Artikel / Berita & Rumor / Lain lain / December 9, 2012

STERLING – CONTRACT

“Don’t be too demanding, because it’s a sad fact of life that genius is born and not paid” – Bill Shankly

Quote dari seorang legenda tersebut keluar saat seorang pemain dari klub rival, curhat kepadanya. George Best, Manchester United. Dalam percakapan tersebut, Shankly mengisahkan kepada Best, tentang Gerry Byrne.

Sejak kehadiran Shanks di Liverpool pada 1959, Byrne sudah langsung mendapat perhatian khusus dari Shanks yang menyukai gaya permainannya. Paruh kedua musim 59/60, oleh Shanks posisi Ronnie Moran sebagai left-back kiri diserahkan ke Byrne. Lalu selama 4 musim berikutnya, Byrne menjadi “pemilik” posisi left-back. Hingga akhirnya dipanggil oleh Timnas Inggris, dan termasuk di dalamnya sebagai bagian dari squad Inggris yang memenangkan Piala Dunia ’66 . Meskipun hanya tampil 2 kali untuk timnas Inggris.

Merasa pernah dipanggil oleh Timnas, suatu kali, bertepatan dengan perpanjangan kontraknya, Byrne merasa seharusnya dia mendapatkan lebih dari apa yang ditawarkan Liverpool dalam kontrak barunya, karena statusnya yang pernah dipanggil dalam skuad timnas Inggris. Shankly, berpendapat lain. Menurut Shanks, apa yang didapat Byrne dan yang ditawarkan Liverpool, adalah reward atas penampilannya untuk klub, status sebagai pemain timnas, tidak ada hubungannya.

Dalam diskusi Byrne dan Shanks atas issue ini, Byrne berujar ke Shankly “Saya mungkin salah dalam banyak poin lain boss, tapi atas hal ini (kontrak saya) saya merasa, saya benar, bukan begitu boss?” Shankly yang terkenal tajam dalam setiap ucapannya, menjawab “Bahkan jam rusak sekalipun, selalu benar 2 kali dalam sehari”

***

Kisah tersebut mungkin sedikit banyak bisa kita kaitkan dengan kasus belum tuntasnya upaya negosiasi kontrak baru Sterling dengan Liverpool FC. Yang kabarnya belum menyetujui nilai gaji baru yang ditawarkan kepadanya. Sekarang ini, menurut informasi yang beredar Sterling hanya ber-gaji £ 2000, gaji standar pemain muda akademi. Dan tawaran £30.000/pekan yang ditawarkan Liverpool ditolak, karena konon menginginkan £ 50.000/pekan

Saya pribadi, mungkin terlalu paranoid hingga akhirnya gerah, lebih lagi atas pemberitaan di media, juga melihat pro-kontra pendapat mengenai baiknya diapain Sterling ini dari banyak rekan di twitter. Lalu mencoba menuangkan pemikiran saya atas “kasus” kontrak Sterling ini, waktu itu sempat saya sampaikan di twitter, tapi agar lebih jelas lagi, saya coba tuliskan di sini.

REWARD YANG SETIMPAL

Di timeline saya, cukup banyak rekan yang berpendapat bahwa kabar bahwa permintaan gaji sebesar £ 50.000/pekan itu lumrah, mengingat peran nya sejauh ini, sebagai andalan klub. Juga dengan prospek nya yang juga di-amin-i oleh banyak pengamat dan media massa, akan menjadi pemain berkelas dunia, nantinya.

Pada poin, bahwa perannya sebagai andalan klub, saya punya pendapat sedikit berbeda.

Betul bahwasanya Sterling ini menjadi regular starter untuk Liverpool FC. Mungkin, akibat dari adanya fakta ini hingga akhirnya terlihat benar adanya Sterling menjadi andalan klub. Saya melihatnya lain, saya beranggapan bahwa tampil regularnya Sterling untuk klub, bukan semata-mata karena dia adalah pemain yang dapat diandalkan dengan segala kemampuannya (skill-mental)

Jika saja pada transfer musim panas lalu, Rodgers bisa mendapatkan pemain yang dia inginkan (ok, tinggalkan nama Dempsey, karena kata Ian Ayre, membahas kegagalan transfer Dempsey adalah hal membosankan : ) untuk posisi front-three, mungkin status Sterling akan menjadi back-up saja, bukan regular starter. Intinya, Sterling jadi “terpaksa” ditampilkan secara regular karena kondisi squad yang memang akhirnya memaksa Rodgers untuk mengambil keputusan tersebut.

