Artikel / March 9, 2011

Kisah seorang Andy Carroll (part1)

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel berseri berjudul sama dari liverpoolecho.co.uk yang ditulis oleh Neil Jones

The Andy Carrol Story part one: Bagaimana seorang bek kiri mungil bisa menjadi seorang LFC No. 9.

Saat itu sekitar pukul 16.40 waktu Newcastle tanggal 10 Januari 2009 dan Newcastle United sedang dalam masalah besar. Dengan hanya mampu meraih 5 kemenangan sepanjang musim dan masalah internal yang mencekik klub dari dalam, The Toon Army mulai kehilangan kesabaran saat West Ham United membalikkan keadaan ketinggalan 1-0 menjadi unggul 1-2 di St. James’ Park.

Lebih sebagai spekulasi, Damien Duff mengirimkan umpan crossing ke dalam kotak pinalti dari sisi kiri. Sesuatu yang telah dia lakukan sepanjang pertandingan tanpa ada hasil. Hanya kali ini, umpan silangnya meraih jackpot. Bola yang dia kirim mendarat di sebuah kepala muda dengan kunciran dan melesak bagai peluru melewati Robert Green dan masuk ke gawang West Ham.

Selamat datang di Premier League, Andrew Thomas Carroll.

Penyerang tengah yang jangkung itu baru saja berulang-tahun ke 20 4 hari sebelumnya dan menerima cibiran tanpa ampun dari teman-teman setimnya ketika dia tiba di tempat latihan dengan rambut cornrow yang tidak biasa. Pertandingan lawan West Ham itu adalah penampilan perdananya sebagai starter di St James’ dan gol di menit ke 78 tersebut adalah gol perdananya untuk Newcastle. Setelah mengalami duduk menonton di Jackie Milburn Stand dan memimpikan mengikuti jejak idolanya Alan Shearer, Carroll akhirnya berhasil mewujudkan mimpi masa kecilnya.

“Saat itu adalah perasaan terbaik di dunia.” Ujarnya usai pertandingan, ” Sesuatu yang akan saya kenang sepanjang hidup saya dan sesuatu yang selalu saya impikan sejak saya masih kecil”

“Saya sebenarnya tidak tahu apa yang harus saya lakukan (Usai mencetak gol). Saya hanya melompat, mengepalkan tangan di udara dan menyimpan luapan emosi saya di dalam. Tapi itu berarti sungguh besar bagi saya”

Pada akhirnya, sumbangsih Carroll versus West Ham tersebut tidak berpengaruh banyak menahan kejatuhan Newcastle. Mereka akhirnya terdegradasi dari Premier League 4 bulan kemudian setelah hanya mampu memenangkan 2 dari 17 pertandingan sisa mereka.

Namun bagi Carroll, awan hitam yang bertengger di atas Tyneside kala itu mempunyai hikmah yang indah. Dia tampil 16 kali untuk the Magpies musim itu dan mencetak 3 gol. Dia memang harus menuju Championship, tapi seorang Andy Carroll telah ‘lahir’.

Lahir di Gateshead, 6 Januari 1989, Carroll, bersama ibu, ayah dan 2 saudara laki-laki – yang selalu menonton setiap Carroll main – adalah supporter fanatik Newcastle.

Bekerja sebagai ball-boy di St. James’ Park selama 3 tahun, remaja cungkring ini ditemukan oleh klubnya ketika sedang bermain untuk tim lokal Low Fell Juniors.

Alan Jarvis, seorang pelatih di klub Wallsend Boys yang terkenal – yang melahirkan pemain-pemain seperti Peter Beardsley, Michael Carrick dan Shearer – adalah orang yang merekomendasikan Carroll kepada petugas rekruitmen Newcastle Peter Kirkley. Jarvis ingat melihat Carroll muda menghancurkan timnya saat bermain untuk Low Fell dan berkata bahwa Carroll jelas memiliki kualitas spesial.

