Berita & Rumor / May 17, 2012

Saya Marah, Saya Sedih, Kenny Pergi !

Semalam, di sebuah restoran saya bertemu 3 orang sahabat, sesama supporter LFC. Awalnya hanya ngobrol tentang problematika hidup, hingga akhirnya sampai pada obrolan tentang sesuatu yang menjadi kesamaan kami. Liverpool FC.

Ada seorang kawan yang menyinggung masalah kepemimpinan Dalglish selama ini, dimana ada poin tentang metode kepelatihan, pemilihan strategi, personal approach ke pemain, dan yang sedikit lebih bikin miris, kawan ini menyinggung masalah Liverpool Way, yang untuk era sepakbola modern ini jika diterapkan tanpa sedikit pembaharuan, tidaklah lagi cocok. Dalglish masih menerapkan, versi klasik dari Liverpool Way ini. Begitu menurut sahabat saya ini.

Tulisan ini akan jadi lebih panjang, jika harus menceritakan diskusi tak beraturan kami semalam. Jadi mungkin akan saya tulis di artikel lain, dalam waktu dekat. Semoga masih mood.

Flash back ke dua minggu lalu, sahabat saya yang lain dalam rentang waktu yang singkat, sempat berkisah hal yang kurang lebih sama. Klub kita dikelola dengan cara-cara yang klasik, kalau tidak mau dibilang amatir. Sudah tidak “sesuai” dengan era sepakbola modern, sepakbola yang menjadi industri.

Ini yang ada di mata John W Henry dan Tom Werner sekarang ini. Perlu dilakukan perombakan. Lihat saja, orang-orang yang duduk di jabatan penting klub, Comolli, Bruckner, Ian Cotton, dan terakhir King Kenny Dalglish dilengserkan. Alasannya mungkin sama, sudah tidak sesuai dengan prinsip owner yang ingin klub bisa mengimbangi laju industri sepakbola.

***********

Sepulang dari obrolan semalam, baru beberapa menit tiba di rumah. Saya tengok time line twitter, langsung tercekat ketika account dari seorang wartawan Inggris menampilkan info singkat tentang King Kenny turun takhta.

Emosi saya langsung bergejolak, masih saya tunggu informasi resmi dari klub mengenai hal ini. Dan …. muncul-lah info resmi itu. Hingga saya baca langsung dari website resmi klub, pada bagian terakhir saat Kenny menyampaikan pesan terakhirnya, mata saya berkaca-kaca. Becek.

Bukan sekedar karena lengsernya seorang legenda hidup klub, yang telah menyelamatkan klub dari era kelam masa kepelatihan Hodgson. Tapi pada beberapa hal lain yang terlintas di pikiran saya, hasil dari diskusi dengan beberapa sahabat yang berwawasan luas, dari banyak sudut pandang, tentang Liverpool FC.

***********

King

Long Live The King ! Thanks for everything you've done !

Big spending, hasil tidak memuaskan? Berapa net spend kita untuk belanja pemain musim ini? Media menyatakan sekitar 120 juta poundsterling, benarkah? Kalkulasi lagi, atau tengok tulisan saya di blog ini awal musim lalu.

Instant sukses ? Apakah klub kita harus seperti Chelsea, Manchester City ? Apakah owner kita punya cukup dana untuk mendukung klub? Seperti owner klub-klub itu? Review tentang rencana pembangunan stadion baru saja masih berlarut larut.

Gagal mencapai Liga Champion musim depan. Income yang didapat dari keikutsertaan UCL memang signifikan untuk klub. Tapi apakah owner tidak menghargai sesuatu yang disebut PROSES ? Ataukah memang sebenernya owner tidak punya cukup dana, sehingga sangat berharap dari uang dari UCL? Gillet & Hicks Mark II ?

Taktik dan pola permainan yang tidak jelas, berujung pada posisi 8 di liga. Ini mungkin satu-satunya alasan yang dapat saya tolerir. Karena saya memang merasakan hal itu. Tapi apakah mutlak seperti itu, apakah Kenny sebodoh itu? Tidak kah ada alasan lain di balik “bapuk” nya taktik dan pola permainan kita selama ini. Mental ? Mood ?

Pada bagian taktik ini, saya menyorot sebab paling krusial dari anjloknya penampilan kita adalah cederanya Lucas. Apakah setelah itu Dalglish yang tidak mau mencari penggantinya di periode Desember-Januari. Ataukah owner yang tidak mau mengeluarkan dana untuk mencari backup Lucas?

Tiba pada beredarnya kabar calon pengganti Dalglish. Paling santer, Roberto Martinez, lalu pagi ini Andre Villas Boas. F*ck no !! Apakah mereka bisa lebih baik dari Dalglish ? Atau karena dengan pelatih seperti ini Owner berharap bisa sedikit lega karena pembelian pemain bisa yang medioker saja? Bersiaplah jadi klub medioker !!

