Berita & Rumor / October 13, 2010

#LFCtrial – Ringkasan persidangan penentu masa depan LFC

Kemarin sore (waktu Indonesia) merupakan saat-saat menegangkan bagi semua orang yang berhubungan dengan Liverpool. Seperti yang bisa dilihat di timeline @LFC_ID, adu argumen dari kedua belah pihak di hadapan hakim yang nantinya akan membuat keputusan yang sangat penting bagi masa depan LFC berjalan alot. Bagi supporter yang tidak mengikuti persidangan, berikut ini ringkasannya dari berbagai sumber, terutama dari live report di web guardian.co.uk

Awalnya, persidangan ini adalah mengenai kasus tuntutan injunction dari RBS terhadap Hicks. Definisi Injunction adalah perintah pengadilan kepada seseorang untuk berhenti/tidak melakukan suatu hal tertentu. Dalam hal ini RBS meminta pengadilan mencegah Hicks mengganti dewan direksi (Seperti kita ketahui, Hicks mengganti Purslow dan Ayre dengan salah satu putranya plus kolega bisnisnya). Tujuan Hicks mengganti dewan direksi adalah karena dalam pemilihan suara untuk menentukan penjualan, dia dan Gillett kalah suara 2 berbanding 3 (Broughton, Ayre, Purslow/B+A+P). Apabila pengadilan menjatuhkan injunction ini kepada Hicks maka susunan direksi tetap dan tidak berubah sehingga penjualan LFC ke NESV pun tentunya dianggap melalui proses yang sah.

Baru diketahui kemudian bahwa sehari sebelum sidang, Hicks mengajukan tuntutan balik kepada direksi LFC yang mereka sebut telah membuat ‘sub-committee’ sepihak dan telah membuat keputusan penjualan yang tidak sesuai dengan perjanjian dengan Bank karena tidak mempertimbangkan alternatif tawaran yang ada. Hal ini membuat persidangan kasus menjadi meningkat dan melibatkan tiga pihak langsung yakni pihak pemilik (Gillett+Hicks/G+H), pihak bank pemberi hutang (RBS) dan pihak direksi klub (B+A+P).

Dalam tuntutannya, RBS mengklaim pihak G+H berusaha membuat kebingungan dalam proses penjualan ini sehingga penjualan akan tertunda dan melewati tenggat waktu 15 Oktober atau Jum’at ini.

Pihak G+H mengcounter dengan mengatakan mereka tidak sedang berusaha mencegah penjualan dan bahwa mereka sebenarnya sudah menerima fakta bahwa klub ini harus segera dijual, tapi mereka mengklaim bahwa dewan direksi klub (B+A+P) terburu-buru menjual klub tanpa melalui proses yang benar dan tanpa mempertimbangkan alternatif tawaran yang ada yang menurut mereka lebih baik dari tawaran NESV.

Pihak G+H juga mengklaim bahwa tidak ada deadline 15 Oktober dalam perjanjian mereka dengan RBS, adapun deadline yang ada, menurut mereka, baru akan jatuh pada tanggal 1 November 2010. Hal ini di bantah oleh RBS dan dianggap sebagai permainan semata dari pihak G+H untuk mengulur waktu.

Adapun alternatif pilihan yang di maksud Hicks dalam pembelaan (sekaligus tuntutan kepada direksi) mereka adalah
1. Meriton (Peter Lim)
Seperti berita yang beredar kencang menjelang sidang, Peter Lim adalah pengusaha asal Singapura yang anehnya adalah fans Manchester United dan bahkan memiliki beberapa bar dan klub bertemakan MU yang tersebar di Asia. Tawaran mereka yang mereka rilis pada statement yang hampir bersamaan dengan sidang adalah sebesar £360m, dimana £320m untuk membayar hutang-hutang klub plus investasi lain dan £40m untuk pembelian pemain.

