Artikel / Feature / September 2, 2011

Kembalinya ‘Pass & Move’ ala King Kenny

Tulisan ini disumbangkan oleh Yardin Octora ( @_octora). Tulisan2 lainnya dari Tora bisa dilihat di http://thekop.liverpoolfc.tv/yardinoctora

 

Masih diingatan kepala kita semua bagaimana tiga pertandingan awal LFC di laga EPL musim 2010-2011 lalu cukup mengecewakan. Kehilangan tiga poin penuh akibat ‘insiden Reina’ di menit akhir ketika menjamu Arsenal di Anfield, diikuti dengan kekalahan telak 3-0 di City of Manchester Stadium (Sekarang Etihad Stadium), kandang Manchester City tidak dapat terobati dengan kemenangan tipis 1-0 di pertandingan ketiga melawan West Bromich Albion.

 

Pada laga EPL musim ini, pertandingan pembuka di Anfield melawan Sunderland boleh jadi menuai hasil seri yang sama dengan musim sebelumnya, 1-1, dan lagi-lagi muncul nada kekecewaan dari beberapa fans. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, karena di tiga laga selanjutnya, the Reds mulai menunjukkan penampilan yang sangat meyakinkan. Adalah kemenangan 0-2 melawan Arsenal di Emirates, 1-3 melawan Exeter City di ajang Carling Cup dan diikuti dengan skor 3-1  ketika melawan Bolton di Anfield yang menjadi justifikasi bahwa tim ini sedang bangkit kembali.

 

Seringkali kemenangan ditanggapi dengan pujian terhadap salah satu pemain. Dan setelah eranya Gerrard dan Torres, kali ini giliran Luis Suarez yang menjadi pahlawan Kopites. Tapi coba lupakan sejenak mengenai Suarez, karena kemenangan yang diraih jelas merupakan andil dari seluruh tim termasuk ‘the new kids on the kop’. Secara perlahan kita dapat melihat impact yang diberikan oleh Downing, Henderson, Adam dan Enrique.  Dan walaupun sebagian besar fans menganggap tidak ada satupun dari mereka yang merupakan marquee signing, namun seluruh pemain tersebut sangatlah fungsional; berperan sangat penting di dalam membentuk permainan yang disuguhkan tim pada saat ini.

 

Satu hal yang perlu kita cermati dalam mengamati perkembangan tim di tahun ini adalah kembalinya tipe permainan ‘Pass and Move’ ala King Kenny yang dianggap sebagai ‘Tiki Taka’ nya Inggris. Musim lalu, permainan ‘Pass and Move’ dengan jelas diperlihatkan ketika LFC menghantam Fulham 2-5 di Craven Cottage. Pada saat itu terlihat dengan jelas bagaimana para pemain dengan sangat yakin memainkan bola dari kaki ke kaki tanpa harus menerapkan sistem long ball.

 

Di sisi lain banyak pihak berpendapat bahwa LFC akan dapat memainkan ‘Pass and Move’ dengan sangat baik bila Andy Carroll tidak bermain di lapangan. Karena sejauh ini tendensi long ball sangatlah tinggi bila Big Andy bermain di lapangan. Tapi jangan lupa, permainan ini pernah disuguhkan di pertandingan pembuka melawan Sunderland, (dengan Carroll di lapangan) walaupun pada saat itu kita hanya dapat menyaksikannya selama 35 menit di babak pertama (coba cek kembali rekaman ulangnya di lfc.tv). Jadi tidak ada alasan Carroll tidak dapat ikut memainkan ‘Pass and Move’. Pada pertandingan terakhir melawan Bolton  kita dapat melihat ‘Pass and Move’ yang sesungguhnya, dimana Suarez, Downing, Kuyt dan Hendo melakukan banyak pergerakan yang sangat kreatif dengan berbagai kombinasi passing. Sementara itu Charlie Adam dan Lucas sukses merajai lapangan tengah.

 

Minggu depan kita akan menghadapi Stoke di kandang mereka, ‘The Britannia’, dan hal ini bukanlah tugas yang mudah mengingat Stoke adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Belum lagi dengan 3 signing terbaru mereka: Palacios, Crouch dan Jerome. Ke-efektivitasan permainan ‘Pass and Move’ pun akan diuji di laga tersebut. Namun hingga saat ini saya rasa semua cukup setuju bahwa permainan ini tidak hanya atraktif dan menarik untuk disaksikan, tapi juga membuahkan hasil yang positif. Karena pada akhirnya yang terpenting adalah meraih 3 poin penuh.


Tags:  KingKenny

Bookmark and Share




Previous Post
Musim Panas Yang Sibuk
Next Post
Transformasi di Liverpool FC







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Musim Panas Yang Sibuk
  Jadi pada sampe jam berapa tadi pagi begadangnya? Hahahaha. Saya sendiri kurang dari 1 jam transfer window tutup,...