Berita & Rumor / December 19, 2013

It’s Still Too Early To Open The Pandora’s Box

pandora-s-boxZeus memberikan sebuah guci kepada Pandora, dan berpesan kepadanya untuk tidak membukanya dalam situasi apapun. Rasa penasaran Pandora, tidak bisa terbendung hingga akhirnya dia nekat membuka guci tersebut. Keluarlah iblis, setan dan kekuatan jahat lain di dalamnya, menyebar di muka bumi. Hanya tersisa satu di dalam guci tersebut, Elpis – The spirit of hope.

Pandora menyesal dengan apa yang dia lakukan, dan dia pun berfikir bahwa Zeus akan murka atas perbuatannya. Nyatanya, Zeus tidak menghukum Pandora atas kelalaiannya dalam menjaga amanat yang dia berikan, karena Zeus tau. Cepat atau lambat, Pandora akan membuka guci tersebut.

***

Jelang pertandingan melawan Spurs, akhir pekan lalu, saya terlibat diskusi dengan seorang kawan yang lebih paham mengenai taktik sepakbola. Dan dalam diskusi tersebut kami membahas tentang pemain sebagai individu, atau pemain sebagai team player. Sebuah taktik, apapun formasi nya, akan bisa berjalan dan menuai hasil bagus jika dalam setiap skema, masing-masing posisi diisi oleh pemain yang tepat. Tepat dalam hal ini, memiliki kemampuan lebih secara individu, serta mampu menggunakan kemampuannya tersebut dalam sebuah sistem (team player)

Hingga pagi ini, saya masih belum bosan menonton kembali penampilan LFC yang memporakporandakan White Hart Lane dan seluruh isinya. Penampilan terbaik Liverpool FC musim ini. Baik dari permainan, maupun hasil akhir yang diraih. Kekaguman saya atas bagaimana redmen bisa bermain seperti itu, membuat saya selama 3 hari ini menelusuri laman-laman yang membahasnya.

Dari banyak laman yang saya kunjungi, salah satu yang paling menarik menurut saya adalah komentar Rodgers selepas pertandingan.

“It was probably the most complete performance since I’ve been here,”

“It was a brilliant all-round performance.

“The players worked tirelessly. The level of football was superb.

It was everything that we wanted out of the game – in terms of how we operated and pressed the ball. That earned us the right to play.

“I loved our arrogance on the ball today: lots of angles, lots of movement.”

Tottenham-Hotspur-v-Liverpool-Premier-League-2930936

Dari apa yang dikatakan Rodgers, saya menganggap bahwa sepakbola seperti yang ditampilkan Liverpool FC, Minggu malam lalu itulah yang bukti nyata dari filosofi sepakbola Rodgers – yang seringkali malah jadi bahan tertawaan sejumlah fans – saat bisa diterapkan dengan benar, dengan personil yang tepat. Hal tersebut juga diamini oleh banyak pengamat sepakbola, dalam kolom-kolom media ternama di tanah Inggris sana.

Sirna lah kekhawatiran atas absen nya Gerrard yang sedang dirundung cedera, lenyap juga perasaan takut melihat lini tengah LFC tanpa sang panutan, akan di bully oleh gelandang-gelandang Spurs yang menggantikan seorang Gareth Bale. Tergantikan dengan penampilan impresif, dominasi penguasaan bola, 5 gol tanpa balas di kandang lawan, tanpa sang Kapten. I couldn’t ask for more.

Dalam artikel terakhir saya sebelum ini, How Hard (without) Gerrard saya menyebutkan bahwa Allen akan menjadi katalis baru permainan Liverpool. Allen adalah peng-ejawantah filosofi sepakbola Rodgers. Tak heran, Allen menjadi pemain pertama yang direkrut Rodgers di awal masa jabatannya. Mobilitas, awareness, flair dan willingness Allen menjadi kunci keberhasilannya menjadi dirigen serangan Liverpool saat itu. Ditopang dengan disiplin dan awareness nya Lucas yang berpatroli di belakangnya. Energi dan determinasi Henderson yang melakoni perannya bermain di belakang Suarez dengan baik, melengkapi Midfield Three (triangle) yang seringkali disebut oleh Rodgers sebagai nyawa permainan.

Bagaimana efisien nya trio Lucas – Hend0 – Allen merusak permainan lini tengah Spurs, dan bagaimana mereka mengendalikan transisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya, adalah sesuatu yang tidak kita lihat saat ada Gerrard. Kenapa demikian ? Silahkan anda simak kembali artikel ini Brendan Rodgers’ Tactical Approach 

Liverpool.formation-in-possession Kemudian baca keterangan berikut ini

Zone 5 – the box to box creative midfielders – flair, the ability to change the pace of the game within a second, the decision of when to do so and an all round technical ability are required to fulfil the roles in zone 5. Zone 5 players are expected to continually find space amongst the ‘traffic’ and complete the triangles in possession. The players should not constantly look to create the spectacular but are expected to simply knit the possession and keep the ball more often than not. Steven Gerrard is one player who may have to adapt to fit within this role and play keep ball rather than looking to create often – however will no doubt still act as a catalyst to change the game.