2. Mill Financial (Perusahaan milik Dwight Schar, milyarder asal US pemilik Washington Red Skins)
Baru-baru ini diketahui bahwa Mill Financial sebelumnya telah mengambil alih sebagian saham George Gillett ketika dia dianggap tidak mampu membayar (Default). Menurut Hicks, seharusnya pada hari kamis kemarin, sehari sebelum statement klub tentang penjualan ke NESV, Mill Financial dijadwalkan untuk bertemu dengan Martin Broughton namun kemudian dibatalkan oleh Broughton. Penyebab pembatalan ini yang dipertanyakan Hicks di pengadilan. Mill Financial kabarnya siap membayar seluruh hutang klub sekaligus menyiapkan £100m untuk modal awal membangun stadium baru.

Pembelaan dari Lord Grabiner QC (LGQC) yang mewakili direksi LFC adalah bahwa dewan direksi telah melakukan pendekatan ke 130 pihak dalam melakukan penjualan klub dan bahwa semua ini telah melalui proses yang menyeluruh dan terencana dengan baik. Menurut LGQC, tawaran alternatif yang masuk ke meja direksi jumlahnya dibawah tawaran NESV. Ketika Meriton (Peter Lim) melihat jumlah penawaran NESV baru lah mereka meningkatkan penawarannya. Di samping itu, menurut LGQC, adalah tugas direksi untuk memilih calon pembeli yang tepat dan sesuai. Kalau mereka sudah memilih NESV maka itu sudah jadi keputusan mereka. Pengacara Hicks juga ikut mendengarkan ketika dewan direksi membicarakan dan memutuskan menerima tawaran NESV sehingga tuduhan Hicks yang menyebutkan bahwa dia dan Gillett tidak di ikut-sertakan dalam pengambilan keputusan tersebut tidaklah benar. Menurut LGQC, G+H sengaja bermanuver dengan ‘licin’ untuk menunda-nunda proses penjualan waktu itu karena NESV memberikan deadline 5 Oktober untuk mempertimbangkan tawaran mereka.

RBS sendiri mengaku bahwa mereka sudah bersedia mengabaikan fee puluhan juta pound yang seharusnya mereka terima dari denda pembayaran hutang karena mereka ingin LFC bisa terjual sesegera mungkin dan menghindari administrasi yang akan membuat proses penjualan klub menjadi rumit, apalagi ditambah hukuman pengurangan 9 point bagi klub yang baru meraih 6 point sejauh ini di liga. Statement mereka juga menyebutkan “RBS adalah pihak bank pemberi hutang yang berhak menerima pembayaran pada hari jum’at 15 Oktober nanti sebesar £200m. Usaha-usaha pihak G+H menghambat proses tersebut tidak dapat dibenarkan”

Demikianlah maka terjadi desakan dari pihak direksi dan RBS kepada sidang untuk segera memutuskan kasus ini sebelum deadline Jum’at mendekat sementara pihak G+H bersikukuh bahwa kasus seperti ini tidak bisa diputuskan secara terburu-buru. Hakim awalnya berpendapat bahwa untuk mencapai putusan sidang pada hari Jum’at tampaknya adalah harapan yang terlalu ambisius, namun kemudian hakim memutuskan akan memberikan penilaian atas kasus ini besok (hari ini, Rabu 13 Oktober, 10.30 waktu setempat). Apakah ini karena hakim bersimpati dengan keadaan yang mendesak menghadapi deadline 15 Oktober? Hal ini belum dapat dipastikan. Di samping itu penilaian nanti belum tentu akan menghasilkan putusan konkrit dan bila pun ada putusan, kedua pihak masih bisa mengajukan banding dan juga tuntutan balik.

Demikian ringkasan kasar yang bisa kita simpulkan. Tentunya kita semua berharap hasil dari sidang ini adalah hasil yang terbaik bagi klub kesayangan kita. Sudah saatnya semua kekacauan ini berakhir agar kita bisa kembali menikmati sepak bola tanpa harus memusingkan masalah hukum, keuangan dan bisnis. God bless LFC. YNWA (mn)

sources: Guardian.co.uk & Anfieldroad.com



Bookmark and Share




Previous Post
[terjemahan] Mengapa LFC tampaknya akan menjadi milik RBS
Next Post
Liverpool FC mengkonfirmasi bahwa Fernan...







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
[terjemahan] Mengapa LFC tampaknya akan menjadi milik RBS
Artikel ini adalah artikel terjemahan dari artikel berjudul "Why RBS looks set to own Liverpool FC" oleh Robert Peston yang...