Atas pertimbangan teknis lain, Rodgers yang punya pengalaman panjang menangani skuad muda, tentunya juga memikirkan hal lain. Seperti dia sampaikan dalam interview nya beberapa waktu lalu, bahwa untuk pemain muda, tampil regular memang dapat menempa kemampuan teknis, fisik dan mental. Akan tetapi, sisi negatifnya akan tetap mengakibatkan fatigue, burn out secara fisik dan mental. Belum lagi, kemungkinan terburuk, cedera parah pada usia muda (usia-pertumbuhan)

Jika kita baca komentar controversial Owen beberapa hari lalu, yang menyatakan bahwa Liverpool “menghancurkan” karirnya dengan memainkannya secara berlebih pada masa mudanya. Kontroversial, tapi jika melihat poin saya pada paragraph sebelumnya, ada benarnya bukan?

Reward yang setimpal, sekarang mari kita lihat impact keberadaan Sterling sejauh ini dan kontribusinya terhadap kinerja tim, tentunya perannya sebagai penyerng. 1 gol, 1 assist, 27 kali mengkreasi peluang di seluruh kompetis (ke-3 terbanyak setelah Suarez dan Gerrard) . Sudah layak kah (jika benar) menerima kenaikan gaji hingga 25x lipat ?

KESENJANGAN STRUKTUR GAJI

Tinggalkan dulu struktur gaji yang berantakan, atau over-paid nya beberapa nama rekrutan musim lalu, Karena akan jadi kurang pas jika ini menjadi pembanding dalam kasus kontrak Sterling ini.

Lihat saja improvement kontraknya Jonjo Shelvey, dan Suso. Dua nama yang jika disejajarkan dalam latar belakang gaji, sama dengan Sterling. Sama-sama bergaji atas dasar youth contract, dua pemain ini kemudian baru-baru ini memperoleh perpanjangan kontrak dengan gaji di kisaran £25.000/pekan.

Apa yang terjadi berikutnya jika, pemain yang berlatar belakang sama, kurang lebih kontribusinya sepadan (Jonjo mencetak 4 gol dan 1 assist sejauh ini, di seluruh ajang) namun besaran gajinya berbeda jauh. Kedepannya jelas akan menimbulkan bom waktu tersendiri. Harmonisasi tim. Yang terbiasa main game football manager, pasti akan akan meng-amini hal ini.

Ingat juga, kondisi salah satu pemain rival, Theo Walcott, yang pada kurun waktu tertentu menuntut gaji lebih tinggi lagi, meskipun tidak tampil sebagai regular starter. Kondisi ini harus jadi pelajaran tersendiri.

BLOW UP BY ENGLISH MEDIA

Pada poin ini, saya mungkin agak berlebihan juga bias. Namun bagaimanapun, saya masih beranggapan ada agenda tersendiri dari media massa di Inggris sana, untuk selalu mengusik harmonis atau perkembangan positif Liverpool FC dengan berbagai issue yang mereka besar-besarkan.

Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Coba kita tengok, Alex-Oxlade Chamberlain nya Arsenal, sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu asset masa depan sepakbola Inggris, direkrut Arsenal dari Southampton dan diberikan gaji £15.000/pekan. Musim panas lalu, atas kontribusinya (pernah dinobatkan sebagai Man Of The Match dalam pertandingan melawan AC Milan, dan Manchester United) untuk Arsenal, dan sudah mengantongi caps Internasional lebih dulu, menuntut kenaikan gaji. Berapa angka yang diinginkan? £30.000/pekan. Apakah kemudian media meng-ekspos nya segencar issue kontraknya Sterling sekarang ini? TIDAK

Sedikit lebih jauh ke belakang, Theo Walcott dari klub yang sama, Arsenal. Kesampingkan nilai transfer nya ke Arsenal saat itu, professional kontrak pertama yang diterima Walcott saat itu (Maret, 2006), hanya diberikan gaji £20.000/pekan.

Jauh lagi ke belakang, Wayne Rooney saat menerima kontrak professional pertama di Everton (Januari 2003), gajinya hanya £13.000/pekan, itupun termasuk didalamnya image rights sebesar £5.000/pekan.

Kesampingkan perbandingan nilai uang 9 dan 6 tahun lalu dengan sekarang, lalu lihat apakah (sekali lagi, jika benar) nilai angka £50.000 yang diminta Sterling (atau agen nya) itu layak untuk sekarang ini?