“Dia adalah anak kecil penuh skill yang bermain di sisi kiri dengan talenta dan kemampuan yang besar” Ingat Jarvis, “Yang pasti saya tidak menyangka dia akan menjadi pemain depan setinggi 6 kaki 4 inci”

“Saya langsung tahu saya sedang menyaksikan pemain yang spesial. Dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki pemain lainnya”

Sunderland kemudian tertarik meminang Carroll, tapi hanya ada satu klub yang ada di pikiran Carroll.

Dia bergabung dengan Newcastle di usia 11 tahun, namun sempat terpendam di akademi setelah di fungsikan sebagai pemain kiri belakang.

Berkat intervensi John Carver yang kala itu menjabat sebagai direktur di akademi Newcastle – kini asisten manager di Newcastle United – juga berkat pertumbuhan badan yang pesat di usia 15 tahun Carroll mampu tumbuh menjadi penyerang penuh aksi dan bertenaga seperti sekarang.

“Hal ini kerap terjadi,” ujar Carver. “Pemain berkaki kidal sering diminta melakukan tugas tertentu untuk tim. Andy bergabung dengan kita sebagai pemain depan tapi mesti dipindahkan ke bek kiri karena kita kekurangan pemain di posisi tersebut”

“Di akhir musim, sebuah keputusan harus di ambil untuk masa depannya dan beberapa pelatih beranggapan dia tidak cukup bagus”

“Beberapa orang mendukung dia dan pada akhirnya, tergantung pada saya apakah dia akan menerima beasiswa 2 tahun”

“Kamu tidak bisa menilai seseorang ketika mereka bermain di luar posisi natural mereka. Untungnya, saya sempat melihat dia bermain di depan sehingga keputusan itu menjadi mudah”

Keputusan mudah itu akhirnya menjadi keputusan yang sangat menguntungkan. Seperti Malcolm MacDonald, pemain No. 9 Newcastle era 70an, Carroll melalui perubahan dari bek kiri yang canggung menjadi penyerang pencetak gol yang agresif, mirip dengan gaya Alan Shearer. Namun Carver beranggapan bahwa ada kemiripan yang lebih nyata dengan mantan penyerang Newcastle yang lain.

“Sir Bobby Robson selalu berkata bahwa cara terbaik untuk menilai pemain adalah dengan membayangkan dirimu bermain melawan pemain tersebut.” ujar Carver. “Jika kau menikmati bermain melawan seorang lawan tertentu, maka orang itu tak akan menjadi pesepakbola hebat.”

“Pahlawan besar bagi Andy adalah Alan Shearer, tapi, bagi saya, dia lebih mirip dengan Duncan Ferguson” tambahnya

“Tidak ada pemain bertahan yang menantikan prospek bermain melawan Andy Carroll. Dia menganggu mereka, menyulitkan mereka dan tak akan membiarkan mereka tenang selama bermain. Dia tentunya lolos ujian Sir Bobby Robson”

Ujian itu bukan satu-satunya yang berhasil dia lewati di Newcastle. Selalu menjadi target di udara, Carroll bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya bermain mengolah bola di bawah. Ia menghadiri latihan ekstra untuk fokus ke kemampuan teknis”

Mantan bintang Liverpool dan Newcastle Terry McDermott bertemu dengan remaja yang masih mentah ini ketika bekerja bersama Lee Clark di tim reserve Newcastle United dan berkata bahwa Carroll saat itu belum dapat dipastikan bisa naik kelas ke tim utama.

“Kita semua tahu dia memiliki sebuah keistimewaan dengan ukuran tubuh seperti itu” cerita McDermott terhadap ECHO “Namun saya akan menentang setiap orang yang berkata bahwa saat itu Carroll sudah diramalkan akan berhasil di Newcastle dan menjadi seperti sekarang ini”

“Kita semua punya firasat dia akan dapat kesempatan menjadi pemain tapi tidak ada yang 100% yakin. Itulah mengapa ia dipinjamkan ke Preston.

