Artikel / August 12, 2011

LFC 2011-2012 – Optimisme dalam perspektif

Setelah huru-hara di UK mereda, tampaknya Sabtu ini pertandingan antara LFC melawan Sunderland akan tetap berlangsung. Sebuah awal yang lumayan menantang melawan tim yang mampu menahan seri kita di Anfield musim lalu. Namun begitu banyak hal sudah terjadi sejak dua gol dari Darren Bent nyaris mempermalukan kita di kandang sebelum akhirnya Steven Gerrard menyelamatkan LFC, untuk kesekian kalinya.

Sejak pertandingan itu, sudah sekitar £100m dikeluarkan oleh FSG untuk memperkuat LFC. Di mulai dari pembelian Suarez dari Ajax yang memecahkan rekor pembelian pemain di LFC untuk sesaat sebelum kembali dipecahkan beberapa hari kemudian dengan pembelian Andy Carroll seharga £35m dari Newcastle. Pembelian ini berlanjut di musim panas ini dengan didatangkannya Henderson, Adam, Doni dan Downing secara berturut-turut dan sementara ini berakhir dengan pembelian Jose Enrique, juga dari Newcastle, untuk memperkuat sisi kiri pertahanan yang selama ini diisi Aurelio yang rentan cedera, Insua yang nasibnya belum jelas pasca dipinjamkan, Robinson yang masih sangat muda dan Konchesky yang sudah di lego.

Revolusi pembelian pemain ala Dalglish-Comolli ini tentunya juga menjadi statement kuat dari owner, baik kepada fans, juga kepada rival Liverpool di liga. Berlalu sudah jaman Liverpool mesti menjual pemain untuk memperkuat tim. Namun dibalik investasi tentu ada ekspektasi dan semakin besar investasi tentu semakin besar pula ekspektasinya. John Henry beberapa lalu melalui social media Twitter menyiratkan bahwa ‘Akan mengecewakan, apabila LFC tidak berhasil masuk 4 besar musim ini’. Kalau hal itu awalnya terlihat sebagai tantangan bagi Dalglish, respon dari King Kenny justru lebih percaya diri, “Peringkat 4? Kenapa tidak sekaligus mencoba menjadi juara?” ujar The King di sebuah konferensi pers.

Lalu manakah ekspektasi yang realistis untuk LFC musim ini dengan skuad yang ada sekarang? Kalau ditanya pendapat pribadi sebagai seorang supporter tentunya menjadi juara adalah keyakinan yang akan selalu di proklamirkan setiap menghadapi musim. Namun patut di ingat, ini adalah tahun pertama, setelah sekian lama, kita memanfaatkan transfer window untuk memperkuat tim. Memperkuat tim berarti menambah kualitas dan mamperkuat persaingan di semua sisi, bukan mencari pemain yang bisa di jual supaya bisa menambal posisi yang bolong seperti di era Tom Hicks dan rekan Texasnya. Ini adalah tahun pertama FSG berkesempatan berinvestasi untuk mengejar rival-rival yang telah lebih dahulu mengeluarkan jutaan poundsterling untuk membangun sebuah skuad. Ini juga adalah tahun pertama Kenny Dalglish, di bantu oleh Damien Comolli,  bisa benar-benar membangun tim sesuai yang dia inginkan dengan dukungan yang luar biasa dari Henry dan Werner. Tentunya butuh waktu untuk mengejar rival-rival di EPL dan selagi kita memulai proses ini, rival-rival kita juga tidak tinggal diam dalam meningkatkan skuad mereka. Ini tentu saja akan membuat usaha LFC untuk kembali ke papan atas tidaklah mudah, namun bukan berarti mustahil. Kata mustahil memang tidak pernah punya arti bagi Liverpool. Tantangan ini hanya membuat kita harus lebih cerdik, lebih fokus dan lebih solid sebagai unit untuk mampu bersaing di papan atas liga. Kita mungkin tidak punya dukungan finansial seroyal City atau Chelsea, tapi kita terlihat sedang membangun sebuah tim yang solid di dalam dan di luar lapangan. Membangun kualitas tim juga membangun kualitas manajemen pendukungnya. Memperkuat persaingan di lapangan dan juga memperkuat persaingan di dalam bisnis dan komersial untuk mengokohkan brand Liverpool Football Club yang sudah terkenal di seluruh dunia dan membuat tim ini lebih mapan secara jangka panjang.

Kekokohan tim bentukan FSG inilah senjata utama kita memasuki musim 2011-2012 ini. Kebersamaan dengan visi yang jelas dan sejalan. Di tambah kemauan semua orang yang terlibat, baik itu pemilik, manager, pemain hingga supporter di Anfield, di London maupun di Jakarta, untuk memberikan yang terbaik bagi LFC. Ini semua tidak di ragukan lagi bagi penulis, telah tercermin dari apa yang sudah di lakukan sejauh ini dan itulah yang membuat saya pribadi yakin, lebih dari pembelian pemain termahal sekalipun, bahwa kita sedang bergerak maju. In Liverpool FC we trust. Bring on Sunderland!

(mn)

 



Bookmark and Share




Previous Post
Para Penjaga Gawang Liverpool Dalam Sejarah (Terjemahan)
Next Post
VENUE NONBAR LFC







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Para Penjaga Gawang Liverpool Dalam Sejarah (Terjemahan)
Pendahuluan Berawal dari perdebatan hangat di twitter, yang bermula dari komentar seorang pengguna twitter yang berpendapat...