Berita & Rumor / April 9, 2012

LIVERPUDLIAN MUDA BELIA

sebuah tulisan mengelitik dari @yoiyoa, yang tidak  diedit agar terasa spontanitas dan orisinalitasnya dan karena kebetulan editornya lagi nggak mood ngedit setelah hasil seri vs Villa 🙂

 

-“‘ngga penting dari kapan mulai dukung liverpool, tapi sampe kapan'”-


Saya kurang tau deh, apakah tulisan saya ini lanjutan dari yang sebelumnya (SAYA, LIVERPOOL DAN TWITTER), yang jelas masih bahas Liverpool tentunya dan Sosial Media (sosmed) yang mempengaruhinya, ini tulisan ringan yang berliku, seperti perjalanan LFC musim ini yang penuh liku ,berkelok dan terjal,alah-alah, apaan sih. Nah Kalo sebelumnya soal komentatwit dan Twitwar, ini fenomena yang lebih menarik lagi kalo diperhatiin, Saya tertarik mencari tau, bagaimana munculnya para liverpudlian muda belia di Muka bumi ini, aihh sedap bahasanya, haha, saya suka kata-kata “belia”, terdengar santun, polos, terasa masih perawan dan belum ternodai, Tp benar begitu kenyataannya, ditulisan ini saya coba menganaslisa secara singkat Bagaimana temen-temen di bawah umur 20 thn bisa sangat mencintai Liverpool, Merka tau sejarahnya, bernyanyi, ngechants, Pake Jersey mau KW atau Ori bodo amat ah dan yang jelas sangat Bangga Menjadi seorang Liverpudlian Sejati, Munculnya mereka tidak serta merta seperti alien turun dari mars ke bumi, tp Menjadi THE KOPITES juga tidak semudah si Aurel anaknya anang seenaknya gonta-ganti pacar di Twitter, atau tidak semudah si Patric Lepra yang kapan aja curhat dan ngeluh Ke wasit, aduh apaan sih ini makin aneh, anaknye si anang lah dibawa-bawa segala, terus tuh si lepra pake ikut-ikutan segala lagi ketulisan gw, haha kacau, yaudah abaikan lah. Lanjuttt

 
Karena begini, kapan sih Kejadian Paling Heroik yang bisa dirasakan sebelum Carling Cup kemaren, Kalo untuk saya, Pengalaman itu terjadi saat Liverpool Menjuari Treble Winner Era Kepelatian Gerard Houllier (Piala Liga, Piala FA dan Piala UEFA pada musim 2000/01), dan kejadian yang semua orang ingat tentu “15 minutes that shook the world” saat Mengalahkan AC Milan di Istanbul tahun 2005, 2 kejadian penting itu terjadi saat saya masih Kuliah, dan itu sudah lama sekali, 11 dan 7 tahun lalu. Artinya pada saat itu, adik- adik saya yang manis ini, masih berusia sangat ABG, bahkan masih kecil, kira-kira 10 sampai dng 13 tahun, Nah apakah mereka Mencintai Liverpool pada saat moment yang sama seperti saya, atau Baru mengenal Liverpool Beberapa tahun terakhir, Eitss tentu itu bukan urusan saya, kapan darah Muda ini suka Liverpool, saya juga gak mau sok TUA, eh sok TAU maksud nya untuk itu, biar gak dibilang jadi orang sotoy, saya melakukan serangkaian wawancara secara acak dengan beberapa liverpudlian belia ini, yg saya cari lewat twitter, tapi Sebenernya.

 
ini saya hindari, bertanya soal Seberapa cintakah seseorang terhadap Liverpool FC, sama nilainya menyanyakan seberapa taatnya seseorang beribadah, aduh, Buat saya itu sangat Personal dengan alasan yang berbeda-beda, jadi jujur saya paling benci sama orang yang merasa dirinya paling Liverpool dari orang lain, apalagi sama temanya sendiri,itu namanya ngehe, apalagi Cuma karena dia khatam bernyanyi ayat-ayat suci mulai You’ll Never walk Alone , sampe lagu terbaru Suarez yang “tut turut tut tut”(hahaha lagu apaan lagi ini), atau Karena sudah Pergi Ke Stadion Anfield, asal tau aja yah saya udah 7 kali ke Anfield Cuma dalam mimpi aja sih , tp ibarat Pergi Haji, Pergi ke Mekah dan Ka’Bah lewat mimpi itu, nilai spiritualnya hampir sama seperti kita pergi langsung kesana,apalagi udah sampe 7 kali ngimpi kaya saya  #senyumkecut, Jadi Pergilah Ke Anfield Jika Mampu, alah-alah, makin ngehe aja nih tulisan kayanya, ahahha yaudahlah, ok lanjut.

