Pertandingan / August 26, 2013

[Review] Aston Villa 0 vs Liverpool 1 – Sisi Pragmatis Brendan Rodgers

Istilah “A Game of 2 Halves” cocok untuk mendeskripsikan pertandingan kedua LFC di musim ini di kandang Aston Villa. Liverpool yang unggul duluan dari gol hasil kegesitan Daniel Sturridge dan mendominasi babak pertama dengan penguasaan bola 62% bermain lebih bertahan dan hati-hati di babak kedua. Penyelamatan gemilang Simon Mignolet menepis tendangan Christian Benteke yang lolos jebakan offside menjelang akhir pertandingan mencegah Aston Villa menyamakan kedudukan setelah berbalik menguasai 60% penguasaan bola sepanjang babak kedua.

Pada awal-awal pertandingan terlihat Liverpool berhasil memanfaatkan kelelahan Villa yang harus menghadapi Chelsea beberapa hari sebelumnya. Kokohnya penampilan Toure di belakang menepis kekhawatiran Benteke yang sedang in-form akan menjadi orang pertama yang membobol gawang LFC musim ini. Namun tampaknya perubahan strategi dari Brendan Rodgers yang lebih mengutamakan LFC menjaga keunggulan ketimbang menambah gol membuat Villa seakan mendapatkan kekuatan baru dan beberapa kali menyulitkan pertahanan LFC. Rodgers sendiri mengakui pasca pertandingan bahwa dia merubah taktiknya di babak kedua demi menjaga daerah pertahanan dan mencegah Villa mendapatkan celah di belakang. Villa memang sebuah tim yang memiliki kemampuan counter-attack yang berbahaya dengan kombinasi kecepatan Agbonlahor dan kekuatan Benteke membuat konsentrasi sangatlah dibutuhkan selama 90+ menit.

Bagi fans yang terbiasa dengan permainan passing dan possession yang dominan ala Rodgers musim lalu, permainan pragmatis ini mungkin sedikit mengherankan, tetapi faktanya adalah LFC musim lalu kerap kebobolan di saat sedang menguasai pertandingan. Seringkali lawan hanya membutuhkan 1 atau 2 serangan untuk membobol gawang LFC yang sedang asyik menyerang. Ini mungkin yang membuat team-talk di ruang ganti saat turun minum lebih memfokuskan pada konsentrasi agar tidak lengah dan ini terlihat saat seorang Daniel Sturridge pun di babak kedua ikut turun membantu pertahanan. Pada akhirnya tiga poin memang lebih penting daripada jumlah possession, jumlah passing atau jumlah tendangan ke gawang. Timbul perasaan aman mengetahui seorang Brendan Rodgers memiliki lebih dari satu cara bermain untuk memenangkan pertandingan dan tidak terlalu keras kepala untuk menyesuaikan diri dengan permainan lawan. Perasaan aman ini menguat melihat konsentrasi dan refleks gemilang yang ditunjukkan Simon Mignolet saat dibutuhkan dan ketenangan dan kedewasaan yang dibawa Kolo Toure ke barisan pertahanan yang ditinggal Jamie Carragher. Semoga apabila nanti datang suntikan kreatifitas dari pemain baru atau kembalinya Suarez dengan form seperti musim lalu dan juga meningkatnya kemampuan distribusi Mignolet untuk memulai serangan cepat dari belakang, kita bisa memastikan kemenangan lebih awal tanpa perlu terlalu sering mengorbankan gaya permainan. Yang pasti awal yang baik dengan dua kemenangan ini sudah merupakan perbaikan dari musim lalu dan momentum pun terjaga menghadapi tantangan berikutnya. Onwards and upwards.(mn)



Bookmark and Share




Previous Post
Adu Filosofi
Next Post
Filosofi di Tengah Atraktif & Pragmatis Liverpool







1 Comment

Aug 26, 2013

Iya 3 point lbh penting drpd main bagus tp seri atau kalah. Kyk musim2 sebelumnya main bagus tp selalu kesulitan melawan tim yg main negatif macam stoke dll. Bukannya saya mendukung LFC main pragmatis ala tim2 serie a ya, lagian Suarez blm bisa main. semoga aja nantinya permainan LFC makin berkembang. dan Marquee signing mana nih? kyk sulit masuk Big Four dengan skuad yg ada saat ini. #YNWA



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Adu Filosofi
Lupakan sejenak kegundahan atas belum datangnya pemain baru yang diinginkan Brendan Rodgers untuk memperkuat skuad nya sekarang....