Analisa tersebut, menjawab pertanyaan dalam paragraf sebelumnya.

Kembali lagi pada teori, suatu strategi akan berjalan dan membuahkan hasil positif jika didalamnya berisikan pemain yang tepat. Jika melihat apa yang ditampilkan LFC saat meluluhlantahkan Spurs, apakah berarti Henderson – Allen adalah pemain yang lebih tepat dibandingkan Gerrard? Lebih jauh lagi pertanyaannya selanjutnya, apakah memang sudah benar saatnya Rodgers mengurangi waktu bermain Gerrard?

AVB dengan Spurs nya, masih persistent dengan “filosofi” sepakbola menyerang yang dilengkapi dengan lini pertahanan yang bermain tinggi. Meskipun musim ini saja, filosofi tersebut belum membuahkan hasil. Di sisi lain, Rodgers (juga manager lainnya) sudah sangat paham dengan gaya permainan yang diusung AVB. Titik lemah dari strategi tersebut di-eksploitasi. Penempatan pemain seperti Hendo yang cerdik dalam memanfaatkan ruang, menjadi salah satu kunci porak porandanya lini pertahanan Spurs – yang ditinggal pilar pilar utamanya karena cedera. Selain juga tentunya, brilliant nya Suarez.

Gaya permainan yang sudah terbaca, faktor bermain di kandang dan lebih terbuka, kondisi lini belakang Spurs yang dieksploitasi oleh kejelian Rodgers dalam menempatkan pemain pemain di tiap zona permainan berdasarkan filosofinya tersebut, adalah faktor lain yang mendukung kecemerlangan penampilan Liverpool. Akan tetapi, komposisi lini tengah LFC yang kemarin itu belum kita lihat kinerja nya saat melawan tim-tim yang rapat bertahan. Utamanya, saat bermain di Anfield. Gerrard yang musim ini sangat mematikan dengan eksekusi bola mati nya (6 assist) , mungkin akan sangat dirindukan saat menghadapi lawan yang menerapkan strategi parkir gunung di depan gawang.

Masih harus kita tunggu, paling tidak nanti melawan Cardiff.

***

Rodgers adalah Pandora, lini tengah Liverpool yang masih dihuni oleh Gerrard adalah guci yang diberikan Zeus.

Rodgers jelas sudah sangat penasaran ingin membuka guci tersebut, merombak lini tengah Liverpool, paling tidak dengan komposisi idamannya, seperti yang tampil saat lawan Spurs kemarin. Akan tetapi, mungkin terlalu terburu-buru untuk membuka  guci tersebut sekarang ini, meski Zeus (supporter) tak akan murka, karena sudah tau, akan tiba saatnya Gerrard gantung sepatu. Dan mungkin, trio Lucas – Hendo – Allen adalah Elpis – the spirit of hope

It’s still too early to open the Pandora’s box !



Bookmark and Share




Previous Post
How Hard (without) Gerrard.
Next Post
Kontrak Baru Suarez Dari Dua Sudut Pandang



Yanuar Ryswanto




4 Comments

Dec 19, 2013

Well good writing. Ditunggu pandora nya benar-benar dibuka, dan muncul Elpis2 yg lain yg bahkan lebih baik dari elpis di WHL kemarin. YNWA


Dec 19, 2013

Artikel yang sangat bagus kang Yanuar. Menyisakan judul yang emang menjadi salah satu perdebatan hangat saat ini. Akankah sudah saatnya untuk mencadangkan our skipper SG8? Emang mungkin masih terlalu awal untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Toh baru menjalani satu pertandingan sangat sukses tanpa sang kapten. Setelah melihat permainan dan hasil pertandingan ke depan vs. Cardiff, Man City, Chelsea yang kemungkinan masih tanpa kehadiran Captain Fantastic barulah mungkin kita sedikit bisa menjawab pertanyaan di atas. Sangat menarik kita tunggu jawabannya. Semoga ke depan dan seterusnya dengan ataupun tanpa SG8 yang ada hanyalah Golden Sky untuk Liverpool FC tercinta kita. Amin. YNWA


Dec 20, 2013

tulisan yang bagus min… keep it up!


Dec 26, 2013

Saat melawan Spurs jujur saya merasa ‘lupa’ bahwa kita masih punya Gerrard. Terlepas dari betapa frustasinya saya mencoba menganalisa tepat & bagusnya peran Allen. Dan baru beberapa match terakhir mengamini kerennya permainan Hendo tp 90 menit lebih di WHL itulah yang saya tuntut dari LFC selama ini. Permainan yang mengagumkan dan menang telak (alhamdullillah cleansheet)

Mungkin memang sudah saatnya saya siapin mental sejak saat ini utk kehilangan Gerrard… hiks…
but at least let’s hope that Captain Fantastic will lift the 19th before he hang his boot.

As always…great writing masndan 🙂



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
How Hard (without) Gerrard.
Anfield, 7 Desember 2013, dalam pertandingan ke-3 dari 8 yang akan dijalani dari periode awal Desember 2013 hingga awal Januari...