Feature / April 21, 2012

Perjalanan Ke Wembley

sebuah jurnal kiprah Liverpool di ajang FA Cup. Road To Wembley oleh @fajarrusalem

 

————————————

kali ini gue nulis perjalanan Liverpool di FA cup musim ini,

musim dimana Liverpool beli banyak pemain yang diharapkan bisa membawa mereka ke tempat yang lebih bagus di klasemen daripada musim kemarin,

tapi kenyataannya sampe liga tinggal 4 game lagi,

Liverpool masih ada di peringkat 8,

tapi dengan hasil yang lebih bagus di ajang piala, yaitu dengan berhasil menjuarai Carling Cup, serta mereka akan main di final FA Cup pada tanggal 5 Mei nanti, lawan Chelski di Wembley.

 

============================================================

 

di ajang FA Cup ini, Liverpool masuk langsung ke babak 3 dan lawan pertama yang dihadapin Liverpool adalah Oldham Athletic tanggal 5 Januari 2012.

ya diatas kertas, orang2 juga pasti pada bilang, ah ini mah gampang pasti Liverpool menang.

dan akhirnya memang, Liverpool menang dengan gap skor yang lumayan, 5 – 1.

tapi satu yang menjadi catatan disini adalah, gol pertama di pertandingan justru dicetak oleh Oldham, melalui tendangan Robbie Simpson pada menit 28.

tapi 2 menit setelah gol itu, langsung dibales sama gol dari Craig Bellamy dan penalti Steven Gerrard sesaat sebelum peluit half – time.

dan dibabak kedua, liverpool sukses menambah tiga gol lagi dari Jonjo Shelvey menit 68,

kemudian berturut-turut dua gol lainnya dicetak oleh Andy Carroll (menit 89) dan Stewart Downing (menit ke 90 + 5)  yang malem itu bermain dari bench.

yang menjadi man of the match untuk pertandingan ini adalah, si dia yang lehernya hilang entah kemana, Craig Bellamy, selamat Bellars.

 

=================================

 

kemudian maju ke babak 4 nih,

tahu siapa lawannya? yoi, musuh bebuyutan, padahal baru babak 4

belum sampai semifinal atau final, tapi kita sudah mesti perang lawan Manchester Merah, selanjutnya gue nulisnya manwho aja,

biar cepet, ngga bertele2.

babak 4 ini berlangsung di Anfield, tanggal 28 Januari 2012,

dan gue inget banget gue nonton ini di rumah pacar,

yang adiknya paling demen kalo liat Liverpool ngga menang -..-”

pas game ini mulai gue sempet heran juga sama formasi yang dipakai sama King Kenny

5 – 4 – 1, lima bek, Martin Kelly, Martin Skrtel, Daniel Agger, Jamie Carragher, sama Jose Enrique.

empat gelandang, Stewart Downing, Jordan Henderson, Maxi Rodariiguez sama Steven “captain Fantastic” Gerrard dan satu striker, Big Andy, yang harganya 35 juta, bukan big cola yang harganya cuma 3rb-an.

 

tapi pada prakteknya pas main, Enrique sama Kelly bisa jauh maju ke depan, jadi nambahin stok gelandang, sama carragher yang ternyata malem itu dijadikan gelandang bertahan sama King Kenny.

tapi yang terpenting jelas hasil akhir, kita berhasil menang lewat dua gol dari Daniel Agger menit 21, yang meneruskan corner dari Gerrard dan Dirk Kuyt (gol nya Kuyt menit 88, pas semua Liverpudlian gue yakin udah mulai dag – dig – dug tegang)

(diantara dua gol Liverpool, nyelip satu gol dari Park Ji Sung yang bikin kedudukan jadi imbang 1-1)

gol dari Kuyt ini juga bagus dan prosesnya cepat, long ball dari Pepe Reina, kemudian di “flick” sama Carroll dengan sundulannya, kemudian bola sampai di Kuyt, tanpa kesalahan, Kuyt berhasil bikin gol ke gawangnya Donat.