Modernisasi dari Liverpool Way dalam menjalankan klub, di seluruh sektor. Manajemen, permainan, pendekatan, ikatan dengan fans dsb. Boleh lah, mungkin yang diterapkan sekarang ini dinilai kuno, tidak sesuai lagi dengan era sepakbola modern. Tapi apakah harus se-radikal itu langkah yang diambil ? Perombakan besar-besaran, dari klub yang baru 19 bulan sembuh dari sakit kronis ?

Semua karena bisnis ?

Seorang sahabat yang tergolong berpengetahuan ekonomi sangat bagus pernah bercerita ke saya. Jangan lantas anggap owner sekarang ini sebagai dewa hanya karena pernah menyelamatkan klub dari masa-masa kelam era Gillet Hicks. Tinjau kembali pengeluaran mereka selama ini. Janji tentang stadion ?

The Great Shankly bernah berucap

“At a football club, there’s a holy trinity – the players, the manager and the supporters. Directors don’t come into it. They are only there to sign the cheques.”

No more !

Sad. Gutted.

GOD BLESS ,  LIVERPOOL FOOTBALL CLUB !

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
Kenapa Harus Liverpool ?
Next Post
[Polling] Siapakah 'The Next LFC Manager' Pilihanmu?







3 Comments

May 17, 2012

This is an amazing post !! I agree wuth you !! It’s not about glory but it’s about process 🙂 GOOD LUCK !!


May 17, 2012

Favoritism yang sangat jelas dalam tulisan ini membuatnya bias dalam kadar tertentu. Kalau kita mau jujur dengan kemampuan kepelatihan King Kenny dan target mengembalikan kejayaan klub, jelas keduanya berbanding terbalik. Banyak yang sedih dia harus pergi sebelum kontrak berakhir, tapi menurut saya kesedihan itu sama sekali tidak dilandasi kejujuran terhadap sosok King Kenny yang sebenarnya, yang lebih parah: ketidakepedulian akan kejayaan klub. Sebagai fans LFC, saya pun merasa perlu meluruskan cara pandang anda yang menurut hemat saya sudah mulai rabun dan berisiko buta.

Banyak dari fans–terutama di Inggris sendiri–begitu mencintai King Kenny labih karena apa yang dia lalukan sebagai pemain; dan berlanjut ketika dia sebagai pelatih. Tapi kemampuan dia sebagai PELATIH membawa LFC meraih piala dan Blackburn promosi dan juara EPL ternyata tidak cukup untuk membuatnya disebutya pelatih hebat. Di era sepakbola modern sekarang ini, modal kejayaan sebagai pemain ngga cukup, bung! perlu pengetahuan dan skill dalam meramu taktik sangat diperlukan. dan lebih penting lagi: adaptasi. Contoh paling jelas: Fergie, Lippi, Hiddink, dan Hodgson yang tiada henti melatih sejak era 80-an. Sayangnya banyak yang menjadikan kesuksesan King Kenny menjadi tolok ukur kehebatan dia tapi seolah lupa kalau selama lebih dari 10 tahun dia beristirahat sebagai pelatih–dan ini artinya skill kepelatihan dia tidak terasah apalagi teruji.

Prestasi buruk di era Hodgson? saya berani bilang anda sangat bias! saya bukan pembela Roy, tapi cobalah kita lihat konteks kepengurusan klub saat Roy melatih: support finansial tidak sebesar FSG kepada Kenny. Prestasi sbg PELATIH? jelas King Kenny kalah jauh! nama ROy dijadikan salah satu stand di sudut stadion di Swedia bukan tanpa alasan. Tidak pernah membawa klub promosi juara liga? dia malah membawa timnas Swiss ranking tiga dunia versi FIFA; tak lupa beberapa rekor positif dalam kualifikasi piala dunia. ditambah rekor EPL musim lalu, Roy punya catatan statistik yang lebih baik dari the King. Sekali lagi saya bukan membela seorang pelatih, saya hanya ingin menekankan bahwa favoritism kepada seseorang perlu diimbangi objektivitas, bukan sekedar kebutaan terhadap sejarah sepakbola.

