Artikel / February 13, 2011

Lucas Leiva Yang Semakin Vital.

Artikel ini merupakan rangkuman dari serial tweets kami beberapa hari lalu, yang diambil dari Skysport tentang transformasi Lucas Leiva dari kambing hitam #1 menjadi pemain yang vital.

Lucas ketika masih cupu. :p

Lucas Pezzini Leiva dibeli Rafa £6M dari Gremio dengan label Brasilian Footballer of the Year 2007 , Gelar yang pernah diterima Zico, Careca, Alex, Romario, Kaká and Tévez. Lucas juga sukses memimpin (menjadi Kapten) Brasil U-20 menjadi juara Amerika Latin. Lucas dijuluki Brasilian Gerrard. Best positionnya adalah Attacking Midfielder.

 

Alih2 jadi Attacking Midfielder, @LucasLeiva87 malah dipasang jadi Holding Midfielder, posisi yg menuntut wawasan lapangan yang baik dan keahlian membaca permainan lawan. Posisi yang bahkan tidak dipercayakan oleh Benitez kepada Steven Gerrard.

Tidak mudah di usia 20 tahun pindah ke benua lain yang gaya dan irama sepakbolanya berbeda, dan dipasang out-positioned menjadi posisi sentral dalam permainan. Dengan instant, Lucas adalah target utama untuk dijadikan Kambing Hitam jika permainan Liverpool sedang buruk. Ia dianggap kegagalan transfer season itu, namun Benitez selalu membelanya dengan mengatakan ‘Orang orang belum tahu betapa bagusnya Lucas.’

Lucas perlahan menggantikan peran Momo Sissoko dan ketika Xabi pun pergi, ia kian memantapkan posisinya bersama Mascherano menyokong serangan sekaligus melindungi lini pertahanan. Namun, ia tetap menjadi kambing hitam dari buruknya penampilan Liverpool.

“Aku tidak mengerti kenapa semua kritik dimulai dari aku, tapi memang beberapa orang pada dasarnya memang tidak menyukai ku.” kata Lucas di suatu interview dgn Skysport. Ahhh, kasihan Lucas…

Saat Roy Hodgson masuk, Lucas sempat dipersilahkan untuk pergi karena tak masuk rencana Roy yang mendatangkan anak kesayangannya, Poulsen. Fiorentina HAMPIR mengontraknya, untung saja tidak terjadi.
Sempat tersisih oleh Poulsen, akhirnya berkat kerja keras dan konsistensinya, tempat utama dipercayakan kembali ke Lucas. Roy pergi, Lucas tetap bertahan.

Tidak banyak pesepakbola amerika latin yg sukses di Premier League. Bahkan di parta vs Chelsea, kompatriotnya, Ramirez tidak diturunkan dan David Luiz hanya menjadi pengganti. Namun Lucas bermain sama baiknya dengan semua Redmen (bahkan cukup menonjol). Ia masih membuat kesalahan, kadang out-position, memberi free-kick ke lawan, namun kelugasan dan disiplinnya mampu mengisi lobang yang ditinggalkan Mascherano dan musim lalu tak terisi.

Lucas saat vs Chelsea. selain lebih trengginas, juga nampak lebih ganteng daripada gondrong 🙂

Sampai sejauh season 10/11, Lucas adalah pemilik most tackles (66% won) dan most duels di Liverpool sejauh season 10/11 ini, dengan rate di atas 50%. Tackle pada laga vs Chelsea mungkin hanya 7 tackles, tidak banyak memang, tapi itu 1/3 jumlah tackle Liverpool. Passing nya memang passing simple, bukan Alonso’s style atau Gerrard’s thru. di partai vs Chelsea saja success rate nya 89%.

Kenny nampaknya mengembalikan gaya pass & move ke Liverpool, dan ke-akurat-an passing akan menjadi kuncinya. Di tengah, Lucas akan menjadi element team yang penting. selama di pegang Kenny saja, Lucas hanya 1 kali absen (vs Fulham) dan tetap dipasang 90 menit setelah main 90 menit bersama Brasil 3 hari sebelumnya.

Kenny sendiri mengakui pentingnya memiliki Lucas di dalam team dan memberi pujiannya kepada Lucas.
“Aku pikir Lucas tidak akan menjadi pemain yang akan melewati 4-5 pemain lawan lalu menceploskan bola ke gawang. Namun ia adlah orang pertama yang menghentikan serangan lawan, merebut bola, dan memulai permainan (serangan) sebagaimana yang kami inginkan.”
“Dia bagian penting dari tim kami” tambah King Kenny.

Lucas memang bukan DM murni. bukan soft DM macam Xabi, Pirlo atau Busquet yang diberkahi kemampuan menjadi playmaker, dan bukan juga Hard DM macam Masch, Gattuso atau van Bommel. Lucas, IMO, ada di antara keduanya. Tapi kemampuan membaca permainan nampak semakin membuat ia mantap di posisi yang sekarang.

Timnas Brasil pun tidak tutup mata dengan prestasi Lucas. Midweek kemarin adalah cap ke 9 nya, main 90 menit dan di berikan nomor punggung 5. Nomor yang khas dengan posisi DM di Brasil, yang pernah dipakai oleh kapten brasil saat juara WC94 dan mantan pelatih timnas Brasil, Dunga.

Laga vs Wigan kemarin merupakan laga ke 100 Lucas di Liga Inggris, (total 153 laga di semua ajang) yang sayangnya tidak ditandai dengan kemenangan. Namun, salute untuk Lucas yang di tengah hujan kritikan malah menunjukan kemajuan, konsistensi, dan menjadi bagian vital tim.
Obrigado, Lucas!


Tags:  liverpool Lucas tackle

Bookmark and Share




Previous Post
Wujudkan Impian ke Anfield !
Next Post
PREVIEW: AC Sparta Prague vs Liverpool FC







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Wujudkan Impian ke Anfield !
Sebagai supporter Liverpool, mengunjungi Anfield jelas ada dalam deretan impian. Dan akan sangat menyenangkan tentunya jika...