Kuyt sendiri masuk pas game sudah masuk ke menit 60, menggantikan Maxi dan menurut gue doi sukses jadi super- sub di game ini

 

*diakhir tulisan ini nanti, gue kasih link youtube, tunnel video Liverpool vs Manwho pas pertandingan, jadi berasa kaya lagi jalan2 di dalem Anfield pas pertandingan, kenapa gue ngga kasih link highlight nya?

soalnya pasti banyak, mending cari sendiri aja kalo yang itu mah,

 

==============================================

 

babak 5, saatnya lawan Brighton & Hove Albion

tanggal 19 februari 2012, kalo melihat dari divisi mana lawan Liverpool kali ini, pasti lagi – lagi banyak yang berpendapat kalau Liverpool bakalan menang mudah, dan itu terbukti lagi dengan gap yang besar, Liverpool menang 6 – 1

tetapi lagi – lagi Liverpool gagal membuat clean sheet disini, Pepe Reina mesti kecolongan satu gol dari Kazenga Lua Lua.

yang perlu dicatat dari pertandingan ini adalah, ini pertama kalinya trio, Suarez, Gerrard sama Carroll main bareng dari starting line – up.

Skrtel sudah bikin Liverpool unggul menit ke – 5 nyambut corner Gerrard, terus dilanjut gol bunuh dari Bridcutt menit 44, lanjut lagi gol Carroll menit 57. tapi ternyata Bridcutt ngga hanya sekali bikin own goal malem itu, dia bikin lagi menit 71, eh temannya satu tim juga ngga mau kalah, kalau Bridcutt bikin dua own goal, Dunk juga bikin satu own goal yang bikin Liverpool memimpin 5  – 1 sampai menit ke 74.

own goal nya si Dunk ini juga lumayan asik, doi mau coba juggling di depan gawang, eh ternyata doi kurang jago, malah bolanya masuk ke gawang.

tapi ternyata own goal dari Dunk bukan gol terakhir malam itu,

soalnya Liverpool masih semangat menyerang, dan gol terakhir pada game itu dihasilkan melalui sundulan Luis Suarez menit – 85, yang menerima assist berupa sundulan juga dari Carroll,

pada akhir pertandingan own goal kedua dari Bridcutt dihadiahin ke Steven Gerrard, (karena memang Bridcutt bikin own goal dari umpan tarik Gerrard)  dan Luis Suarez sukses jadi Man of the Match di game ini

 

===================================================

 

babak 6, atau perempat final,

Liverpool berhadapan dengan Stoke City di Anfield, dan stadion menyambut kedatangan kembali mantan striker jangkung Liverpool,

Peter Crouch, (yang di game ini dia berhasil bikin gol ke gawang Pepe Reina)

tapi yang jelas kita ngga mengharapkan yang lain selain kemenangan untuk membawa Liverpool ke semifinal FA Cup, yang pertama setelah tahun 2006,

pada akhirnya Liverpool menang 2 – 1 dengan gol – gol yang dihasilkan oleh Luis Suarez (menit 23 ) dan Stewart Downing (57)

yang menarik proses kedua gol benar – benar mirip, perbedaannya dari eksekutor nya dan dari sisi mana mereka menyerang.

gol Suarez berawal dari sisi kanan pertahanan Stoke dan dia melakukan give and go, atau yang lebih familiar dengan sebutan one – two passing dengan Maxi sebelum menceploskan bola, ke pojok kiri bawah gawang Martin Sorensen, sedangkan gol yang kedua, sama dengan teknik give and go juga, hanya saja kali ini eksekutornya adalah Downing yang bekerja sama dengan Gerrard, dan kali ini prosesnya dimulai dari sisi kiri pertahanan Stoke.

 

====================================================

 

semifinal, 14 April 2012

lawannya adalah Merseyside Blue (kalo yang sering maen PES pasti tahu)

Everton, ini semifinal pertama buat Liverpool di New Wembley dan semifinal pertama  ini langsung bertajuk Derby Merseyside.

kita semua tahu, Liverpool pada game ini menurunkan Brad Jones sebagai kiper,

kalo saya sendiri benar – benar  tidak ada keraguan untuk Brad,

soalnya kita sudah merasakan performanya saat dia berhasil menggagalkan penalti Yakubu saat Liverpool mengalahkan Blackburn 3-2,

dan ternyata Brad sama Yakubu dulu teman karib di Midllesbrough, yang rutin melakukan latihan tendangan penalty  setelah latihan reguler selesai.