 

Tapi Begini, Seseorang menyukai klub Sepak Bola karena Beberapa Alasan, ada 3 alasan besar menurut beberapa sumber yang saya baca, Orang Tua (keturunan), Budaya (lingkungan) , dan Prestasi,oh iya tambahan optional aja sih ini, kondisi fisik pemain juga jadi daya tarik( khusus fans Cewe), kalo saya jelas, Prestasi dan Lingkungan, rentan 2001 sampai 2005 ketika saya beranjak dewasa Liverpool selalu tampil spartan, atraktif dan showbiz banget deh pokoknya, Maichel Owen, Robbie Fowler, Gerry Mcallister, Sammi Hipya, Patrik Berger dan steve mcmanaman menjadi nama-nama yang tidak asing lagi buat saya, Jujur sebagai mahasiswa yang suka design, saya juga menyukai Liverpool karena Brand yang melekat di Jersey nya pada saat itu, Buat saya gaya tulisan (font) “carlsberg” itu punya daya magis untuk sebuah design, lalu dari faktor Budaya (lingkungan) saya berkenalan dengan @bangaip tahun 2001, saya sering nginep di rumahnya di cinere ujung, Doi pencinta The Beatles dan Liverpool, walau kata dia ternyata Anggota Beatles itu rata-rata pencinta Blue merseyside, walau ceritanya gak detail pada saat itu tapi lumayan lah, buat nambah-nambah pengetahuan, eits mulai ngaco lagi nih, udah mulai curhat-curhat gitu gue, sebentar lagi cerita soal erika lg nih si gadis bersepeda, mantan gw saat kuliah yang pake kacama frame tebal dngan tangkai bermotif leopard, idih kaga penting banget yah…hahahah balik lagi ke topik diatas yah Lads.

 
Fenomena ini menarik untuk saya, karena para Liverpudlian Belia ini muncul,ketika Prestasi Liverpool sedang tidak bagus 6 tahun terakhir, sama sekali tidak menjurai EPL dan piala-piala domestik apalagi eropa, sering kalah dengan tim-tim medioker dan penghuni papan bawah, pada saat saya edit untuk terakhir kalinya tulisan ini, Baru saja dikalahkan Wigan di Anfield yang seblumnya di hajar QPR, padahal sempat memimpin 0-2, Tapi kenapa Fans Liverpool masih tetap Banyak dan tambah banyak aja yah, ternyata begini alasanya,

 
saya coba langsung mencari beberapa mangsa berdarah segar, Saya fokus ke Liverpudlian yang satu ini, namanya Fahlevi (@lenonglevis) usia 19 tahun, gue kirim 12 pertanyaan via email, dan kesimpulanya, si lenong ini suka Liverpool baru waktu SMA, kira-kira 3 thn lalu, saat dia berusa 16 thn, dalam 3 tahun, dia coba sikat informasi apapun yang berbau soal liverpool. Kaka nya membawa dia pada situasi bukan hanya suka Liverpool secara Tim Sepak Bola, tapi lebih jauh dari itu, suka pada karakteristik Fans yg loyal, pemain Legendaris,sampai Koleksi barang2 Berbau Liverpool, Kerenya lagi pada tahun 2005 saat Final Champion di Istambul, adalah kejadian yg paling berkesan buat dia, berarti saat itu umurnya baru 12 thn, tp mungkin apakah dia Merekam kejadian itu pada saat tahun tersebut, atau dokumentasi yg banyak dan mudah didapat dr Youtube, atau brainwash kakanya yang kuat soal Liverpool, yang jelas pada saat 12 thn boro-boro Liverpool, umur segitu sy masih sibuk ngejar layangan di rawa-rawa dan nyari belut di pinggir kali. Karena dulu belom ada internet, Cuma ada Atari 8 Bit, Hahaha, Artinya Sosmed mudah membawa seseorang dengan cepat mengetahui banyak hal dan bahkan mencintainya. Seperti si Lenong diatas,