“Saya biasa membuatnya melakukan shooting dan tendangan volley dan hal-hal seperti itu dan dia bisa menembak masuk ke sudut gawang dari jarak 30 yard namun kemudian sama sekali gagal mengenai bola di percobaan berikutnya”

“Saya dan Lee kerap berbicara kepadanya untuk meningkatkan teknik bermainnya. Kita tahu dia mempunyai kemampuan untuk menjadi pemain yang sangat bagus, tinggal bagaimana dia membawa diri dan bekerja keras untuk berkembang”

Dan dia pun berkembang. Pada bulan November 2006, dia menjadi pemain termuda sepanjang sejarah Newcastle di kancah Eropa saat tampil sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Palermo di UEFA Cup saat berumur 17 tahun, 300 hari.  Debutnya di liga datang ketika melawan Wigan di bulan Februari setelah itu dan dia kemudian memimpin klubnya menuju ke semifinal FA Youth Cup tahun 2007 yang menjadi awal dirinya menjadi sosok bagai jimat bagi tim reserve Newcastle.

“Saya ingat saat melawan Middlesbrough di Riverside” ingat McDermott. “Dan dia sama sekali tidak bisa di jaga. Dia mencetak hatttrick, melawan tim dengan pemain-pemain berpengalaman, dan dia sungguh fantastis. Engkau bisa melihat dia terus menjadi semakin bagus”

Panggilan internasional kemudian menyusul. Carroll memulai debutnya di timnas Inggris U-19 bulan September 2007 dengan mencetak gol saat mengalahkan Belarus 4-0. Saat itu dia sedang bermain di Preston dengan status pemain pinjaman selama 6 bulan.”

Manajer Preston Paul Simpson mendeskripsikan Carroll sebagai “Target man bagus dengan potensi berlimpah” tapi Simpson kemudian akhirnya meninggalkan klub tersebut di bulan November, karena timnya sedang dalam kesulitan.

Pengganti Simpson, Alan Irvine, masuk dan langsung menunjukkan otoritasnya dan seorang striker muda yang masih mentah tidak masuk dalam rencananya dan pada akhirnya di pulangkan ke Newcastle setelah hanya mencetak satu gol – sebuah sundulan tentunya”

“Sebelum dia pergi saya sempat berbicara dengannya,” Kata Irvine. “Dan bilang kepadanya bahwa dia bisa jadi sebaik yang dia mau tapi untuk itu dia mesti menjadi profesional 100%.”

Beruntung bagi Carroll, Irvine bukan satu-satunya orang yang beranggapan demikian. Walaupun peminjamannya ke Preston tidak berbuah sukses seperti yang dia inginkan, namun karirnya berkibar semakin mantap sejak kembalinya dia ke St. James’ Park. (bersambung)

Andy Carroll Facts:

Nama Lengkap: Andrew Thomas Carroll

TTL: Gateshead, 6 Januari 1989

Tinggi badan: 6 kaki 3 inci (190cm)

Posisi: Center Forward

Club:

2006-2011 Newcastle United (91 kali tampil/33 gol)
2007-2008 Preston North End (loan) (11 kali tampil/1 gol)
2011- Liverpool FC (1 kali tampil)

International.

England (1 kali tampil/0 gol)

• Carroll adalah topskorer Newcastle musim 2009/2010 dengan 19 gol yang membawa timnya promosi ke Premier League
• Setelah di beri nomor punggung 9 musim 2010/2011, Carroll mencetak 11 gol di 20 game pertamanya, termasuk hattrick melawan Aston Villa dan gol-gol penting melawan Man. City, Chelsea, Liverpool dan Arsenal.
• Carroll dibeli LFC pada 31 Januari, 2011 seharga £35m, memecahkan rekor pembelian untuk seorang pemain Inggris.
• Carroll melakukan debutnya bersama Liverpool ketika timnya mengalahkan Man. United di Anfield 6 Maret 2011.

(diterjemahkan oleh MN)

 

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
Tentang THE KOP.
Next Post
Jadwal Pertandingan Liverpool di BPL









More Story
Tentang THE KOP.
1) ‘Kop’ adalah salah satu sektor/teras penonton berdiri, yang kecuraman nya mirip Bukit tempat pertempuran Spion Kop,...