Artikel / September 3, 2013

SEPAKBOLA HASIL

Buyar sementara angan2 menikmati tiki taka diperagakan dengan cantik oleh Liverpool di musim ini. Tak sampai juga harapan kita untuk menyaksikan through pass Coutinho mengobrak abrik defense Stoke dan United. Bagi yang ingin menyaksikan Thunder Strike dari Captain Fantastic juga nampaknya lebih baik membongkar rekaman2 pertandingan lima tahun lalu.

Di tiga laga awal pertandingan ini, setiap laganya kita hanya di berikan satu kali moment untuk merayakan gol, untuk kemudian digantikan dengan rasa deg-deg-an karena Redmen membiarkan lawan menekan pertahanan, tanpa berusaha merebut kendali pertandingan. Bahkan, kita nampak tak mampu, atau ogah-ogahan untuk melancarkan serangan balik untuk menambah keunggulan. Kita lebih serang bersorak atas kepiawaian Mignolet dan defensive action para defenders daripada aksi para tukang gedor.

Ketika melawan Stoke, saat Redmen nampak tertekan di 30 menit terakhir, kita semua mungkin masih mengira itu karena kehabisan stamina di awal musim dan bermain aman. Ketika melawan Aston Villa, saya masih merasa terlalu riskan untuk menghabiskan sisa 69 menit untuk bermain defense dengan keunggulan satu gol tanpa bernafsu menambah gol. Team kita nampak tidak di design untuk melancarkan counter attack, bahkan saat Villa meninggalkan banyak lubang saat mengurung LFC. Dan akhirnya gol cepat di menit ke-3 saat melawan juara bertahan harus di tebus dengan peningkatan kinerja jantung selama 87++ menit ūüôā

Polanya semakin jelas, Liverpool nampak semakin cepat untuk memforsir gol, untuk kemudian  memarkir bus di depan kotak penalty, dan membiarkan kita semua merasakan apa yang biasa dirasakan para suporter Stoke City. Liverpool juga nampak semakin rapi menerapkan seni bertahan. Entah apakah kita dipaksa bermain bertahan oleh lawan, atau memang ini sesuatu yang benar-benar direncanakan Rodgers, yang perlu kita terima hanya satu: KITA MENANG!!!!

Tidak apalah kalau kita harus sport jantung di setiap sisa pertandingan jika di akhiri dengan luapan kegembiraan dan teriakan kemenangan. Tidak apalah jika hanya tercipta satu gol asal di tukar dengan tiga poin. Tidak apa jika diakhir musim jumlah gol kita lebih sedikit dari jumlah poin kita, selama peringkat kita sesuai target.

Apalah gunanya membanggakan keunggulan statistik passing, ball possesion, shooting, nutmeg, dll, kalau akhirnya kita gagal menang atau bahkan kalah. Kali ini kita bisa biarkan lawan-lawan kita untuk menyimpan statistik pertandingan, dan kita yang menyimpan 3 poin. Tak ada yang salah dan memalukan untuk menerapkan seni bertahan. Hal ini juga yang mungkin mendasari banyaknya defender yang di rekrut Rodgers. Lagipula, tarif parkir di Anfield juga ga mahal-mahal amat, makanya banyak klub yang parkir bus di Anfield.  Dan apalah gunanya bermain menyerang dan indah jika hasilnya bukanlah sebuah kemenangan.

Seperti yang Rodgers katakan, ‚ÄúStatistik yang terpenting adalah catatan kemenangan‚ÄĚ. Dan saya sangat senang sekali melihat Rodgers tahu bagaimana bermain sepakbola yang menghasilkan sebuah kemenangan, yang membuat kita sudah mencapai 15% dari total poin musim lalu. Dan senang bahwa beliau sudah membuat ‚Äėmenang‚Äô sebagai sebuah kebiasaan baik di awal musim ini, sebuah awal dari konsistensi.

TIGA GOL, TIGA CLEANSHEET, TIGA KEMENANGAN, SEMBILAN POIN, PUNCAK KLASEMEN!

 

SEMOGA BERLANGSUNG LAMA.

ENJOY!



Bookmark and Share




Previous Post
[Ulasan] Liverpool 1 - MU 0, Keberhasilan sebuah kegigihan.
Next Post
[Ulasan] Pergerakan transfer LFC di jendela musim panas 2013-2014







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
[Ulasan] Liverpool 1 - MU 0, Keberhasilan sebuah kegigihan.
Daniel Sturridge yang sedang berulang tahun baru saja mencetak gol ketiganya dari tiga pertandingan di musim ini. Sebuah...