Kemudian, jika bicara masalah heboh nya media Inggris sana, apakah pada saat-saat itu, tiga nama yang kurang lebih berstatus sama, asset terbaik sepakbola Inggris, mendapatkan gaji sejumlah tersebut di atas, sama dengan betapa hebohnya media atas kasus Sterling sekarang ini? Sepanjang ingatan saya, TIDAK

KESERAKAHAN AGEN PEMAIN

Pada periode 2011-2012, Liverpool FC menduduki posisi ke-2 tertinggi di antara klub Premier League lain dalam hal pengeluaran untuk agents fee. Angkanya, £8.6 juta. Ini, menurut saya, adalah apa yang harus dibayarkan untuk transfer pemain di jaman Comolli – Dalglish, yang nilainya banyak dianggap over-priced.

Apa poin yang didapat dari fakta tersebut, bisa saja angka £50.000/pekan yang dikabarkan banyak media sebagai nilai gaji yang diminta oleh Sterling, merupakan keserakahan agen nya, demi mendapatkan bagian lebih besar.

Indikasi ini, didukung dengan adanya salah satu tweet dari Sterling sendiri lewat akun nya yang menyatakan tidak mengharapkan / menuntut nilai gaji sebesar itu.

@sterling31 :....I can assure you I’ve not asked for that stupid amount

 

SOLUSI TERBAIK

Atas kesemrawutan kabar mengenai kontrak Sterling ini, di timeline saya juga muncul pendapat dari beberapa rekan yang mengatakan jika memang Sterling ini ribet dan terlalu menuntut ya jual aja. Jika menilik dari sudut pandang idealisme mungkin benar. No player bigger than the club it self adalah benar.

Namun, dengan nilai kontrak yang sekarang ini, seandainya dijual sekarang, nilai jual Sterling menurut saya tidak akan lebih dari £6 juta. Sementara dengan nilai tersebut, jelas akan cukup sulit untuk mendapatkan pemain penggantinya.

Klub (owner, juga Brendan Rodgers) harus bijak mensikapi kondisi ini, prinsip atau upaya “balancing the books” yang ditargetkan diberlakukan musim ini, sebagaimana disebut oleh Rodgers dalam interview nya beberapa waktu lalu, harus sedikit dikendorkan. Selain itu approach lain dalam negosiasi juga harus dikedepankan. Bukankah Rodgers kehilangan salah satu pemain incarannya (Sigurdsson) karena strict dengan batasan gaji ?

Salah seorang kawan, dalam diskusi yang coba saya angkat di twitter, menyebutkan, improvement kontrak Sterling ini bisa dilakukan dengan memberikan angka yang, misal, sama dengan youngster lain seperti Jonjo dan Suso, yaitu di kisaran £20.000 – £30.000, namun didukung dengan nilai bonus (bonus per goal, per assist, appearance fee) dan juga klausul kenaikan gaji berkala yang menjanjikan.

Langkah lain yang harus ditempuh klub adalah berupaya menjaga lebih baik lagi mengenai kondisi internal klub, salah satunya situasi kontrak pemain dari kejamnya media massa di Inggris sana. Tersiar kabar bahwa situasi kontrak Sterling ini bocor begitu saja ke media-massa. Jadilah muncul blow up dari media tersebut. Tujuannya ? Oplah ! Uang.

Pada tweet yang sama dari akun Sterling yang menyatakan bahwa dirinya tidak menuntut nilai gaji sebesar yang dikabarkan media-massa tersebut, Sterling juga mengatakan akan menyetujui kontrak barunya saat usia 18 tahun (professional kontrak – non youngster – biasanya di usia ini) Akan tetapi sudah beberapa hari berlalu belum muncul kabar perkembangan yang menggembirakan, selain pernyataan Rodgers yang menyebutkan negosiasi masih berjalan, dan dalam kondisi baik. Jika memang nantinya disepakati, jelas keuntungan untuk klub, bisa mengamankan salah satu asset berharga, pemain potensial.

Dan untuk Sterling sendiri, kiranya bisa lebih berkembang lebih baik lagi. Bukan malah redup. Sudah berapa banyak pemain yang bersinar saat sebelum 20 tahun, kemudian meredup dan hilang ketika melewati usia 20an ?

 

*** tulisan berikut adalah sumbangan dari @ryswanto , kritik dan diskusi mengenai isi artikel, bisa disampaikan langsung lewat fitur komen di bawah, atau kontak langsung via akun twitter penulis ***



Bookmark and Share




Previous Post
LUCAS LEIVA: THE RETURN OF THE MIDFIELD BOSS
Next Post
S Di Akhir Pekan







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
LUCAS LEIVA: THE RETURN OF THE MIDFIELD BOSS
*** tulisan berikut adalah sumbangan dari @ryswanto , kritik dan diskusi mengenai isi artikel, bisa disampaikan langsung...