Artikel / Feature / February 27, 2014

RAJIN CETAK GOL PEMBUKA PANGKAL JUARA

*tulisan ini dibuat sebelum laga melawan Swansea, jadi menggunakan data dan timeframe per gameweek 26 BPL

 

Selebrasi-The-RedsApapun strategi yang diterapkan seorang pelatih sepakbola untuk tim nya, muaranya adalah sebuah kemenangan, yang tentu saja akan di dapat dengan cara mencetak gol.

Terkait dengan strategi  yang berujung pada upaya mencetak gol tersebut, musim ini bisa saya katakan bahwa Liverpool berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Liverpool musim ini mampui mengambil inisiatif serangan untuk rajin mencetak gol pembuka, yang beberapa dicetak dalam waktu relative cepat. Serta  kemampuan memanfaatkan secara maksimal situasi bola mati menjadi gol (23 sejauh ini, dan terbaik di antara tim lainnya) juga. Dari aspek gol, dua hal ini sangat berbeda dengan beberapa musim sebelumnya, dan merupakan kunci kesuksesan Liverpool dapat konsisten bertengger di 4 besar sejauh ini.

Tulisan ini nantinya hanya akan membahas mengenai keagresifan Liverpool dalam kaitan mencetak gol pembuka sebagai kunci kesuksesan (sementara) Liverpool sejauh ini. Lebih detil tentang gol dari set piece (situasi bola mati) , barangkali ada kawan saya yang mau menuliskan nantinya.

PENTINGNYA GOL PEMBUKA

Saya yakin kita semua tentu sepakat, jika gol pembuka itu penting. Namun apakah kita semua menyadari seberapa penting gol pembuka?

Bagaimana sebuah gol pembuka dapat membawa pengaruh pada jalannya pertandingan, hasil sebuah laga, atau bahkan akhir sebuah kompetisi, itu yang layak kita cari tau. Sebagai pembuka anda dapat membaca tulisan saya mengenai gol cepat sebagai kunci menguasai / memenangi pertandingan, yang lebih bersifat umum. Dimuat di Detiksports, beberapa hari lalu.  Silahkan baca di sini 

Dalam artikel tersebut, saya menjelaskan beberapa hal yang layak disoroti perihal gol pembuka, di antaranya adalah sebagai berikut

  • Faktor kandang – tandang. Pada saat bermain di kandang, peluang mencetak gol pembuka lebih besar
  • Frekwensi mencetak gol pembuka.
  • Kemampuan mengkonversi gol pembuka menjadi kemenangan
  • Kemampuan bangkit untuk membalikkan keadaan (seri atau menang) saat kebobolan terlebih dahulu.

Gol pembuka adalah kunci untuk mendapatkan leading position . Sebuah tim akan bisa mengendalikan permainan. Mendikte lawan agar bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan. Jika kondisi ini dapat dicapai, maka terbuka kemungkinan lawan akan melonggarkan pertahanan yang akan memperbesar peluang menggandakan keunggulan. Jadi, makin cepat sebuah tim dapat mencetak gol pembuka, akan semakin menguntungkan. Untuk bisa mencapainya, ditentukan dengan se-agresif apa sebuah tim memulai pertandingan.

Bicara mengenai agresifitas memulai pertandingan, musim ini Liverpool berhasil melakukannya dengan baik. Anda pasti masih ingat dengan baik, gol di menit ke-4 ke gawang De Gea, untuk selanjutnya sepanjang sisa laga, berusaha sekuat tenaga mempertahankan keunggulan. Inisiatif untuk membuat gol pembuka dalam kurun waktu relative cepat, juga memicu keberhasilan menciptakan pesta gol LFC musim ini. Bahkan termasuk ke pesaing terdekat seperti Spurs, Everton dan terakhir Arsenal. Sementara pesta gol lain seperti ke gawang Norwich, Fulham, WestHam, WBA dan Stoke, kesemuanya juga diawali dengan gol pembuka yang rata-rata tercipta dalam kurun 15 menit pertama.

