Artikel / Feature / July 19, 2011

Pemain Tengah Terlalu Banyak?

Kita semua tahu di jendela transfer ini, siapa-siapa saja yang telah dikontrak oleh Liverpool.
Dari mulai Jordan Henderson, Charlie Adam, hingga yang paling hangat adalah Stewart Downing.
Sedikit banyak, bila kita cermati komentar banyak rekan kita di dunia maya, komentar yang paling sering muncul adalah
“Kok pemain tengah lagi sih? mau maen pake pola 2-7-1 ya?” 😀

Bila kita lihat stok pemain tengah saat ini, dapat diuraikan sebagai berikut :

Gerrard, Lucas, Meireles, Adam, Henderson, Poulsen, Shelvey, Spearing, Joe Cole, Aquilani.

10 pemain. Yep, 10 pemain yang memperebutkan 2 atau 3 posisi gelandang tengah.

Tak heran muncul komentar seperti diatas kan?

Baiklah, mungkin akan coba diurai berdasarkan karakteristik dari para pemain tersebut.

Gelandang tengah dengan naluri bertahan –> Poulsen, Lucas, Spearing
Gelandang tengah dengan naluri menyerang –> Joe Cole, Shelvey, Aquilani
Gelandang tengah serba bisa –> Gerrard, Meireles, Adam, Henderson

Dari daftar tersebut, untuk gelandang pengangkut air atau breaker sendiri, sebetulnya Liverpool tidak mengalami kelebihan stok.
Bila Poulsen meninggalkan klub, maka tersisa 2 gelandang bertahan murni, yaitu Lucas dan Spearing.

Shelvey sendiri santer diberitakan akan menjalani musim depan di klub lain dengan status pinjaman,
hal ini dirasa akan baik bagi perkembangan permainannya, dengan harapan ia akan mendapatkan jam bermain secara reguler di klub tersebut. Aquilani sendiri, setelah melewati masa-masa gosip tiada akhir tentang kepindahannya, akhirnya kembali ke Liverpool, dan bahkan bermain saat ujicoba melawan Malaysia. Saat itu ia dan N’Gog bermain cukup baik, hingga bahkan John W. Henry pun menyempatkan untuk mengatakan bahwa mereka memiliki tempat di tim Liverpool saat ini via laman twitternya (@John_W_Henry). Di masa peminjamannya di Juventus, Aquilani bahkan memuncaki daftar assist. Lebih hebat lagi, menurut OPTA, selama musim 2010/11, Aquilani adalah pemberi assist terbanyak di seantero Eropa.

Untuk Gerrard, walaupun sempat muncul kekecewaan dari para supporter saat muncul kabar ia tak akan bersama tim saat Tur Asia, dalam rangka pemulihan cederanya, penulis pribadi berpendapat bahwa lebih baik Gerrard tidak mengikuti Tur Asia, tetapi musim depan ia bisa bermain secara reguler, dalam level permainan tertinggi (Sebagai catatan, musim lalu Gerrard absen hampir setengah musim, dan saat bermain pun ia tidak dalam kondisi optimal).

Lucas dan Spearing tidak akan dibahas terlalu panjang. Lucas sebagaimana kita ketahui, adalah pemain terbaik pilihan supporter musim lalu.Yang agak sulit dimengerti adalah masih banyaknya supporter yang mencemooh Lucas, dengan pencapaian dan perkembangannya selama ini, sangat tidak adil bila ia masih terus dicerca. Ia memang bukan jenis pemain yang akan tampak berkilau dalam highlight atau klip YouTube, tapi kehadirannya sangat vital bagi lini tengah Liverpool. Sedangkan Spearing, statusnya adalah pemain rotasi (squad player), sehingga dilema yang muncul tidak terlalu berat.

Ok, Lucas, Spearing, Shelvey, Gerrard dan Aquilani sudah dibahas.
(Poulsen hanya disebut saja, daripada penulis teringat Roy Hodgson dan mulai mengusap2 muka)
Selanjutnya adalah Adam, Henderson, Meireles, dan Joe Cole.

