Artikel / Berita & Rumor / May 3, 2014

It Ain’t Over Till It’s Over

 

Shankly

José Mário dos Santos Mourinho Félix, lelaki 51 tahun kelahiran Setubal, Portugal ini memang tidak pernah saya sukai. Dan tak lupa saya selalu bersukur bahwa di 2004, Liverpool Football Club urung meminangnya untuk menukangi klub yang saya cintai ini. Mou, begitu dia sering disebut, seperti punya dendam tersendiri atas LFC semenjak itu. Dan mungkin dendam nya makin membara ketika pada 04/05 dan 06/07 anak-anak asuhnya disingkirkan di semifinal oleh klub yang batal memilihnya, Liverpool FC.

Hingga akhirnya akhir pekan lalu, si sombong yang memproklamirkan diri sebagai “The Special One” ini mengalahkan Liverpool. Kepuasan bagi nya. Kepuasan yang membuat kita semua murka.

Buat saya, bukan tentang strategi ultra defensive nya. Bukan juga sekedar karena klub kesayangan saya kalah. Lebih ke munafiknya semua kalimat yang keluar dari mulut pria Portugal ini.

The Hypocrite One.

Rasanya saya tidak akan kehabisan kata-kata untuk menjabarkan kebencian saya pada orang ini.  Sudahlah

THIS IS GONE

WE GO AGAIN – to Selhurst Park

Musim ini, kita patut bangga dengan semangat Liverpool. Bounce back dari kekalahan di game sebelumnya. Menyalurkan kemarahan, kekecewaan atas hasil tidak memuaskan, di pertandingan berikutnya. Hal yang sama juga semoga terjadi Selasa dini hari nanti. Suarez yang selalu enggan menerima kekalahan, jelas ingin kembali membawa LFC menuai poin. Menjaga peluang juara. Luis yang baru menorehkan 30 gol musim ini, masih butuh 4 gol lagi untuk menyamai rekor Andy Cole musim 93/94 dan Shearer musim 94/95 sebagai top skorer di era Premier League dengan gol terbanyak.

Sang Kapten, yang mungkin paling menyesali terpelesetnya dirinya hingga bola dikuasai Ba untuk jadi gol pertama Chelsea, merutuki peristiwa apes yang menyulitkan peluang melengkapi koleksi medali nya. Di kandang Crystal Palace nanti, mungkin akan tampil trengginas, termotivasi dan memimpin rekannya untuk membantai tuan rumah. Seperti diucapkan Rodges, Gerrard sudah sekian kali keluar dari situasi serupa, mengubah perasaan kecewa sebagai motivasi ekstra.

Sepakbola tidak seperti matematika. Sepakbola bukan melulu statistik. Akan tetapi, catatan rekor LFC saat bermain di Selhurst Park memang tidak terlalu impresif. Di ajang liga utama Inggris (Premier League dan 1st Division Championship), 13 kali bertemu, 5 dimenangi Liverpool, 4 dimenangi tuan rumah. Dan 4 sisanya, berbagi angka. Hal yang patut dicemaskan adalah sejak diasuh tukang parkir bis asli, 23 November 2013 lalu, performa kandang The Eagles cukup impresif. 8 kemenangan diraih, dengan hanya 1 draw, dan kalah 3 kali.

DON’T FUCKIN SLIP NOW !

Roberto Martinez dalam jumpa pers jelang pertandingan melawan Man City, mengatakan bahwa Everton akan selalu berusaha meraih kemenangan. Untuk nasib mereka sendiri. Bukan untuk memuluskan jalan Liverpool.

Meraih poin penuh juga akan tetap menjaga peluang mereka masuk jajaran elit Eropa lagi, setelah terakhir di 2006/2007 tersisih di babak kualifikasi. Everton juga tidak dalam kondisi keuangan yang bagus, jadi mimpi berlaga di Eropa jelas akan membantu menggembungkan pundi-pundi uang mereka. Untuk itulah, mereka akan bertarung habis-habisan agar bisa ke Eropa. Dan berharap Arsenal tergelincir.

Tamu mereka nanti, Manchester biru juga akan datang dengan semangat yang sama. Tidak merelakan kehilangan poin demi menjaga jarak dengan Liverpool.

Laga ini akan menjadi tontonan seru dan menarik, hiburan malam minggu. Utamanya buat para jomblo.

Andai (Tuhan, kabulkanlah) Everton dapat menumbangkan The Citizens di Goodison Park, bukan berarti jalan LFC menuju juara menjadi lebih mulus. Kita masih harus menunggu hingga Selasa dini hari untuk melihat, apakah kita juga bisa merubah nasib kita sendiri?

Sebaliknya, jika pun Toffees yang justru terjerembab di kandangnya sendiri, bukan berarti mimpi kita berakhir. City masih harus menghadapi tim-tim yang masih ada di lereng degradasi. Belum aman. West Ham dan Aston Villa

ANYTHING CAN HAPPEN

ANYTHING IS POSSIBLE FOR THOSE WHO BELIEVE

FOR THOSE WHO BELIEVE

Saya, juga beberapa sahabat dekat saya selalu meyakini. Jika memang Liverpool gagal juara, Tuhan (jieee, bawa-bawa Tuhan) mungkin sudah membiarkan kedudukan seri saat melawan Fulham, City. Atau mungkin Norwich berhasil menceploskan gol di menit-menit akhir beberapa pekan lalu. Kenapa harus di bawa sejauh ini dengan sudah cukup banyak drama?

Tuhan juga bisa jadi tidak membiarkan Chelsea kalah dari Sunderland, dengan gol dai Borini. Atau dari Stoke, dengan gol di penghujung laga dari Assaidi.

Sejak era Premier League, baru pada musim 2011/2012 lalu juaranya ditentukan oleh selisih gol. Siapakah juaranya ? Manchester City.

Tuhan mungkin tidak akan membiarkan Manchester City meraihnya dengan cara yang sama lagi musim ini.

Tuhan mungkin juga tidak akan membiarkan Liverpool kembali menuai kegagalan menjadi juara hanya karena selisih gol, seperti musim 88/89 saat Arsenal merajai Inggris meski dengan point sama.

Tidak mungkin.

Bias opinion? Whatever.

WE’LL NEVER GIVE UP, COWARDS GIVE UP ~ John Arne Riise

Pengamalan paling pas dari mantan bek kiri LFC yang mencetak gol spektakuler dengan kaki kiri andalannya ke gawang ManUtd itu, adalah dengan tetap berusaha untuk meraih kemenangan. Apapun hasil yang diraih pesaing terdekat kita, Manchester City dan Chelsea.

Jika mungkin Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang lain, barangkali dengan usaha keras di dua laga sisa, Dia akan berubah keputusan. Atau segera mensahkan bahwa Liverpool, atas keterdesakan kondisi (finansial dibanding City atau Chelsea), atau siksaan selama 24 tahun menunggu, akan segera menuai hasil manis, atas semua usaha kerasnya musim ini.

Bukankah akan jadi sesuatu yang dramatis dan akan bisa kita kenang seterusnya, seperti apa yang terjadi tahun 2005 di Istanbul, jika memang semuanya harus melalui sekian banyak drama, ketegangan ?

There’re so many IFS in this shite piece of writing.

It’s because …

It Ain’t Over Till It’s Over

(kata Lenny Kravitz, dalam salah satu lagu favorit saya)



Bookmark and Share




Previous Post
The Unsung Hendo
Next Post
The Judgement Day



Yanuar Ryswanto




0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
The Unsung Hendo
    Pahlawan. Orang yg menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela sesuatu yang dianggap benar. Pahlawan...