 
Beda lagi dengan Liverpudlian Girl ini, Namanya Ana (@ananinonine),18 tahun, dengan jujur dia Mengaku suka Liverpool baru 2 tahun lalu (2010) , dan dalam jawaban interview dia kasih jawaban keren untuk cewe berusia 18 tahun, Ana bilang gini “Tapi kan ada yang pernah bilang ”ngga penting dari kapan mulai dukung liverpool, tapi sampe kapan”. And I really like that quotes!! “. tp lucunya sebelum menyukai Liverpool, Ana lebih dulu kesemsem abis sama yang namanya Fernando Torres, seperti hubungan sebab-akibat, kalau suka Torres saat itu pasti suka dengan Club Torres bermain, nah pas Torres Hengkang dengan Bodohnya ke Chelsea, hatinya tetap tertinggal di Anfield, begitu katanya, menurut saya Ana sepertinya Liverpudlian yang Cerdas, dimana semua orang hanya mengingat Liverpool saat moment Indah, Angkat tropy, Juara UCL dan moment hebat lain nya, berbeda dengan ana, Dia malah Ingat moment disaat Liverpool terpuruk di dasar klansmen Liga Inggris posisi 19, di awal-awal Liga baru di gelar (2010/2011) karena dia sering dapat ejekan dari teman-teman sekolahnya, walau sedih dan jengkel, Tapi sekali lagi Ana juga tau Soal Loyalitas, dan Ana yg masih belia ini juga tahu betul seluk-beluk tentang Liverpool, mulai dari Magis nya aura Stadion Anfield, Addict nya dia dengan Gerrard dan keberanian Agger dilapangan, saya juga bingung si Ana yang baru 2 tahun suka Liverpool ini, sepertinya cukup fasih untuk bercerita tentang Liverpool, Anna Juga tau ngerti perseteruan dengan “Setan Pink” yang lebih banyak fans nya di dunia SOSMED, hah,Setan Pink, mungkin karena si Ana cewe kali yah, ngejulukin MU sebagai Setan Pink dan jujur saya baru denger istilah Aneh ini. Ternayata benar, di akhir jawabnya, ana banyak Mem follow akun-akun Liverpool untuk sumber informasinya, dan itu penting buat dirinya. Dan Ana bukan seorang Liverpudlian dari Lingkungannya, walau keluarganya banyak yang suka sepak bola, tapi semuanya beda tim kesukaan dengan ana, malah Ana dianggap upnormal dan aneh, karena fanatic sama sepak bola dan Liverpool nya itu sama teman-teman cewenya, Kasian Sekali Kau ana..haha, nanti kalo ketemu, om puk-pukin yah…

 
Sebenernya saya mengalami banyak kesulitan saat interview via email ini, seperti biasa Urusan dengan ABG memang gak gampang, banyak yang gak kooperatif,dan ada aja yang aneh, udah di bilang ini untuk Liverpudlian berusa dibawah 20 thn, tapi yang umurnya 24 dan 27 tahun ikutan jawab, yang lebih aneh, saya suruh add facebooknya dulu sblm interview, agar pertanyaannya bisa dikirim via Inbox FB, udh gila kali yah, dengan Alasan, emailnya jarang di buka dan lupa password memalukan, tapi gak apa, saya cukup puas dengan hasil nya, dan buat yang sudah berpartisipasi tapi gak saya muat disini, bukan karena jawabanya Jelek, tapi emang standart banget jawabnya, sebaris-sebaris,kaya ngisi TTS. Dari beberapa interview tadi maka saya berpendapat, bahwa kemajuan teknologi, percepatan informasi dan keluatan Sosial Media, menjadi hal yang membuat banyak Liverpudlian belia ini muncul, Meraka lebih frontal utuk bersikap, karena faktor usia dan kematanga, tapi itulah fenomena, dimana merka menjadi martir yang hebat dalam menjaga pride and honour Liverpudlian di SOSMED.

 
Di era keterpurukan Liverpool saat ini, Kondisinya mirip sekali dengan para Narasumber yang saya interview LABIL, Liverpool terus menunjukan kelabilannya hari demi hari, seperti ABG, makin sulit dimengerti, angin-anginan dan kadang masuk Angin beneran. Nah tapi Liverpudlian datang Bagaikan sebuah Anugrah, Hanya datang, pada Manusia-Manusia Terpilih, asssikk….ketika Kita sudah mencintai Klub Ini, rasanya akan sulit keluar dari Jerat-jerat Cintanya, Kita terus di buat horny oleh banyak hal di dalamnya, Kenapa susah pindah kelain hati, karena Liverpool bukan hanya sebuah tim sepak bola, bukan hanya Steven Gerrald atau King Kenny. Liverpool itu Harapan, Liverpool Adalah Semangat, liverpool adalah Gairah, Liverpool adalah Karakter, yang bisa membuat semuanya menjadi kian dinamis dalam hidup kita, satu hal yang harus terus di Ingat, Mencintai Liverpool akan membuat kita terus Merasa Hidup, Harapan demi Harapan terus dibangun dari minggu-ke minggu, dari pertandingan ke pertandingan berikutnya, Sayang dengan Liverpool Membuat saya menjadi Manusia yang lebih tahu bagaimana caranya Bersabar dan Optimis,

