Artikel / Feature / Lain lain / September 5, 2013

Liverpool Are Shite

keep-calm-liverpool-are-shitePERINGATAN: Tulisan ini mengandung sarkasme tinggat tinggi. Harap cerna dengan baik saat membaca. (red)

Kemenangan dengan 1 gol ke-3 di Premier League. Liverpool nampak tidak sadar, mereka jadi bagian dari Premier League – liga terbaik menurut jutaan umat pemirsa televisi di dunia.  Yang mereka suguhkan adalah permainan membosankan,  negative football. Mencuri keunggulan secepat mungkin lalu bertahan sepanjang sisa waktu pertandingan.

Saat melawan Aston Villa maupun Stoke, itu mungkin langkah yang tepat. Hanya menceploskan sebiji gol, kesusahan untuk nambah, jadi mendingan bertahan. Malu, kalau akhirnya kecolongan gol dan batal meraih kemenangan dari klub-klub yang secara sejarah, ga ada apa-apanya dibanding Liverpool.

Pertandingan Minggu malam kemarin, sudah sangat keterlaluan.

Ulang tahun ke-100 Bill Shankly – seorang tokoh utama kebangkitan Liverpool – tidak mereka hormati dengan upaya menampilkan permainan atraktif. Apalagi lawan yang dihadapi adalah seteru bebuyutan, tim berisikan sekumpulan pria yang cukup banyak dibenci public sepakbola dengan kelakuan antik mereka.

Liverpool juga tidak menghargai para penonton di Anfield sana, yang harus mengurangi paling tidak 2 pints bir  – di Albert, Sandon, maupun The Park – dari yang biasanya mereka konsumsi saat pre-match, sebagai akibat dari harga tiket yang sudah naik dibandingkan musim lalu.

Bayangkan, kurang minum bir, maka level sadar para penonton masih dalam batas kendali, lalu dipaksa untuk menikmati 90 menit full permainan bertahan. Jangan lupakan juga penderitaan yang tidak mengkonsumsi bir, tapi tidak bisa beli hotdog karena alasan yang sama. Kelaparan. Entah bagaimana rasanya perut mereka saat lini belakang Liverpool bertingkah seperti benteng Troya. Ahh, betapa tersiksanya penonton di Anfield saat itu. Liverpool FC, tidak peduli mereka.

Jauh sekian puluh ribu mil dari Anfield, di Indonesia. Ribuan fans mereka, hadir dalam salah satu agenda paling keren sepanjang musim, nonbar bigmatch yang diselenggarakan di banyak kota. Yang biasanya dikemas sedemikian rupa, dan diselenggarakan di tempat yang berbeda, karena alasan butuh kapasitas lebih banyak.

Bisa berkumpul ratusan atau bahkan ribuan di beberapa tempat, karena alasan masih bingung memilih televisi berbayar untuk dipasang di rumah. Atau mungkin juga bingung alokasi budget untuk berlangganan.

Ribuan orang itu berkumpul, berharap klub kesayangan yang juga baru mengunjungi mereka, mengharapkan kemenangan. Hanya kemenangan? Ah, nampaknya tidak. Permainan cantik. Sesuai cita-cita awal klub untuk menampilkan Tiki-taka ala Barcelona, adalah hal lain yang kita sama-sama dambakan.

Apa yang mereka lihat dan harus mereka rasakan? Dada sesak karena terlalu banyak rokok mereka hisap di venue tempat nonbar yang membebaskan orang merokok tanpa harus peduli sekitarnya, makin sesak karena harus menahan nafas saat klub yang pemainnya nampak belum bisa move-on dari pelatih lama nya yang pamit istirahat karena menua, menyerang membabi buta.

Liverpool FC tidak peduli. Yang ada di otak mereka adalah, bagaimana nrimo keunggulan 1 gol, dan berusaha mati-matian mempertahankannya.