 

dipimpin oleh seorang Steven Gerrard, Liverpool konsisten untuk terus mengurung pertahanan dari Everton, dan itu terus berlanjut,

sampai pada akhirnya malah Everton terlebih dahulu yang berhasil membuat gol,

melalui Nikila Jelavic pada menit 24 yang memanfaatkan miskomunikasi dari Agger dan Caragher,

*walaupun jelas terlihat, kalau posisi jelavic sudah offside pada saat dia menerima bola, tapi gol tetap di sahkan oleh wasit, ngga apa – apa.

 

setelah goal itu pertahanan tetap solid, dan tidak ada yang saling menyalahkan,

yang ada Liverpool makin konsentrasi untuk memenangi pertandingan.

dan akhirnya pada babak kedua gol yang ditunggu – tunggu Liverpudlian pun tiba,

dari kesalahan tidak perlu Sylvain Distin, dia melakukan back pass yang terlampau pelan, sehingga bola berhasil dikejar dan dikuasai Suarez,

tanpa perlu banyak repot, dia menendang bola melalui kaki kanan luar nya dan bola sukses melewati Tim Howard yang sudah maju ke depan untuk menghalau laju Suarez,

tapi disini jelas, Suarez lebih cerdik, dan Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1.

 

setelah kedudukan imbang, Liverpool semakin semangat untuk memenangi pertandingan, dan akhirnya gol kemenangan itu datang dari sundulan Andy Carroll memanfaatkan assist dari free kick Craig Bellamy,

yang masih menjadi “misteri” sampai gue nulis ini adalah sesaat sebelum Bellamy mengambil free kick, Gerrard membisikkan sesuatu kepada Bellars,

kita semua ngga ada yang tau apa yang sebenarnya dibisikin Gerrard ke Bellars,

tapi yang jelas sehabis itu Carroll bisa mencetak gol melalui sundulan kepalanya,

kedudukan menjadi 2 – 1 untuk Liverpool dan itu bertahan sampai pertandingan selesai.

 

yang mengharukan setelah game ini adalah, seorang Pepe Reina langsung masuk ke lapangan untuk memberikan selamat khusus nya kepada Brad Jones,

día langsung loncat ke Brad Jones, dan terlihat senang sekali, sedangkan Brad Jones sebelum Reina digendongnya, dia sudah bersujud di depan gawang, dan menangis, katanya kemenangan ini dan majunya Liverpool ke final FA cup,

ia persembahkan untuk almarhum anaknya, Luca Jones, yang meninggal saat usianya masih 5 tahun dikarenakan leukimia.

 

==============================================================

 

selamat Liverpool,

pada akhirnya pencapaian final FA CUP ini menurut gue adalah sesuatu yang luar biasa, yang bisa menjadi awal kebangkitan dibawah King Kenny,

walaupun posisi di klasemen liga tidak lebih bagus dari musim kemarin,

tapi dua final dalam satu musim (dan salah satunya sudah berhasil menjadi trophy Carling Cup) jelas pencapaian yang sangat bagus untuk sebuah tim,

dan gue berharap di final tanggal 5 Mei nanti, yang akan kembali digelar di Wembley,

lucky Wembley membawa Liverpool kembali menang, dan mengangkat trophy FA cup nya yang ke-8 sepanjang sejarah,

 

YNWA for All Liverpudlian.

 

*catatan khusus nih,

laju Liverpool ke final FA Cup musim ini mirip kaya FA Cup 2006

dimana Liverpool juga mengalahkan Manwho, 2-1 di babak 32 besar,

dan di final mereka menang lawan West Ham, 3-3 waktu normal trus menang adu penalty, 3 – 1(kipernya emang berubah dari Dudek jadi Reina,

tapi dua duanya TOP soal menahan tendangan penalti)

kenapa mirip? soalnya Chelski sama West Ham sama2 dari London,

tapi kalau bassis fan, Chelski masih ngga ada apa2nya dibanding fans nya The Hammers.

 

ini link buat video tunnel nya

 


Tags:  Wembley

Bookmark and Share




Previous Post
Thank God We Have a Superman!!!
Next Post
Inilah Mengapa Liverpool Memenangkan Hatiku







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Thank God We Have a Superman!!!
 sebuah tulisan dari Redzi Pratama (redzkop)   Namanya seperti wanita. Perawakannya tampan idola kaum hawa. Usianya...