Berita & Rumor / September 23, 2012

Menang! Biar Tenang (Non Taktikal Preview vs ManUtd)

North West derby

Pertemuan dengan Manchester United memang selalu panas, dan menjadi pusat perhatian. Terbukti saat Oktober 2011, pertandingan tersebut disaksikan oleh 500 juta orang di seluruh dunia. 7% dari jumlah total penduduk seluruh dunia.

Sebagai mantan (sigh!) penguasa dan penguasa sepakbola Inggris berdasar koleksi tropi,  persaingan ekonomi antar kota di era sebelum 1900, serta berbagai “intrik” dalam setiap pertemuannya, membuat partai ini selalu menarik.

Supporter kedua tim, jelas mendambakan kemenangan. Atas nama rivalitas.

Menang! Biar Tenang

***

Bicara tentang pertemuan dengan ManUtd, dalam 5 musim Premier League terakhir, Liverpool menang 4 kali, seri 1 kali, dan kalah 5 kali. Kemudian jika dipersempit lagi, bicara tentang pertemuan di Anfield, Liverpool 3 kali menang, 1 kali seri dan satu kali kalah. Jadi, jika melihat rekor pertemuan kandang saja, Liverpool bisa diunggulkan.

Cukup yakin? Tentu belum.

ManUtd akan datang dengan modal bagus, 3 kemenangan dan 1 seri. Memasukkan 10 dan kemasukan 5 gol. Dan bercokol di posisi 5 klasemen sementara.

Liverpool belum membukukan kemenangan pada musim ini. Kebobolan 8 gol, dan baru mencetak 3 gol. Jelas bukan modal bagus untuk menjamu rival dalam pertandingan dengan tensi tinggi semacam ini. Posisi klasemen ? Setelah malam ini Southampton meraih kemenangan, maka secara resmi Liverpool menduduki posisi 18 klasemen sementara. Zona degradasi. Ya, musim kompetisi masih jauh. Akan tetapi kondisi ini jelas membuat resah, supporter.

Supporter Liverpool - resah karena performa buruk di liga

Menang! Biar tenang.

 ***

15 Oktober 2011, Anfield. Saat itu Liverpool menjamu Manchester United. Peristiwa terkait isu rasisme yang dituduhkan kepada Suarez atas ucapannya kepada Evra, berbuntut panjang bukan sekedar larangan bermain dalam 8 pertandingan. Suarez, dalam beberapa wawancaranya terkait kasus ini, mengaku sangat terpukul, dan mengalami masa-masa sulit dalam kehiudpan pribadinya.

We're Not Racist - We Only Hate Mancs

Beberapa laman statistik, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut sedikit banyak berpengaruh pada performa Suarez di lapangan. Kurang produktif dalam mencetak gol, terlalu ingin menunjukkan profesionalisme nya, ingin membayar dukungan supporter dan manager atas dirinya dalam kasus tersebut, justru berakibat pada menurunnya produktifitas mencetak gol.

Tidak hanya untuk Suarez, bahkan orang-orang dalam klub yang dinilai tidak cakap dalam melakukan penanganan atas kasus ini dilengserkan oleh FSG. Dalglish, sebagai manager, saat itu seperti melakukan pembelaan dengan caranya sendiri karena kekurang cakapan orang-orang dalam klub, akhirnya pun seperti menerima kecaman dari banyak pihak.

Buat saya, peristiwa tersebut merupakan sebuah konspirasi yang telah berhasil memporak porandakan Liverpool.

Performa tim turun di paruh kedua musim tersebut, Dalglish lengser. Suarez mendapat boo di setiap stadion klub Inggris, seperti ingin mengusir nya dari tanah Inggris.

Brendan Rodgers, manager klub saat ini meminta agar Suarez dan semua pihak tidak lagi memperpanjang kasus ini. Suarez khususnya, dalam pertandingan nanti harus bisa memenangkan segala faktor emosional dalam dirinya, dan fokus ke pertandingan.