Brendan Rodgers juga pembual. Sudah lupa akan janjinya saat pertama kali bergabung dengan Liverpool FC. Ingin menampilkan sepakbola atraktif seperti diusung Barcelona. Bukan sepakbola negatif ala Mourinho dengan Inter Milan – nya saat mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champion 2009-2010. Atau mungkin Rodgers meminta saran pada mentornya itu, bagaimana bermain sepakbola yang baik, dan berhasil.

Pemain termahal yang didatangkan musim ini, tidak segera diperkenalkan ke public dan didaftarkan ke badan liga yang sering berbuat kurang fair ke mereka. Alhasil, pemain mahal berkarakter itu belum bisa ikut mempertebal tembok pertahanan. Malah duduk berjajar dengan beberapa pemain pinjaman, pemain gratisan dan pemuda berwajah manis di tribun, seperti mobil dipajang di showroom.

Benar-benar tidak menghibur.

Peduli setan dengan fakta bahwa dalam 2 minggu ke depan memimpin klasemen, peduli setan dengan nasib langka beberapa tahun belakangan, 9 poin di awal musim. Bodo amat dengan 3 biji gol yang dihasilkan oleh pemain yang itu-itu saja.

Pokoknya, Liverpool are shite.



Bookmark and Share




Previous Post
Jangan Mengulang Musim Lalu
Next Post
Liverpool Aren't Shite







20 Comments

Sep 05, 2013

Bbrp musim sebelumnya LFC main lumayan bagus, main possesion football,tp kebanyakan seri. pertahanan mudah panik, Susah menang dikandang sendiri. lawan jd tidak takut bermain dianfield. sekarang permainan LFC berubah, ya permainan memang membosankan tp pertahanan jd lumayan bagus walau belum solid. ya Rodgers lbh mementingkan 3 poin drpd main bagus tp kalah atau seri. untuk kondisi LFC sekarang ini gw rasa taktik ini yg hrs dipakai klw mau menang. Taktik seperti ini kan nanti semoga masih bisa berkembang, tidak mungkin langsung memainkan tiki taka kayak barca. Main bagus main tiki taka wannabe tp seri atau kalah diprotes, main jelek pragmatis tp menang diprotes. sabarlah para pemirsa.


Sep 05, 2013

Pokoknya shite lah. :))


Sep 05, 2013

Musim lalu Rodgers banyak dikritik karena menerapkan strategi penguasaan bola selama mungkin, banyak passing dan mencoba bermain secantik mungkin, itu berhasil, tapi hasil akhir berkata lain, Liverpool justru lebih banyak seri dan gagal menang.
Musim ini Rodgers menjawab semua kritikan, memakai strategi yang semuanya kebalikan dari musim lalu, unggul cepat dan mempertahankannya.
Strategi ini berhasil digunakan Chelsea 2004-2006 dan Internazionale 2010. Keduanya oleh pelatih yang sama, Jose Mourinho.
Liverpool lebih baik memperoleh hasil 1-0, 1-0, 1-0 daripada 3-0, 0-0, 0-0 seperti musim lalu.

Sepakbola adalah tentang hasil akhir. YNWA!


Sep 05, 2013

Hahahahaha, wtf, yg pasti dapet angka 9. Masa bodo soal ball possession, peduli amat soal main cantik, ora urus soal goal different, yg dihitung di klasemen itu poin kemenangan. Nilainya gedean mana, menang 1-0 terus2an dalam 5 game atau menang 5-0 dalam 1 game trus 4 game berikutnya seri atau kalah? Mending mana, main cantik tapi seri/kalah atau main jelek tapi menang? Dengan menang bisa menghasilkan trophy. Main cantik tapi ga menang menghasilkan apa? Pokoknya Liverpool menang dgn cara halal (ini yg penting), ga pake bantuan wasit kaya tim sebelah. YNWA!


Sep 07, 2013

Setuju sama yg diatas, masa bodo dgn main cantik, masa bodo dgn main tiki taka, yg pnting 3point dan didapat dgn halal. 3Point lbh pnting daripada hanya unggul possesion, jumlah passing and shot on goal 😀


Sep 08, 2013

tulisan terabsurd yg pernah saya baca di LFC_ID. ga jelas!!!
lain kali diseleksi lah min artikelnya.


