Berita & Rumor / September 19, 2011

Spurs vs Liverpool : Pelajaran !!!

Tamparan ini pelajaran, Kenny !

Sekitar 6 jam sebelum kick-off saya sempet berujar di Twitter, agar untuk pertandingan ini kita memainkan permainan menyerang yang bertanggung jawab dan disiplin. Ide saya waktu itu adalah memainkan Bellamy di sisi kiri, Downing di kanan dan Suarez sebagai lone striker.

Lebih detilnya, kemarin itu saya berharap Lucas-Adam-Hendo bermain di center midfield. Dengan memberikan keleluasaan kepada Adam / Hendo bermain sedikit ke depan, membantu Suarez. Serta untuk lini pertahanan, berharap Flanno mengisi sisi kanan kita.

Ahhh, tapi itu kan hanya ke-sok tau-an saya atas taktik dan formasi sepakbola. King Kenny pasti sangat jauh lebih tau, mana yang terbaik. Meskipun akhirnya yang menurut beliau lebih baik itu, berakibat fatal buat kita. Sangat fatal.

Di penghujung musim 2010/2011 lalu, di ANFIELD, ya di Anfield. Formasi yang kurang lebih sama dimainkan melawan Spurs. 4-4-2 atau 4-4-1-1 dan hasilnya kita juga kalah. Kali ini dicoba lagi dengan formasi tersebut, hasilnya ? Kekalahan away terbesar kita, dengan score line sama seperti 16 Desember 2001 di Stamford Bridge.

Saya tidak ingin menjadi seperti kebanyakan orang yang mengkambinghitamkan kepemimpinan wasit (bosan), atau nunjuk salah satu pemain kita sendiri sebagai biang kekalahan. Coba kita lihat secara keseluruhan dulu.

Taktik, balik lagi ke ide awal saya tadi. Andaikata Downing, bermain di kanan, akan beranikah Bale (yang menurut saya over-rated) meninggalkan Assou Ekoto menjaga sisi kiri Spurs? Andai saja Bellamy bermain di kanan, paling tidak kerjasamanya dengan Enrique (yang menurut saya, salah satu yang tampil paling baik, semalam) akan memecah konsentrasi lini pertahanan Spurs

Kehadiran Hendo-Lucas-Adam di tengah, mungkin juga akan sedikit menghambat kinerja Modric-Kranjcar-Parker yang menjadi dirigen serangan Spurs. Paling tidak akan terjadi pertarungan di tengah. Bukan seperti yang kita lihat kemarin, kita yang justru sibuk mikirin bagaimana matiin Modric, atau Parker. Kondisi ini diperburuk dengan Adam, yang menurut saya dalam dua pertandingan terakhir sering sekali melakukan tekel-tekel tidak perlu, dan jorok. Meski memang, Adam ini tidak mempunyai kemampuan tekel yang mumpuni, atau bersih. Seperti hal nya saat masih di Blackpool, tekelnya ke Bale juga berujung kartu merah, cmiiw.

Karena sibuk menghalau aliran bola dan pergerakan Modric – Parker, alhasil aliran bola yang sedianya dimulai oleh Adam,  putus. Serangan kita terhenti, dan sibuk fokus bertahan. Lucas jadi seolah sendirian memotong serangan. (berubah saat Spearing masuk, tugas Lucas jadi sedikit lebih ringan) Hal ini diperburuk dengan pergerakan Bale yang mencabik cabik sisi kanan yang dikawal Skrtel

Memang bukan kodratnya Skrtel untuk bermain jadi bek kanan, apalagi di era pass-and-move yang menuntut pergerakan dinamis. Seimbang antara menyerang dan bertahan, untuk seorang bek sayap. Kondisi ini, berakibat kepanikan yang akhirnya tekel serta pelanggaran rusuh terjadi. Hasilnya, kartu merah. Wajar.

Masih ingat kan, 28 Februari 2009 saat Skrtel bermain di kanan melawan Middlesbrough di River Side dan berakhir kekalahan 0-2 untuk LFC ? Kurang lebih kondisinya sama, Skrtel bekerja sangat keras dan benar-benar di eksploit oleh seorang winger cepat yang mencabik-cabiknya. Siapakah winger itu? Stewart Downing

Tapi mustinya (sangat gampang berkomentar), seluruh pemain yang ada di line up harus total saat mengenakan jersey merah Liverpool. Juga tekad untuk bangkit dari kekalahan minggu lalu, mustinya jadi motivasi. Bukan sebaliknya tampil gugup sedari menit awal.

