Berita & Rumor / November 24, 2011

[Terjemahan] Bagaimana Pass and Move Dilakukan Squad Liverpool Musim Ini

Tulisan ini adalah terjemahan dari Rob Mars di blognya http://leftbackinthechangingroom.blogspot.com dengan judul asli ‘Pass and move it’s the Liverpool groove? ‘

Tim yang diturunkan Kenny melawan Chelsea dapat dibilang team yang ‘paling Dalglish’ sejauh ini. Hal yang menyenangkan bagi sentimalist seperti saya.

Back Four berporos pada dua Centre-backs yang bisa bemain di garis pertahanan yang tinggi saat dibutuhkan, (dan dapat mengoper bola – terutama Agger), Full-backs yang bermain nyaman dengan bola dan tidak khawatir untuk naik ke depan, Gelandang pekerja keras yang sibuk (Lucas), gelandang pengumpan (Adam) serta Wingers dan Forwards yang permainannya berdasar pada kecepatan, pergerakan, dan ‘kelicinan’.

Ketiga fitur terakhir terlihat dalam peragaan ‘Pass & Move’ sebelum gol Maxi yang indah. Adam, Suarez, Bellamy dan Maxi semua terlibat dalam gol tersebut.

Sekarang, berita baik bagi penggemar Liverpool, sekaligus sedikit masalah di depan:

Pertama, laga vs Chelsea tak dapat diragukan lagi adalah penampilan terbaik Charlie Adam dengan baju Liverpool. Ini –sekali lagi- adalah berita baik. Yang jadi masalah adalah pada tahap ini Liverpool tidak bisa mengandalkan poros Carragher – Adam – Carroll. Poros ini tidak cukup mobil, tidak cukup cepat, dan tidak sebagus alternativenya, seperti di sebutkan di atas.

Ada sejumlah alasan untuk ini. Carragher masih game-reader terbaik dalam tim dan –tentunya- defender yang bagus. Namun, untuk menutupi kekurangannya dalam hal kecepatan, seluruh pertahanan harus bermain lebih dalam/belakang. Dengan Agger dan Skrtel, Liverpool dapat memainkan defensive line yang lebih tinggi jika dibutuhkan, yang berarti duet Centre-backs ini akan bermain lebih dekat dengan Adam. Adam pasti menyenanginya. Selain karena area covering yang lebih sedikit, juga karena Liverpool sungguh2 membangun (serangan) dari belakang). Skrtel juga nampak lebih nyaman daripada dipasangkan dengan Carragher.

Mari sejenak melihat ke Barcelona, yang menunjukan betapa pentingnya memiliki pemain di central-defense yang memulai pergerakan. Pique dapat dikatakan pemain yang paling penting untuk menyokong system Barcelona. Liverpool memang bukan Barca, namun Liverpool harus bisa memainkan system untuk mengeluarkan yang terbaik dari Agger. Saya pikir system tersebut dapat mengeluarkan yang terbaik dari Adam juga. Lini pertahanan, tengah, dan lini serang tidak seharusnya terisolasi satu sama lain.

Di saat yang bersamaan, Adam -sebagai central permainan – akan lebih reaktif pada pergerakan, kecepatan, mobilitas dan kinerja Suarez, Maxi, Kuyt dan Bellamy. Pergerakan mereka akan membuat penampilan Adam optimal. Adam  merupakan pembaca permainan yang sangat baik dan bisa menangkap clever run. Kinerja dari orang sekelilingnya memungkinkan Adam untuk melakukan spesialisasinya. Adam instrumental dalam gol Maxi (merampas bola dari Mikel) dan gol Johnson (dengan passing indah)

Sekarang masalahnya adalah: Jika system ini bekerja dengan baik, apakah Carragher akan kembali dimasukan ke dalam tim? Walau Carra berpengalaman, punya positioning yang bagus, dan football mind yang bagus, ini akan menyeret average position Adam cs kembali ke dalam/belakang, ke system yang memaksa Adam melakukan Hollywood Balls (ambisius passing yang biasa kita lihat di film film).

Masalah berikutnya, jika system bekerja, bagaimana Carroll diberikan waktu bermain regular? Seorang supersub seharga £ 35m kedengarannya terlalu mewah (walau tidak semewah To**es 😀 ) , dan tidak mungkin tak dimainkan karena ia butuh waktu bermain yang banyak untuk tetap bugar dan ‘nyetel’ ke tim.

Yang agak menggembirakan adalah big-signings lainnya bisa masuk ke dalam system ini. Henderson dalam banyak hal memiliki teknik yang lebih baik dari Kuyt dan –di Sunderland- menciptakan banyak peluang (yang dalam dua tahun terakhir sama jumlahnya dengan yang diciptakan Nasri atau Modric). Permainannya meningkat . Dia bermain sangat bagus saat masuk sebagai pemain pengganti saat vs United dan Chelsea, dan dengan mudah masuk ke dalam system front-fourm dan akan mendapat pengalaman yang baik saat bermain di belakang Suarez dan Bellamy. Downing, walau kurang bagus membaca permainan dapat mengisi tempat Maxi. Sementara Gerrard akan sangat ‘nyetel’ saat dia kembali dari cederanya.

Kembali ke Carroll. Adam mungkin dapat memberinya bola untuk diteruskan ke Suarez, atau Wingers memberinya umpan lambung, atau Henderson/Gerrard membuat opening untuk Carroll. Tapi ini semua berarti membuang konspe ‘Pass & Move’ yang ada di kepala Kenny. Alternative lain, memasang Andy Carroll bisa jadi penyerang pass & move. 🙂

Nah, masalahnya saya tidak dapat berpikir Kenny akan menghilangkan Pass&Move. Jika anda membelah Kenny, anda akan melihat legenda pass&move muncul dari dalam :). Kenny sangat cerdas, tapi saya pikir jauh di dalam dirinya ia sangat ingin Liverpool bermain seperti yang dulu dia mainkan.

Seperti yang kita lihat pada system 3 Centrebacks (di paruh kedua musim lalu), Kenny tidak sungkan untuk mengubah system dan berinovasi. Mungkin saja saat melawan City, Liverpool akan memainkan 2 Defensive Midfielder serta memasukan Carroll untuk memberi ANCAMAN YANG BERBEDA daripada laga melawan Chelsea. Walau ia seorang yang pragmatis, jauh di dalam lubuk hatinya ia tetap ingin Liverpool tetap menang.

Dua nama besarnya, Carra dan Carroll, akan berjuang untuk masuk ke dalam systemnya.



Bookmark and Share




Previous Post
Andy Carroll, Untuk Dicintai atau Dibenci?
Next Post
Untuk Siapakah Kita Mendukung LFC?







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Andy Carroll, Untuk Dicintai atau Dibenci?
Santer terdengar bahwa Liverpool bermain lebih baik tanpa Carroll di lapangan. Katanya pass-and-move khas King Kenny tidak...