MUSIM YANG LEBIH AGRESIF

Saya berani mengatakan bahwa gol pembuka adalah kunci keberhasilan Liverpool sejauh ini, jelas bukan tanpa alasan. Mari kita tengok catatan Liverpool perihal mencetak gol pembuka di lima musim terakhir ini dalam table berikut:

WHEN LIVERPOOL SCORING FIRST (UPDATED GW 26 BPL)
08/09 09/10 10/11 11/12 12/13 AVE SEASON 13/14
22 23 24 18 19 21.2 FREQ 19
57.9% 60.5% 63.2% 47.4% 26.3% 55.8% % Season 73.1%
19 17 16 13 14 15.80 GAMES WON 15
86.4% 73.9% 66.7% 72.2% 73.7% 74.5% WIN % 78.9%
59 55 53 42 45 50.80 PTS GAINED 47
2.68 2.39 2.21 2.33 2.37 2.40 AVE PTS PER GAME 2.47

Dalam lima musim terakhir, Liverpool di-arsiteki oleh tiga manager brillian (atau empat kalau anda memasukan Hodgson sebagai arsitek briliant) . Dan bersama empat manager tersebut, ada hal yang identic: kesulitan mencetak gol saat menghadapi tim-tim sekelas Fulham, Stoke, atau Wigan.

Bahkan, kondisi tersebut juga terjadi saat Liverpool disebut sebut (paling tidak oleh fans nya dalam sebuah chants) memiliki Best Midfield In The World, dan seorang striker yang terkenal tajam saat itu. Kesulitan untuk bounce back saat lawan berhasil mencetak gol lebih dulu, juga acap terjadi pada periode sebelum musim ini. Frustasi.

Dalam 26 pertandingan yang sudah dijalani musim ini, Liverpool berhasil mencetak gol pembuka di 19 pertandingan di antaranya (73%) Sebuah peningkatan signifikan dibandingkan statistic seluruh pertandingan liga yang dilakoni dalam 5 musim sebelumnya dimana rata-rata per musim nya,Liverpool berhasil mencetak gol pembuka dalam 21.2 pertandingan, atau sekitar 58% dari total seluruh pertandingan.

Rataan yang dicapai musim ini, adalah tertinggi di Premier League, bahkan lebih tinggi dari Chelsea dan Manchester City yang masing-masing 1 pertandingan lebih rendah dari LFC. Keberhasilan LFC membuat gol pembuka di 19 pertandingan tersebut, juga termasuk ke gawang para pesaing, tidak terkecuali Chelsea dan Manchester City (meski sayangnya gagal meraih poin)

Dalam 19 pertandingan di mana Liverpool menguasai leading position tersebut, 15 di antaranya berbuah 3 poin (78.9%), sementara sisanya 2 berujung seri dan 2 lagi berujung kekalahan. Dua yang berujung kekalahan, dapat kita maklumi (ahh, ngeles aja) karena memang LFC saat itu bertanding di kandang lawan yang perkasa di kandang, serta skuad yang kuat. Pun, secara permainan saat itu, LFC tampil tidak mengecewakan. Chelsea – Manchester City, away.

Tabel di atas juga menjelaskan bahwa, dari 53 poin yang diraih sejauh ini, 47 di antaranya diraih saat berhasil membuat gol terlebih dahulu. Nilai rataan nya adalah 2.47 poin per game. Peningkatan lain akan anda lihat, jika merujuk pada table di atas, di mana dalam 5 musim terakhir rataan perolehan poinnya hanya 50.8 per musim. Secara keseluruhan rataan perolehan poin musim ini hanya bisa ditandingi oleh pencapaian musim 08/09.

Musim 08/09 juga tercatat sebagai musim terbaik jika melihat pada kemampuan bounce back. Dua puluh dua poin di raih dari posisi tertinggal terlebih dulu. Sementara musim ini baru 6 poin yang dapat di raih. Namun jangan khawatir, musim lalu Rodgers memberi indikasi bahwa squad nya memiliki kemampuan untuk tetap meraup poin dari kondisi tertinggal, dengan rataan 0.79 poin per game. Dua kali lipat dari rataan 3 musim sebelumnya.

WHEN OPPONENT SCORING FIRST (UPDATED GW 26 BPL)
08/09 09/10 10/11 11/12 12/13 AVE SEASON 13/14
11 10 13 16 14 12.8 FREQ 7
28.9% 26.3% 34.2% 42.1% 36.8% 33.68% % SEASON 26.9%
6 1 1 1 2 2.2 GAMES WON 1
54.5% 10.0% 7.7% 6.3% 14.3% 17.19% WIN % 14.3%
22 3 4 6 11 9.2 PTS GAINED 6
2.00 0.30 0.31 0.38 0.79 0.72 AVE PTS PER GAME 0.86

Di season 13/14 ini kita hanya 7 kali kecolongan gol pembuka, atau sekitar 26.9%. Angka yang relative rendah dibandingkan 5 musim sebelumnya. Dari tujuh kali kecolongan, hanya satu kali berhasil mengkonversinya menjadi kemenangan, yakni saatmelawan Fulham kemarin. Pertanda yang bagus bukan? Alih alih butuh comeback,  lebih baik bermain aggressive dan mencetak gol pembuka, untuk kemudian di konversi menjadi kemenangan. ( Perhatikan, mblo!)