Pagi ini penulis mendapat link thread di RAWK yang sangat bagus dari @yryswanto ,
http://www.redandwhitekop.com/forum/index.php?topic=278109.0
Dalam thread tersebut, sang penulis menyatakan bahwa peran Adam mungkin akan seperti Pirlo di AC Milan,
atau untuk contoh yang lebih dekat adalah peran Xabi Alonso di Liverpool.
Istilah populernya adalah deep playmaker, atau dalam thread tersebut disebut Pivot.

Berikut definisi Pivot menurut Wikipedia :

Pivot may refer to:

Pivot, the point of rotation in a lever system
More generally, the center point of any rotational system
Pivot joint, a kind of joint between bones in the body
Pivot turn, a dance move

Yang paling mengena adalah yang ini :

More generally, the center point of any rotational system

Nah, bila kita ingat keperkasaan Liverpool era Rafa Benitez di 2005, 2007, dan 2009.
Saat itu yang menjadi titik sentral permainan adalah Xabi Alonso. Karakter Xabi dan Adam sendiri sesungguhnya sangatlah mirip,
mereka tidak terlalu senang menjelajah ke depan, mereka lebih senang duduk di depan garis pertahanan, membagi bola pendek saat musuh bertahan dalam, dan senang meluncurkan bola lambung diagonal saat tim mencoba melakukan serangan balik.
Bahkan menurut hemat penulis, Adam memiliki kelebihan dalam hal tendangan pojok dan tendangan bebas.
Bila kita ingat, bahkan Alex Ferguson pun pernah berkomentar
“Untuk Charlie Adam, bahkan set piecenya semata sudah senilai 10 juta pound”
Ferguson berkomentar demikian saat timnya baru saja melawan Blackpool, dimana 2 gol Blackpool saat itu berasal dari tendangan pojok,
yang kedua2nya dieksekusi oleh Adam.

Bila dibandingkan dengan Meireles, banyak yang kecewa dengan rumor bahwa ia akan meninggalkan Liverpool.
Penulis adalah salah satu diantaranya.

Meireles adalah salah satu penampil terbaik musim lalu, dengan penampilan dinamisnya di lini tengah, bahkan saat ia ditempatkan di posisi yang bukan posisi alaminya, ia mampu memberikan penampilan yang baik. Lalu mengapa sampai muncul rumor tersebut? Mungkin rekan-rekan banyak yang sudah membaca mengenai hal ini, tapi tak ada salahnya bila kita ulang lagi beberapa hal dari pembahasan Meireles ini :

1. Ia akan menginjak usia 30 tak lama lagi, dan begitu seorang pemain memasuki usia 30, apalagi seorang pemain tengah, maka sedikit banyak akan ada penurunan dalam grafik permainannya, dan juga dari harga jual kembalinya.
2. Mengingat prinsip Moneyball yang sangat digandrungi JWH dan Commolli, maka mungkin musim ini adalah saat yang paling tepat untuk menjual Meireles, karena harganya masih tinggi dan kembali lagi pada poin 1, di musim depan mungkin harga jual Meireles bisa terpangkas hingga setengahnya.
3. Dan ini fakta menarik yang muncul belakangan. Secara teknik, Meireles sangatlah mumpuni, tetapi kemampuan bertahannya tidak sebaik kemampuan menyerangnya. Sebagai perbandingan, jumlah tekel Meireles hanya 1/3 dari tekel Charlie Adam musim lalu. Hal ini menjadi signifikan mengingat Adam menawarkan hal yang tidak jauh berbeda dengan Meireles dalam segi penyerangan.

Kesimpulannya, walaupun penulis sendiri mungkin akan kecewa bila Meireles meninggalkan Liverpool, tetapi bila ia meninggalkan Liverpool dengan harga yang layak, maka mungkin hal tersebut tidak akan terlalu menjadi masalah.