“Luis probably still feels a little bit of injustice about last season, but for me the message is that we have to move on” – Brendan Rodgers

Jangan sampai jika masih memperpanjang masalah ini hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu, khususnya media Inggris dengan headline yang seringkali keji, tidak peduli, demi banyak nya eksemplar terjual.

Tenang! Biar Menang

***

12 September 2012, setelah menunggu sangat lama, 23 tahun. Fakta dan kebenaran atas apa yang terjadi pada 15 April 1989, Tragedi Hillsborough. Dipaparkan oleh Perdana Mentri Inggris, atas nama pemerintah Inggris. Dan dalam satu fakta, dibaca oleh nya bahwa supporter Liverpool tidak bersalah dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan tegas tersebut memunculkan semacam gerakan sosial yang serentak melalui media termana, juga sosial media,  oleh para penulis sepakbola, pakar, dan pelaku sepakbola di Inggris sana untuk menyudahi chants antar supporter terkait tragedi kemanusiaan tersebut. Ketika pada kenyataannya, masih saja ada sebagian supporter TOLOL dari kedua klub, menyanyikan lagu berkedok dukungan atas klub mereka, mengesampingkan kenyataan sebuah tragedi kemanusiaan (Munich 1958, Hillsborough 1989), mengatasnamakan rivalitas.

Muncul juga semacam tuntutan atau himbauan agar jika masih ada saja orang-orang TOLOL yang masih mengumandangkan chants tersebut, agar dilarang hadir di stadion seumur hidup.

Surat Alex Ferguson Untuk Supporter ManUtd

Ferguson telah menulis sebuah surat terbuka untuk supporter Manchester United, berisi himbauan untuk respek kepada supporter Liverpool atas peristiwa Hillsborough yang fakta sebenarnya sudah diungkap oleh pemerintah Inggris. Termasuk didalamnya menghimbau untuk tidak ada lagi yang menyanyikan chants ofensif terkait Hillsborough.

Demikian pula dengan Brendan Rodgers, berharap publik sepakbola tidak lagi mengumandangkan chants terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa masing-masing klub, dalam hal ini Liverpool dan Manchester United.

Supporter, fans harus bisa memenangkan sisi kemanusiaan dari faktor rivalitas.

Menang! Biar Tenang.

***

Pertandingan melawan ManUtd nanti adalah pertandingan kandang Liverpool, yang pertama setelah diungkapnya fakta tentang Tragedi Hillsborough. Beberapa klub lain di Inggris, seperti Everton, Sunderland, Manchester City, Tranmere Rovers, juga beberapa klub Eropa seperti Celtic, Napoli dan Intermilan sudah menunjukkan kepedulian dan tribut atas peristiwa Hillsborough dan diungkapnya fakta tentangnya.

Saatnya Liverpool di Anfield, sebagai kandang sendiri, yang akan mempersembahkan sebuah tribut, untuk 96 supporternya yang tak pernah kembali dari Hillsborough. Akan ada 3 mosaic di Anfield nanti, digelar pada 1 menit awal pertandingan, masing-masing The Truth di The Kop, Justice di Lower Centenary, dan 96 di Anfield Road end.

Mosaic di 3 sisi dalam Anfield / img : spiritofshankly.com

Bukti sebuah dukungan dari klub, organisasi supporter (SOS), dan beberapa organisasi terkait Hillsborough (HSFG, HJC, HFH) untuk semua pihak yang mengalami dampak atas peristiwa sedih tersebut.

Tim ? Harapannya bisa mempersembahkan kemenangan, guna melengkapi semua tribut tersebut.

Menang! Biar (mereka, 96 supporter korban Hillsborough) Tenang



Bookmark and Share




Previous Post
Hillsborough - 23 Tahun Penantian
Next Post
LUCAS LEIVA: THE RETURN OF THE MIDFIELD BOSS







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Hillsborough - 23 Tahun Penantian
** artikel ini sumbangan dari @Ohsammysammy yang merangkum dari berbagai sumber, peristiwa bersejarah pengungkapan fakta...