Artikel / Lain lain / October 12, 2011

Optimis !!

*** Tulisan ini adalah sumbangan dari Yanuar Ryswanto ( @ryswanto), salah sat member @BIGREDS_IOLSC yang pernah berkesempatan nonton langsung di Anfield saat melawan ManUtd) ***

Rabu, 21 Oktober 2009.

Adalah hari ke-2 saya di negeri nya Ratu Elisabeth. 4 hari menjelang pertandingan yang seringkali digelari Battle of Great Britain. Liverpool FC vs Manchester United. Terbangun di dalam sebuah kamar berisikan 2 set bunk (tempat tidur tingkat) di sebuah penginapan murah di bilangan Toxteth, sisi selatan kota Liverpool.

Bangun jam 08.00 waktu setempat, dalam keadaan setengah hangover. Perasaan yang berkecamuk, bercampur dengan pengaruh alcohol yang sedikit berlebih, dari beer yang menemani obrolan saya bersama sesama tamu penginapan, beberapa pria Perancis keturunan Aljazair yang juga punya perasaan kecewa cukup dalam

Ketika itu kami kecewa atas derita kekalahan LFC dari Lyon, di Liga Champion, yang bertanding di malam sebelumnya. Kekecewaan yang merembet menjadi kekhawatiran atas hasil pertandingan di hari Minggu, 25 Oktober 2009. Menghadapi seteru abadi Liverpool FC, klub asal Manchester beseragam merah.

Rasa kecewa atas kekalahan dari Lyon tersebut, memperburuk kondisi moril saya, yang saat itu karena suatu hal, terpaksa harus berangkat seorang diri ke Liverpool Kebayang saja andai di hari Minggu itu LFC kalah, perjalanan saya mengarungi separo lebih belahan bumi seorang diri akan seperti sia-sia. Penuh kekecewaan. Menyaksikan 2 kali pertandingan, dan semuanya menderita kekalahan. Apalagi kalah dari Manyoo

Yang tertarik mau baca lebih lengkap tentang cerita perjalanan saya, sendirian di Liverpool silahkan kunjungi forum BIGREDS http://forum.big-reds.org/viewtopic.php?f=38&t=3860

   *****

Melewati sisa hari sampai dengan matchday dengan beberapa perjalanan seputar kota dan pertemuan dengan banyak figur dan diskusi, serta pendapat yang beragam tentang prospek pertandingan nanti.

John, seorang pengusaha dari Malaysia yang juga adalah sesepuh LSCM (Liverpool Supporters Club Malaysia, pernah bertemu sebelumnya, dan kebetulan saat itu juga ada di Liverpool) dalam suatu obrolan di sebuah kedai kopi di pusat kota Liverpool, masi menyisakan optimisme. Tercermin dari wejangannya ke saya, saat saya berkeluh kesah tentang kekhawatiran saya yang takut pulang ke Indonesia dengan membawa kekecewaan. Kira-kira saat itu dia berujar “Tenang saja, kau akan bawa kisah bagus untuk temen-temenmu di Jakarta nanti”

Di tempat menginap saya, petugas jaga (resepsionis lah, kalo bisa dibilang begitu) adalah seorang pemuda asli Liverpool. Bersama dengan pria-pria Perancis, di sebuah tenda di pelataran hostel, obrolan kami setelah kekalahan lawan Lyon juga berlanjut ke prediksi pertandingan hari Minggu. Pemuda itu (saya lupa namanya, dengan bercanda dia hanya mau dipanggil Scouse J ) berucap “Pertandingan semalam itu emang busuk banget, tapi LFC tidak akan begini saat nanti bertemu Manyoo, semangat, upaya mempertahankan pride, pasti akan membuat kita tampil beda. Seri, dalam kondisi sekarang ini sudah bagus. Tapi jangan berhenti berharap, barangkali kita bisa mencuri angka penuh”

Komentar lain, dari Liverpool Supporters Club Hungary, yang juga menginap di hostel tersebut. Suatu siang saat hujan mengguyur Liverpool. Mereka juga was-was, sama seperti saya, tapi tetap optimis.

Yang paling mantap, adalah motivasi dari karyawan-karyawan Albert Pub. Sebuah pub, yang mendampingi Anfield sekian tahun lamanya. Saat saya berkunjung ke Albert, saya bertemu 3 orang karyawannya. Kurang lebih juga sama seperti resepsionis hotel tadi. Optimis.

Saat itu, LFC sedang dalam banyak masalah. Rentetan hasil mengecewakan, 4 kali menderita kekalahan secara beruntun : vs Fiorentina 0-2 (UCL), vs Chelsea 0-2 (BPL), vs Sunderland 0-1 (BPL) dan vs Lyon 1-2 (BPL) Bagaimana kita bisa optimis melawan tim yang saat itu dalam kurun waktu yang sama performanya bagus, hanya 1x seri (sisanya menang).

Belum lagi, problem internal klub yang saat itu mulai terang benderang terungkap. Gillet & Hicks yang makin ketahuan belangnya, ingkar atas janji janji dsb, mulai membuat gerah supporter. Hingga saat matchday ketika itu SoS (Spirit Of Shankly), kelompok supporter Liverpool yang secara frontal mengungkapkan kekesalannya atas owner saat itu, mengadakan aksi demo di luar stadion.

Rafael Benitez, mulai mendapat tekanan akibat serentetan hasil mengecewakan. Steven Gerrard diragukan tampil karena belum pulih dari cedera. Torres dan Johnson, belum tentu bisa bermain karena cedera (tidak tampil dalam match vs Lyon)

Suasana dan kondisi klub saat itu, benar-benar sedang tidak kondusif.

Tapi dengan optimisme, harga diri dan kebanggaan para pemain mengenakan jersey dengan Liverbird di dada. Pertandingan bersuasana panas penuh rivalitas itu bisa kita menangkan. Pemain membayar kepercayaan para supporter. Gol Torres & N’Gog, kartu merahnya Vidic, jelas melengkapi sore itu.

Saya di dalam stadion saat itu? ORGASME!!!

Anfield 25 Okt 2009, LFC 2-0 ManUtd

 

******************

Saat ini, 3 hari juga jelang match melawan klub yang sama. Kalau boleh dikatakan, kita dalam kondisi lebih baik dibanding saat itu. Dari hasil pertandingan, kondisi internal klub, kondisi pemain inti, dan juga kedalaman squad.

Memang secara penampilan, sejauh ini LFC masih tampil jauh dari memuaskan. Tapi dengan semua kondisi positif yang kita miliki sekarang ini, ketika didukung dengan optimisme, semangat membela harga diri (tidak mau kalah dari seteru abadi), dan kebanggaan mengenakan jersey merah dengan Liverbird di dada, Insya Alloh akan mendatangkan hasil optimal, Sabtu malam nanti.

 

Yanuar Ryswanto

BIGREDS member nomor 111221

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
Mari Bung Rebut Kembali!
Next Post
[Match Report] Liverpool vs MU Dalam Statistik.







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Mari Bung Rebut Kembali!
"Ketika saya mendengar Roy Hodgson berkata pasca kekalahan 2-0 dari Everton bahwa ini adalah penampilan terbaik LFC di musim...