyakinkan bahwa Paredes immune terhadap pressure, sehingga layak mengisi peran holding midfielder.

Silahkan simak video kompilasi berikut ini.

Saya pribadi tidak terlalu mau menjadikan kompilasi video sebagai patokan menilai layak tidaknya atau bagus tidaknya pemain. Tapi setidaknya dari kompilasi itu bisa dilihat Emre juga tidak kalah jika bicara masalah immune terhadap pressure. Selebihnya juga bisa dilihat kemampuan tackle, visi bermain dan kemampuan passingnya. Sekali lagi, sebuah kompilasi video hanya berisikan potongan-potongan video yang sesuai dengan apa yang akan disampaikan.

Pada intinya saya tetap berpendapat bahwa klub, dalam hal ini Klopp tidak lalai untuk menyeimbangkan lini tengah dengan tidak melakukan rekrutmen pemain untuk pos ini. Ditambah lagi dengan tidak dilepasnya Lucas Leiva. Faktor yang menurut saya, secara non teknis adalah langkah yang ditempuh Klopp untuk memberikan contoh bagaimana Lucas Leiva bertransformasi dari seorang box-to-box midfielder, menjadi seorang pemain piawai mengisi posisi defensive atau holding midfielder terbaik, setidaknya sebelum cedera parahnya, Desember 2012.

Bagaimana dengan Jordan Henderson?

Jordan Henderson adalah solusi temporer posisi defensive midfielder.

 

@ryswanto, 28 Agustus 2016

 



Bookmark and Share




Previous Post
Your Second Chance, Mr Lovren
Next Post
[Resensi Buku] Jurgen Klopp The Biography



Yanuar Ryswanto




0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Your Second Chance, Mr Lovren
Sebuah kesempatan memang datang tak terduga. Terkadang kesempatan datang di saat yang tidak tepat namun juga ada yang datang...