Sep 08, 2013

In my opinion, tulisan ini ada dalam mode sarkas yang maksimal….justru dengan tulisan inilah cara terbaik mengkritik mereka yang masih terus mempertanyakan cara Liverpool meraih kemenangan.


Sep 09, 2013

Lose shite..!! draw shite….!!! Win shite…???


Sep 09, 2013

We’re so shite our shite supporters don’t
understand what this shite thread is all
about. <— copas dari RAWK. LOL.


Sep 09, 2013

Come on mate…. kayanya itu bahasa sarcasme, enjoy punvak klasmen yg beberapa hri ini a little bit windy.. jangan lupa bawa sweeter, kopi and beer maybe.. cheers mate


Sep 09, 2013

IMO, Sebuah tulisan yang jika dibaca dari sisi sayap kanan tentu akan mengguratkan rasa perih dan secara otomatis mulutpun bertransformasi menjadi bentuk lucu yang biasa disebut nyinyir. Namun jika kita mau secara legowo mampir ke sayap kiri dan membaca tulisan ini kembali, ada sedikit perasaan mengamini “kekecewaan” yang tersurat di tulisan ini. Bukan sebagai pembelaan ataupun bentuk counter dari saya, sebagai pembaca sekaligus orang yang mengaku kopites. Satu hal yang saya tahu, ” ukiran sejarah didominasi oleh pemegang hasil akhir, bukan semata mata penghibur yang memukau supporter dengan kecantikan permainannya ”

YNWA


Sep 09, 2013

Peduli setan sama main cantik, peduli setan tentang tikitaka, sepakbola itu tentang hasil akhir. Gak ada yg salah dengan permainan Liverpool. Trophy ini mencari team yg menang, bukan yg main tiki taka atau team yg main cantik !! Ingat sekali lg, TEAM YANG MENANG !!! BERAPAPUN SKORNYA, YANG PENTING MENANG !! Jadi, sebaiknya gak usah nyari2 kesalahan LFC !! #YNWA !!


Sep 09, 2013

Terlalu maksimal sarkas nya, sehingga ngga semua bisa terima apalagi yang mengidap darah tinggi. Agree to disagree lah.. (:


Sep 09, 2013

shite lah niru2 RAWK….. LOL


Sep 17, 2013

Susah memang kalo ekpektasi terlalu tinggi, yah jadi keluar deh artikel bodoh kaya gini,
Liverpool bukan tim yg dlu om, dari mental dan permainannya yah masih medioker, kasihan juga BR nerapin strategi sesuai keinginan fans! Bnyak mau!
Menang aja gk ckup, apalagi kalah! Mau attractive yah nonton sirkus jgn nonton elefceh! YNWA


Sep 17, 2013

Shite ! main bola segampang itu kah? bola itu bundar boy, permainan yang penuh dinamika. coba situ yang ngelatih deh.. gampang kah? relax, biasa itu.. gausah memperdebatkan sampe segitunya lah, enjoy aja apa yang ada.. football is wonderfull mate apapun itu.


Sep 17, 2013

What the hell your f**king say… Still love Liverpool LFC, still love about win the game. Kalo lebih suka permainan atraktif dukung tim sebrang sana. F**king your article- idiots


Sep 17, 2013

setuju sama van vaiz. tulisan ini terlalu di ada-ada-in, sarkasmenya maksa, ujung ujungnya jadi gak jelas nih.


    Sep 18, 2013

    Kami tunggu tulisan anda yang mungkin lebih jelas. Mensyen kami di twitter, atau DM jika memang sudah ada tulisan anda itu.


Sep 19, 2013

Gue suka tulisan ini… di atas udah di kasih warning tentang contain sarcasm pada tulisan ini. Jadi patokan gue yah kesitu… 🙂



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Jangan Mengulang Musim Lalu
Beberapa saat setelah ditutupnya jendela transfer musim panas pada tahun lalu, saya menuliskan sebuah artikel yang merangkum...