Jordan Henderson.
16 juta pound.
Para rival kita banyak yang mentertawakan saat kalimat tersebut disatukan.
Mereka lupa bahwa hal tersebut bukanlah hal yang luar biasa untuk seorang pemain muda asal Inggris
(Sebagaimana kita ketahui, harga pemain lokal Inggris memang selalu membumbung tinggi),
Dan Henderson sendiri adalah seorang pemain tengah serbabisa, sehingga nominal tersebut seiring berjalannya waktu akan tidak terasa besar. Yang perlu menjadi catatan adalah, untuk musim 2011/12, mungkin akan lebih baik bagi kita untuk tidak mengharapkan hasil instan dari Henderson, ia masih sangat muda, dan ruang baginya untuk berkembang masih sangat banyak, apalagi di bawah bimbingan Kenny dan Steve Clarke.

Joe Cole adalah pemain terakhir yang akan kita bahas, ia datang dengan status free transfer, tetapi dengan gaji yang sangat besar.
Walaupun ia mungkin masih bisa menawarkan banyak, tetapi bila ada tim yang bersedia meminangnya, mungkin Commolli dan Kenny akan melepasnya, kembali lagi pada pembahasan Meireles, faktor usia dan harga jual akan sangat menentukan.

Kesimpulan pendek dari pembahasan ini mungkin akan lebih mudah dicerna bila dibuat dalam bentuk list, siapa yang sebaiknya dilepas, dipertahankan, dan dilepas dengan catatan.

Dipertahankan –> Gerrard, Lucas, Adam, Henderson, Spearing, Aquilani.
Dilepas –> Poulsen, Joe Cole (Not exactly rocket science eh?)
Dipertahankan, lepas bila harganya layak –> Meireles.
Dipinjamkan untuk menambah jam terbang –> Shelvey.

Melihat skema di atas, bila terjadi, maka pada akhirnya kita akan hanya memiliki 6 gelandang tengah, jumlah yang ideal untuk mengarungi musim 2011/12, karena Liverpool hanya akan bermain di kompetisi domestik saja. Sehingga kekhawatiran bahwa kita memiliki terlalu banyak gelandang tengah pun, dengan sendirinya akan terbantahkan.

Tapi ini sekedar coretan di dunia maya saja, dalam prakteknya, tidak akan mudah melepas Poulsen dan Joe Cole,
apalagi mengingat gaji mereka yang besar. Akhir kata, melihat kiprah JWH, Commolli dan Kenny selama ini, kita harus yakin bahwa mereka telah memiliki rencana yang paling baik dan kita bisa berharap banyak pada mereka.

Kenny Knows.

(mj)


Tags:  adam aquilani formasi gerrard henderson Lucas meireles midfield poulsen shelvey spearing

Bookmark and Share




Previous Post
[Terjemahan] The Scouser Report: Soccernomics, Moneyball and Liverpool’s Transfer Policy
Next Post
Video Game, Highlights dan Stewart Downing







4 Comments

Jul 19, 2011

bner om peran lucas vital kayak busquets d barca
cuma org” kbnyakan g tahu betapa pentingnya posisi tsb


Jul 19, 2011

Ia lucas,kliatan gk menonjol tp anak itu vital posisi nya,dan bermain bagus buat musim kemaren,nah buat joe cole,poulsen and shelvey (semoga cpt terjual and semoga cpt berkembang slama peminjaman)


Jul 19, 2011

super banget artikelnya 🙂 #YNWA


Jul 19, 2011

superb!!!!
Suka kalimat terakhir.. “Kenny Knows.”



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
[Terjemahan] The Scouser Report: Soccernomics, Moneyball and Liverpool’s Transfer Policy
Apakah kesamaan yang dimiliki seorang penulis Inggris, seorang profesor ekonomi dan tim baseball Oakland Athletics? Ketiganya...