SEBERAPA JAUH KITA BOLEH BERHARAP

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana peluang Liverpool di akhir musim nanti dengan catatan bagus dalam membuat gol pembuka? Kita lihat dulu peta persaingan antar penghuni 5 besar klasemen sementara.

WHEN TEAM SCORING FIRST – BPL 2013/14 (PER GAMEWEEK 26)
Team Game Played Opening Frequecy % Match Won Win% Pts Gained Average pts
Arsenal 26 18 69.2% 16 88.9% 49 2.72
Liverpool 26 19 73.1% 15 78.9% 47 2.47
Man City 25 18 72.0% 15 83.3% 46 2.56
Chelsea 26 16 61.5% 13 81.3% 41 2.56
Spurs 26 15 57.7% 12 80.0% 39 2.60

Dengan 12 sisa laga saat ini, Liverpool punya indikasi untuk berhasil membuat gol pembuka dalam 26 pertandingan. Paling tidak bisa diharapkan dari 6 laga kandang, dan 2 laga tandang melawan Norwich (oh, hello Carrow Road, we love to play there, especially Suarez) dan Crystal Palace. Hal yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan mengkonversi keunggulan tersebut menjadi kemenangan. Conversion rate LFC untuk aspek ini, paling rendah dibanding pesaing di 5 besar.

WHEN OPPONENT SCORING FIRST – BPL 2013/14 (PER GAMEWEEK 26)
Team Game Played Conceding Frequecy % Match Won Win% Pts Gained Average pts
Chelsea 26 7 26.9% 4 57.1% 13 1.86
Spurs 26 10 38.5% 3 30.0% 10 1.00
Liverpool 26 7 26.9% 1 14.3% 6 0.86
Man City 25 5 20.0% 2 40.0% 6 1.20
Arsenal 26 6 23.1% 1 16.7% 5 0.83

Selain memperkecil angka untuk tidak kebobolan lebih dulu, Liverpool juga dituntut meningkatkan bouncing ability. Acuannya adalah bisa menyamai rataan poin milik Chelsea (dan yang juga sama dibukukan ManUtd saat menjadi juara musim lalu) yaitu 1.86 poin per game.

Apabila (semoga), Liverpool dapat memenuhi persyaratan di atas, menurut hitung-hitungan saya secara matematik (anda tidak perlu menanyakan nilai matematika saya kan?) , Liverpool akan punya kans mengakhiri musim di puncak klasemen dengan raihan poin di atas 90. Terlalu muluk muluk? Baiklah (sebenarnya saya malas), mari kita turunkan ekspektasi kita. Bicara mengenai target awal yaitu posisi 4 klasemen, Liverpool akan dapat mencapainya dengan meraih 79 poin, di bawah Chelsea (85), City dan Arsenal (83).

John W Henry pun senang, We’re back where we belong. European Champions League !

Bola itu bulat (atau bundar? Terserah saja lah), dan segala hitung-hitungan di atas kertas dan matematik selalu punya peluang tidak jitu.

Ah sudahlah, more opening goal please ….

*anda mungkin tertarik dengan beberapa serba-serbi terkait gol pembuka, berikut ini beberapa catatan saya tentang itu.

  • Seluruh gol pembuka Liverpool, dicetak di babak pertama
  • Dari 19 gol pembuka,  5 di antaranya dibuat  di bawah menit ke-5, 8 lainnya dibuat sebelum menit ke-15
  • Dari 19 gol pembuka, Sturridge – Suarez masing-masing membuat 5 gol. Sisanya milik Skrtel 2, Gerrard 2, Coutinho 2, gol bunuh diri 3
  • Liverpool berhasil mencetak gol pembuka ke semua gawang klub yang berada di posisi 7 besar
  • Liverpool belum pernah mengakhiri laga dengan skor 0-0

 

 

YNWA,

@yasmara

*terima kasih kepada mas @ryswanto yang telah meluangkan waktu untuk merapikan tulisan ini.



Bookmark and Share




Previous Post
Aim For The Sky, Get Your Parachute Ready
Next Post
Miracle Is Possible







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Aim For The Sky, Get Your Parachute Ready
Sempatkan sejenak untuk kembali melihat klasemen Premier League. Perolehan angka tiap tim dari setiap "kasta" sangat lah tipis....