Artikel / Pertandingan / November 23, 2013

Merseyside Derby Episode 221

“Forget Manchester United or Chelsea. Everton are the team I want to beat more than any every season”

Kalimat tersebut tertuang di halaman 54, otobiografi nya James Lee Duncan Carragher, Mr Liverpool. Padahal, kita tau bahwa pemain legendaris yang gantung sepatu di akhir musim lalu ini, pada masa kecilnya mewarisi tradisi keluarga – pendukung Everton.

everton

Konon, Merseyside derby ini adalah derby terpanas di ranah Inggris. “Perceraian” yang menjadi latar belakang masa lalu, menjadikan pondasi yang sangat kokoh untuk menopang rivalitas yang mengakar hingga kini.

Benar juga, mungkin rivalitas tersebut hanya dirasakan oleh penduduk Liverpool sana, Liverpudlian kita sebut. Dan kita yang terpisah ribuan kilometer, idealnya harus menganggap partai derby ini sebagai sesuatu yang tidak perlu dilebih-lebihkan. Silahkan, jika memang akan menganggap demikian.

Akan tetapi, kenyataan bahwa sudah dua musim kita mengakhiri kompetisi dengan peringkat dibawah tim se-kota adalah suatu hal menyakitkan. Di alam baka sana, Shankly mungkin sedih melihat kenyataan ini.

Musim lalu, LFC ditukangi oleh manager baru, Brendan Rodgers. Dan ketika itu, derby Merseyside berakhir dengan hasil imbang dalam kedua pertemuan. Kali ini,  gantian Everton yang di arsiteki manager baru, Roberto Martinez, yang kurang lebih melakukan hal yang sama dengna Rodgers musim lalu untuk Liverpool. Merombak pola dan filosofi permainan.

Everton

Sejak ditukangi Martinez, Everton bak artis Korea. Berubah. Permainan tim lebih teknikal, dan sesuai filosofi Martinez yang kurang lebih sama dengan Rodgers, mengedepankan possession football dan umpan umpan pendek. Raihan rata-rata possession musim lalu, 52.9% sementara sejauh musim ini, sudah 58.1% dan tertinggi ke-4 di BPL. Penguasaan bola tersebut didukung dengan akurasi umpan yang juga meningkat, dari yang hanya 79.4% di musim lalu, dalam 11 laga musim ini 83.8%. Akurasi umpan yang meningkat tersebut, besar kemungkinan sebagai impact dari meningkatnya umpan pendek mereka yang mencapai 23% dibanding musim lalu.

Meski demikian, bukan berarti mereka mengharamkan long ball. Martinez, bisa memadu padankan dengan luwes, dalam taktik racikannya. ManCity dan Newcastle pernah merasakan hasil keluwesan padu-padan taktik Martinez ini.

Penguasaan bola yang tinggi, tidak menjamin terbukanya kran gol. Mungkin itu yang dialami Everton sekarang ini. Hanya 14 gol yang berhasil mereka sarangkan sejauh ini, dan dalam 11 pertandingan yang sudah dijalani, 4 kali mereka gagal membuat gol.

Baines, sebagai salah satu sosok kunci mereka menyumbangkan 2 gol lewat tendangan bebas nya yang beracun. Sementara pemuda gagah asal Belgia bernama Lukaku, berkontribusi dengan sumbangan 5 gol. Kompatriot nya dari Belgia, Mirallas berkontribusi dengan sumbangan 4 assists dari 14 gol yang dibuat Everton. Satu lagi nama yang harus diwaspadai adalah Ross Barkley, akamsi (anak kampung sini) yang jika diturunkan akan bisa tampil menggila dalam partay derby ini karena faktor terbakar rivalitas.

Lini tengah Everton juga terlihat efisien dalam memutus maupun mengendalikan alur serangan, dengan keberadaan Barry. Pemain yang gagal di rekrut Liverpool untuk menggantikan Alonso ini (ck!) akan menjadi bagian langsung daripada rivalitas kedua tim.