Sebelum gol nya Modric, sebelum Adam diusir keluar. Jika tetap bermain seperti saat itu, kekalahan tetap akan kita terima, meski mungkin dengan skor yang lebih manusiawi. Permainan yang sangat di bawah standar. Tidak ada pressing, apalagi pass-and-move. Buruk

Tamparan keras ini harus disikapi serius, semua pihak harus belajar. Pemain harus melihat kembali video pertandingan ini, bagaimana permainan mereka sangat tidak Liverpool. Dalglish juga harus belajar (respect saya, kagum saya kepada dia, bukan berarti saya ga akan kritik dia kan? ) untuk tidak kekeuh dengan formasi seperti itu. Entah apa pertimbangannya, padahal pede nya saat memainkan Flanno di kanan. Atau mengambil resiko bermain dengan 3 bek di awal kembalinya dia. Seperti semua sirna malam tadi.

Wasit yang terlalu obral kartu janganlah disalahkan (ada suatu twitter kocak di TL saya yang kira-kira berujar begini “Udahlah bagiin saja kartunya, biar pada ambil sendiri-sendiri” 😀 ) , karena pemain kita memang cukup pantas menerimanya. Meski ada beberapa kontroversi. Lalu yang lebih penting, makin anda penuhi twitter dengan nyalahin wasit, akan makin banyak orang yang “anti LFC” nyinyir ngatain “pokoknya kalo LFC kalah, itu yang salah wasit” Pait kan?

Lalu, jikapun semalam wasit tidak obral kartu atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan LFC akibat kepanikan, maka saya yakin pasti tetap banyak yang nyinyir (utamanya media di Inggris sana), bahwa ini adalah hasil atau output pertemuan Dalglish dengan Mike Riley selaku ketua korps wasit, minggu lalu.

Tidak ada positif yang bisa kita catat dalam pertandingan semalam, selain Travelling Kop yang tetap bernyanyi keras, mendukung tim kesayangan yang sedang luluh lantah.

Sakit? Tentu saja, tapi tamparan ini tentunya akan menjadi pelajaran sangat berharga buat semuanya. Termasuk bagi kita, supporter agar bisa me-manage ekspektasi kita atas LFC, musim ini. Kalimat kalimat penenang hati, yang entah sudah berapa kali kita ucapkan, entah berapa musim lalu.

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
Kenny Bertemu Dengan Pimpinan Korps Wasit
Next Post
Analisa Formasi vs Wolves (oleh @reyhanmamara)







7 Comments

Sep 19, 2011

Betul sekali, faktor wasit di pertandingan kemarin menjadi nomer sekian.
seburuk2nya wasit, meninggalkan pertandingan dengan jumlah shoot on goal yg sangat minim tentunya bisa dikatakan memprihatinkan….
tactical naivety menjadi kalimat yang tepat, dan kiranya dapat menjadi pelajaran untuk masa yang akan datang.

Sedikit tambahan, mengingat kondisi 9 pemain, kita bisa menaruh harapan banyak pada Coates, ia terlihat tenang dan bisa membaca permainan dengan baik.

Walk On……


Sep 19, 2011

Mengapa kita kalah ? Karena lawan membuat gol lebih banyak dari kita. Kok bisa gitu ? Krn lawan bermain bagus sedangkan kita bermain lebih jelek dari lawan. It was a high tense game,butuh kewaspadaan lebih….tactically penempatan skretl di kanan sangat beresiko, Carra lebih mumpuni mencover bagian tsb,Carrol jg hrs bekerja lebih keras utk membuktikan bahwa rekan2nya bisa mengandalkan dia


Sep 19, 2011

saya juga setuju dengan pernyataan ini.
benar-benar taktik yang buruk, yang kalau menurut saya,
ingin menambahkan beberapa hal yang teringat oleh saya dan masih terheran2:
seringkali Carrol lebih ke belakang dan melebar ke kanan, yang saya melihat permainannya kurang efektif disana dan alangkah lebih baiknya bila Kuyt atau Bellamy bermain disana. Sebenernya saya tau bahwa mungkin tujuannya adalah menempatkan Suarez yang lebih tajam di depan.

menurut saya ketidakberuntungan juga menjadi salah satu faktor penyebab kekalahan, cederanya Agger? dan (yg lagi2 masih menurut saya) kartu kuning kedua Adam yang sebenernya 50-50 karena dia memang berniat mengambil bola, kaki memang diangkat agak tinggi, namun sayangnya ada Parker yang bergerak ke arah bola disitu.

lalu Enrique yang sering tidak mendapat support dr lini tengah (yang sudah 10 pemain), seringkali melihat dia menerobos lalu selanjutnya tidak ada pemain LFC yang siap membantu dia.

dan terakhir, saya akui Modric dan Defoe bermain bagus, dan yang paling menonjol yaitu Adebayor yang memang beberapa kali sulit kita hentikan, cukup sempurna untuk mengalahkan kita yang sedang tidak pada titik terkuat malam itu.

mohon maaf banget, komentar ini merupakan pendapat saya semata, seorang fans yang juga terpukul tadi malam. dan tentunya mengharapkan sebuah perbaikan dan kemajuan untuk selanjutnya

#YNWA


Sep 19, 2011

Ya spurs berhasil membombardir weak spot kita yaitu daerah pertahanan kanan. Mungkin jika flano yang dipasang disana, dia juga butuh kerja keras untuk mengawal Bale. Usul saya, enrique yang digeser ke kanan karena saya fikir dia dapat mengimbangi pergerakan Bale. Dan pos kiri diisi oleh Agger.


