Artikel / Pertandingan / September 15, 2013

Sejenak Mengesampingkan Cinta

Tulisan ini jelas bukan mengenai para jomblo yang masih saja belum bisa berbagi rasa cinta nya, dan tetap berakhir pekan dengan cinta nya yang lain, sepakbola.

Ini adalah tentang Rodgers sebagai figur yang dicintai di Swansea, yang Senin dinihari nanti akan membawa Liverpool, klub pemuncak klasemen sementara, bertandang (lagi) ke Liberty Stadium. Musim lalu, Rodgers sudah berkunjung ke sana, dan hanya membawa pulang 1 poin.

Warisan nya di Swansea, kala itu sedang berbuah manis karena ditambahan racikan Laudrup. Dan yang patut di catat, kala itu Rodgers masih bertahan dengan filosofi permainannya. Apa yang disebut pragmatisme permainannya, belum tumbuh.

Game week ini, Rodgers datang ke Liberty dengan menyandang gelar Manager of The Month. Penghargaan atas pencapaian Liverpool dalam 3 pertandingan sebagai tim yang selalu meraih kemenangan di Premier League.

Cukup? Tentu tidak. Liverpool akan datang dengan sedikit mengalami masalah, utamanya sepeninggal Glenjo yang cedera serius. Akan ada ketidak seimbangan dalam penyerangan. Padahal meski keberadaan Coutinho dan Enrique di sisi kiri permainan Liverpool nampak efektif dalam penyerangan maupun bertahan, tapi faktanya, dalam 3 pertandingan musim ini, pergerakan LFC lebih banyak dari kanan, dengan overlap nya Glenjo.

Ada dugaan, dari banyak pengamat juga, bahwa Rodgers akan mengubah skema nya menjadi 3-5-2 atau 3-4-3 dari pakem biasanya 4-3-3. Tinggal siapa yang akan jadi pengganti Glenjo. Pilihan paling realistis mungkin Wisdom. Atau, eksperimen berani dengan memainkan Ilori yang konon mampu bermain sebagai bek kanan, dan punya pace yang mumpuni. Sesuatu yang cukup dibutuhkan untuk menghadang laju gerak dari sayap sayap si Angsa Hitam.

Apapun solusi untuk pengganti Glenjo ini, Rodgers pasti sudah siap

Kelelahan selepas laga internasional, akan jadi problem lain. Meskipun menurut pengamatan, fitness level pemain LFC cukup istimewa di musim lalu. Sebagai hasil usaha tim kebugaran. Mungkin juga para pemain, dianjurkan untuk rajin mengunjungi pusat-pusat kebugaran. (hahahaha)

Lini depan, yang boleh dikatakan bergantung pada Sturridge, juga mungkin perlu jadi fokus tersendiri. Dari website physioroom ada kemungkinan Stu (dan juga Kolo Toure) akan bisa tampil melawan Swansea. Akan tetapi, bisa saja ada pertimbangan untuk tidak memaksakan pemain yang baru saja sembuh dari cedera untuk turun main, beresiko cedera lagi.

Beda dengan CB yang cukup ada pilihan lain, lini depan hanya menyisakan Aspas sebagai opsi lain jika Sturridge tidak bisa tampil. Aspas dalam wawancaranya terakhirnya, menyatakan bahwa permainan tim-tim Spanyol lebih mengandalkan teknik, bukan fisik. Pola permainan Swansea,  akan sedikit cocok untuk mengasah kemampuannya. Gol pertama untuk Aspas akan menolong tumbuhnya percaya diri untuk pertandingan berikutnya.

Debut Sakho dan Moses juga hal lain yang layak di tunggu.

Swansea sendiri tidak bebas dari masalah. Pekan ini mereka akan menghadapi 3 pertandingan. Tengah pekan, akan tandang ke Valencia di ajang Europa League dan juga tandang ke Crystal Palace akhir pekan depan . Rotasi mungkin sudah ada di otak Laudrup.

Sektor yang dalam 3 pertandingan terakhir mereka nampak belum mapan adalah lini tengah. Laudrup sudah mencoba 3 komposisi berbeda. Itu mungkin disebabkan  masih menunggu Wilfred Bony siap. Di laga terakhir mereka, dimana mereka menuai kemenangan pertama setelah dalam 2 pertandingan sebelumnya menderitan kekalahan, adalah laga di mana Bony menjadi starter.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh LFC sebagai celah. Lini tengah yang menjadi engine room mereka, belum stabil. Henderson bisa memanfaatkan energi nya untuk melakukan pressure 2 pivot Swansea, sehingga Coutinho bisa bebas berkreasi. Atau bahkan Gerrard, dari sisi lebih dalam, bisa mengirim umpan-umpan diagonal ke wide forward kita. Jika berhasil menjalani ini, tugas Lucas menghadang Michu yang mungkin akan tampil sedikit lebih semangat karena belum juga mencetak gol, akan lebih ringan.

Kondisi ideal di atas akan memberikan ruang dan kesempatan lebih untuk para penyerang kita mengobrak abrik pertahanan Swansea. Bukan tugas mudah, karena meski mengalami 2 kekalahan, duet palang pintu Swansea, Chico dan Williams sejauh ini mendapat rating nilai tinggi atas performa mereka.

Sisi kanan pertahanan, memang harus disikapi serius. Pablo Hernandez sejauh ini menjadi midfield paling produktif, dengan 1 gol 2 assist. Ada kemungkinan, dia akan ditempatkan di sektor yang ditinggalkan Glenjo. Jika Moses menjalani debut nanti, dan di tempatkan di sisi kanan, mungkin akan sedikit mengurangi fokus Swansea untuk meng-eksploit sisi kanan LFC. Hernandez mungkin akan dipaksa untuk ikut mempertahankan areanya dari gebrakan Moses yang cepat dan perkasa.

Kemenangan 5-0 di Anfield jelang penghujung musim lalu, bukan patokan hasil pertandingan kali ini akan sama. Selain Swansea yang mungkin tambah kuat, waktu itu mereka juga tampil dengan “second strings” karena menjaga peluang memenangi  League Cup, tiket mereka ke Eropa.

Jadwal pertandingan yang menjengkelkan, mungkin akan terbayar dengan menariknya jalan pertandingan nanti. Bagian dari ujian mental Liverpool, yang menjadi pemimpin klasemen. Mengingat jika hanya meraih seri sekalipun, posisi klasemen bisa jadi diserobot Chelsea jika mereka bisa menggulung Everton.

Demi menjaga momentum dan memperpanjang status pemuncak klasemen, Rodgers harus meninggalkan romantisme nya sebagai sosok yang dicintai publik Liberty Stadium. Melukai mereka dengan mengalahkan tim yang pernah dia tukangi.

4 wins in a row, Brendan ?



Bookmark and Share




Previous Post
Alasan Kopites Tak Boleh Pesimistis Musim Ini
Next Post
Merseyside Derby Episode 221







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Alasan Kopites Tak Boleh Pesimistis Musim Ini
Premier League kembali menjadi liga teratas pada bursa transfer musim panas lalu. Mengeluarkan dana paling besar ketimbang...