LIVERPOOL FC

Kondisi sekarang ini jelas berbeda dengan musim lalu, Liverbird kali ini sedang terbang lebih tinggi di atas tower nya Everton. Belum lagi, harapan jika bisa memenangkan partai derby ini, selain gengsi dan harga diri, ada harapan akan bisa kembali bertengger di puncak klasemen.

Lupakan sejenak tentang harapan menjadi pemuncak klasemen, biarkan itu menjadi bonus ketika fokus permainan adalah memenangkan pertandingan, demi gengsi, demi harga diri.

Sturridge yang oleh ego nya Hodgsgon dipaksakan bermain di partai persahabatan tidak penting dengan Jerman, tengah pekan kemarin, agak meragukan bisa tampil. Ini berarti, pasangan hot Suarez-Sturridge bisa jadi tampil tidak lengkap. Suarez sedikit tertolong karena pulang dari Uruguay naik jet pribadi John Henry, yang mungkin dilengkapi dengan pramugari cantik.

Gerrard, adalah sosok kunci lain yang bisa membawa dampak signifikan dalam partai derby ini. Faktor sebagai akamsi, kapten tim jelas akan menjadi faktor non teknis yang bisa memicu semangat juangnya. Namun …

Lagi-lagi Hodgson layak mendapat hujatan, dengan memaksakan Gerrard juga dalam pertandingan Inggris – Jerman yang hasilnya sangat tidak bersahabat di tengah pekan kemarin.

Coutinho diharapkan bisa membuka atau terpaksa mencuri ruang untuk melapas umpan cantik ke siapapun ujung tombak LFC nanti malam, atau bahkan untuk dia sulap sendiri menjadi gol. Paling tidak, merepotkan dan mengganggu konsentrasy Barry-McCarthy yang menjaga kedalaman lini permainan Everton.

Henderson akan sangat membantu jika ditempatkan disisi kanan, demi menghambat dan merusak kinerja Baines, dan memberikan keleluasaan Johnson untuk membantu serangan. Lucas, akan sedikit bekerja keras untuk menjaga pergerakan Barkley, si akamsi yang bisa saja lari bak banteng luka menyusuri lini tengah Liverpool.

Seringnya Liverpool dibuat repot oleh pemain berfisik perkasa, dalam pertandingan nanti adalah Lukaku, akan diharapkan tertolong dengan keberadaan Sakho, yang baru saja membuat nama Napoleon terlupakan di Perancis sana, dengan 2 (atau satu, terserah saja) gol nya yang membawa Perancis lolos ke Brazil.

Ketika secara pengamatan taktikal, Liverpool harus waspada dengan flank lawan yang dihuni duet yang cukup merepotkan di kedua sisi, sisi kiri Liverpool akan menjadi perhatian utama. Mirallas dan Coleman, akan senang mempermainkan Cissokho yang nampak belum menemukan ritme permainan terbaiknya. Waspada sisi kiri.

Lupakan semua analisa di atas jika mau, karena di partai derby ini ada satu hal yang lebih penting. Mental dan semangat untuk menjadi “Penguasa Kota”. Rodgers mungkin harus memutar kembali video derby 2006, 2007. Bagaimana Garcia bertahan untuk bermain dalam kesakitan luar biasa, karena semua subs sudah turun. Atau bagaimana Liverpool tetap bisa menang saat Gerrard harus diusir wasit karena kartu merah.

***

Merseyside derby, setelah istirahat karena International match adalah bagai orang yang punya alergi / mengidap kolesterol tinggi sedang dalam keadaan lapar luar biasa, disuguhi lobster dengan bumbu istimewa.

Khawatir kulit gatal karena alergi, atau kepala pusing karena kolesterol (jika kalah) . Tapi bisa kekenyangan dan berkisah ke kolega nya dengan suka cita, saat kondisi badan normal (jika menang)

***

Siapkan beberapa kaleng bir, kita jelang Merseyside Derby Episode 221.



Bookmark and Share




Previous Post
Sejenak Mengesampingkan Cinta
Next Post
Brendan Rodgers Salah Memilih Waktu







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Sejenak Mengesampingkan Cinta
Tulisan ini jelas bukan mengenai para jomblo yang masih saja belum bisa berbagi rasa cinta nya, dan tetap berakhir pekan...