 

Gak mudah mencintai tim yang prestasinya kurang kinclong disaat Liverpudlian muda belia ini sedang tumbuh dan butuh pengakuan dari teman-temanya, yang bermain kembang-kempis, jadi maaf untuk “Liverpool Muda Belia” karena tim kesayanganmu membuat kamu harus diledekin teman-teman disekolah atau dikampus tiap minggunya,Tapi salut buat mereka, Jadi fans Liverpool itu harus cerdas dan pintar loh, di saat Tim sedang minim Prestasi, bukan hanya pintar menyerang balik para heaters dengan teks-teks yang ciamik, tp bagaimana dengan cepat melupakan kekalahan, dan kembali semangat untuk beraktifitas dan hal-hal yang positif.

 

Tp Liverpudlian Belia ini memang tidak salah memilih LFC, Karena kita bukan saja suporter sepak bola, Kita adalah keluarga yang selalu berbagi keceriaan dan kehangatan, Memang 5 tahun terakhir menjadi musim yang berat, Semua usaha rasanya juga sudah maksimal, dan hasilnya tetap kurang memuaskan, tapi entah kenapa, ada sebuah energi berbeda disaat menonton Liverpool, apapun Hasilnya menang atau kalah tetap menghibur. Walau kalo kalah yah manyun juga sih dikit,hehe.. Jelas Fans Yang Baik adalah fans yang realistis, tau diri dan tidak dibutakan oleh Sejarah yang mentereng, walau saat ini rasanya berat untuk mengulangi semuanya, Tapi percaya lah, semuanya bisa Kembali Hebat, Liverpool punya Paket lengkap untuk mengembalikan keadaan yang lebih baik dari Saat ini. Liverpool Salah satu Klub Sepak Bola didunia yang diciptakan oTuhan Untuk Selalu Juara,membuat banyak sejarah,meraih kemenangan demi kemenangan dan membuat semua orang tersenyum dan kita tak pernah sendirian untuk itu semua.

Salam hangat @yoiyoa (follow saya yah, atau saya yang akan follow kamu duluan).

 



Bookmark and Share




Previous Post
[PREMATCH] Liverpool vs Aston Villa
Next Post
Kenny Terperangkap Pada Statistik.







3 Comments

Apr 09, 2012

artikel yang bagus bro. sayangnya terlalu bertele-tele jadi agak bingung bacanya. keep suport the reds. YNWA


Apr 10, 2012

suka kata2 ini…Liverpool itu Harapan, Liverpool Adalah Semangat, liverpool adalah Gairah, Liverpool adalah Karakter, yang bisa membuat semuanya menjadi kian dinamis dalam hidup kita, satu hal yang harus terus di Ingat, Mencintai Liverpool akan membuat kita terus Merasa Hidup, Harapan demi Harapan terus dibangun dari minggu-ke minggu, dari pertandingan ke pertandingan berikutnya, Sayang dengan Liverpool Membuat saya menjadi Manusia yang lebih tahu bagaimana caranya Bersabar dan Optimis..


Apr 13, 2012

GILA!! Ini article keren parah. walau mungkin saya telat bacanya, cuman saya bener” bisa tersenyum manis baca ini setiap kalimat yang ditulis di atas. Saya sempet pernah mau ikutan waktu penulis mau mengadakan interview sama LIVERPUDLIAN BELIA. Karna saya juga termasuk BELIA, baru berumur 19 tahun sekarang. Tapi saya gak pernah menyesal sedikit pun sudah mencintai dan menganggap LIVERPOOL bagian dari kehidupan saya. Terlebih setelah saya bergabung bersama BIGREDS IOLSC. Saya jadi semakin mengerti perbedaan antara “fans” yang notabene sering disebut “Glory Hunter” dengan “Supporter”. Qoute saya untuk LIVERPOOL: “Born as a Liverpudlian and Die as a Liverpudlian”. YNWA



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
[PREMATCH] Liverpool vs Aston Villa
Liverpool memasuki Gameweek ke 32 dengan bekal hasil pertandingan yang kurang menggembirakan dengan hanya memenangkan 1 dari...