Sep 19, 2011

Sebuah permainan yang sangat mengecewakan. Lini tengah kita kalah telak dari berbagai aspek skill, pergerakan pemain, visi bermain dan etos kerja Adam, Lucas + Henderson sangat buruk, terutama apa yg dilakukan Charlie Adam dan Henderson. Adam tampak masih demam panggung menghadapi tim berkualitas seperti spurs (apa jadinya jika bertemu dengan Chelsea atau United) selain itu Adam kalah jauh dengan Modric ataupun Parker dalam hal kecepatan baik membagi bola ataupun untuk kembali bertahan, kesimpulan saya bahwa CA adalah karakter pemain malas dan kurang visi. Henderson bingung untuk mencari posisi di mana dia harus berdiri membuka ruang untuk menerima umpan saja dia sudah kalap, praktis ketika dia memegang bola tidak mampu mengalirkan bola kepada rekannya.. kesimpulannya bahwa Henderson belum layak untuk menjadi starting line-up Liverpool, penampilan lini tengah yang rapuh dan tidak bisa mengalirkan bola ke depan dengan cepat, alhasil bola harus kembali ke kaki Carragher yang menurut saya permainannya sudah sangat membosankan dan cenderung bermain seperti pengecut yang sama sekali tidak relevan dengan gaya sepakbola modern saat ini, perhatikan saja ketika Carragher dimainkan, dia bisa melakukan backpass kepada Reina lebih dari 10 kali dan ini membuat kita banyak kehilangan momentum untuk tetap menekan pertahanan lawan. Di Depan Suarez tidak tampil seperti biasanya, kali ini dia sering sekali turun ke bawah untuk menjemput bola akibat buruknya suplai bola dari lini tengah kita, efeknya adalah kelelahan yang terlalu dini untuk Luis, sementara Andy Caroll bermain menyerupai Charlie Adam ya… sangat lamban, ingat usianya baru 22 tahun tapi dia berlari seperti pemain usia senja bahkan kalau saya boleh bandingkan dengan Adebayor atau Peter Crouch yang secara postur tidak jauh berbeda, Carrol terlalu buruk untuk bersaing dengan nama-nama tadi. Tidak gigih, mudah terjatuh, tidak sanggup berlari, apalagi mengancam gawang Fridel yang bisa dibilang adem ayem selama 90 menit pertandingan.
Sisi positif dari pertandingan semalam adalah saya masih bisa menemukan semangat pada diri beberapa pemain kita urutan pertama, dengan sangat yakin saya akan menaruh nama Jose Enrique yang tetap bermain tenang, pintar dan sangat dispilin namun tetap berani membantu penyerangan. Di urutan 2 Stewart Downing tetap menunjukkan usahanya walaupun tidak membuahkan hasil karena rekan2nya di Lini tengah tampak tidak memiliki tanggung jawab untuk berani maju sebagai second line penyerangan. Lucas Leiva walaupun banyak keputusan tacklenya agak ceroboh tampil lebih baik terutama ketika Spearing dimainkan di paruh akhir babak ke-2. Pemain-pemain lain di luar 3 nama tersebut tampil tidak mengesankan. Pilihan pemain yang disusun oleh King Kenny kali ini menurut saya merupakan blunder sang pelatih. Nampaknya banyak sekali hal yang harus diperbaiki. Ketika banyak orang berkata ini baru awal musim saya akan mengatakan sebaliknya, ini sudah pekan ke-5 dan poin2 evaluasi sudah terkumpul, sekarang sudah waktunya berbenah menentukan formasi utama. Sudah lama sekali kita tidak bermain cantik dan kompetitif di klasemen liga. Harapan saya bahwa pertandingan Carling cup awal pekan ini akan menjadi sebuah titik balik untuk mengembalikan kepercayaan diri LFC bahwa kita sanggup bersaing di papan atas Liga Inggris untuk berada di 4 besar. YNWA


Sep 22, 2011

ynwa


Sep 26, 2011

Berharap Mou smakin mesra dgn Fergie,dan Pep sudah d lobby underground…
Kenny ingin membuktikan keputusan transfernya benar dan 35jt adalah sebuah kepantasan…tp menurut Gw tim kan jauh penting di atas hanya sekedar sebuah pembuktian,Ibra dan Berba yg berbadan besar sudah pernah d buang/d pinggirkan 2 pelatih berpengalaman…yg skrg lbih mmentingkan pragmatis dan tim player…semoga Carrol bisa jd asset paling berharga n bs menempatkan tim jauh d atas wanita dan alkohol…



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Kenny Bertemu Dengan Pimpinan Korps Wasit
Ketika post-match interview (setelah vs Stoke),  Kenny mengungkapkan betapa ia sangat kecewa dan merasa keputusan wasit...