Proses?
kalo the King butuh setidaknya 3 tahun untuk membawa Blackburn juara EPL, sudah setengah jalan terbuang. Satu setengah tahunnya di Blackburn tidak sama seperti melatih LFC. mau butuh proses berapa lama? FSG butuh 3-4 tahun untuk membawa sebuah klub berjaya, Boston Red Sox salah satunya. Begitu FSG mengakuisisi Red Sox pun tidak langsung juara; jelas 1,5 tahun dengan progress LFC seperti yang kita lihat saat ini jelas jauh dibawah harapan pemilik dan kita semua. Ingat, big spending bukan cuma masalah jumlah uang, tapi juga timeframe progress dalam hal prestasi. Tidak diberi dana saat Lucas cedera? saya rasa dengan dana lebih dari £100juta, seorang pelatih harus panda memillih pemain yang mampu melapis pemain penting saat cedera. Dengan begitu besarnya uang yang dibelanjakan untuk membeli Adam, Downing, dan Hendo, pelatih merengek lagi meminta dukungan finansial untuk membeli pengganti Lucas? itu sangat cengeng kalau saya bilang. Lalu apa solusinya? ya meramu taktik dengan pemain yang dipilih. Kenny meramu taktik, mengajukan kebutuhan skill pemain seerti kemampuan crossing, assist, covering area (bukan nama!), Commolli menganilisis statistik pemain lalu merekomendasikan beberapa nama kepada pelatih untuk dibeli. Dengan proses seperti itu, jelas kesalahan ada pada pelatih dalam meramu taktik, bukan DoF. Salah DoF dalam memlilih pemain dan membaca statistik? terlalu cepat menghakimi! Mari kita ingat mulai sekarang, pemain-pemain pilihan Commolli itu akan seperti apa dalam 4-5 tahun mendatang. Kalau melihat pemain muda pilihan dia seperti Bale, Berbatov, Modric (semuanya hasil scouting dan analisis statistik Commolli), saya yakin kesalahan mendasar tetap pada taktik pelatih. Masih mau nangis ditinggal King Kenny? kalau masih, saya rasa kecintaan anda terhadap klub harus dibawa ke jalan yang lebih benar :p


    May 19, 2012

    Bagaimana jika saya bilang anda yang terlalu “anti Dalglish” atau mungkin, belum cukup nangkep maksud sebenernya dalam tulisan ini.

    Di tulisan ini, saya bilang dalam hal taktik (yg menjadi faktor utama pencapaian LFC musim ini) saya tidak selalu setuju dengan apa yang diterapkan Dalglish. Tapi apakah itu semuanya salah Dalglish? Pemain ga salah, karena tugas pelatih/manager untuk memotivasi mereka? Dan dalam hal ini Dalglish salah?

    Bagaimana dengan era Hodgson? Pemain boleh dibilang lebih matang. Hasilnya? Kita ada di jurang degradasi sebelum diambil alih Dalglish. Mungkin anda juga bilang seperti ini waktu Rafa dipecat.

    Coba lihat “gambar besar” dari tulisan ini, owner lebih mengutamakan bisnis, dan seperti mengesampingkan nilai-nilai yang kita pertahankan selama ini. UCL spot over silverware ?

    Instant success, kalau anda bilang Red Sox juga ga langsung juara, dan butuh waktu. Kenapa mereka tidak memberikan kesempatan yang sama ke Dalglish?

    Support finansial terhadap Roy? Dibandingkan ke Kenny? Kenapa anda ga sekalian bicara tentang support finansial yang diberikan ke Rafa? Karena Roy dan Rafa(pernah) di bawah owner yang sama, yang sudah diamini banyak orang ternyata emang ngga ada duitnya.

    Bicara statistik Roy dibanding Dalglish? apakah anda sudah melihat benar-benar statistik ini, atau anda hanya sekedar tau dari berita-berita yang beredar?

    20 games, 7 menang, 4 draw, 9 kalah. GF : 24 GA : 27

    Kenny dalam 20 games pertamanya di PL sejak kembali melatih
    20 games, 12 menang, 4 draw, kalah 4, GF : 38, GA : 18

    Lebih bagus Roy ya bung ? Hahahaha.
    Saya sudah siap dengan jawaban anda, “itu kan Dalglish pake pemain dari era Roy” …. 🙂

    Comolli dan pemain pilihannya? Pernah anda baca berapa nilai sukses Comolli atas pemain-pemain pilihannya? Jika dia selalu tepat (lebih dari 50%) dia tidak akan dipecat oleh Spurs, St Etienne, dan sekarang oleh LFC.

    Ini bukan tentang saya yang tidak rela Dalglish “dipecat” , tapi lebih kepada bagaimana owner sekarang ini memperlakukan klub, seperti hanya semata-mata jadi kendaraan bisnis mereka, mengesampingkan nilai nilai Liverpool Way dengan “kedok” perlu memodernisasi Liverpool Way itu sendiri.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Kenapa Harus Liverpool ?
Sebuah tulisan melankolis dari Ana Desyliana.   Kenapa sih harus Liverpool? Kenapa bukan Man.U yang lagi bagus-bagusnya...