Feature / March 12, 2012

The Goal Poacher

Tulisan ini disumbang oleh @m_bagir untuk diikutsertakan kuis menulis yang diselenggarakan @LFC_ID dan @Hooligans12th

Seminggu setelah euforia kemenangan Carling cup melawan Cardiff, klub kesayangan kita kembali dibawa ke realita. Kekalahan melawan Arsenal membawa King Kenny dan para pemain harus berpikir keras untuk mengatasi masalah yang terus menghantui selama semusim ini, Finishing. Ya, mencetak gol ke gawang lawan menjadi masalah terbesar Liverpool musim ini, musim ini Liverpool sudah mencetak 30 gol dari 26 pertandingan, hanya Stoke,Everton,Bolton dan QPR yang mencetak gol kurang dari 30 sampai saat ini, walaupun Liverpool punya 1 game yang belum dimainkan, tetapi untuk tim sebesar liverpool yang mengejar 1 tempat di liga champions musim depan, hal ini tidak dapat diterima.

Bahkan Robin Van Persie, striker Arsenal yang kemarin mencetak 2 gol ke gawang Liverpool, sudah mencetak 25 gol di EPL,ya 25 gol, kurang lebih 83% dari seluruh gol yang dicetak Liverpool musim ini. Urusan mencetak gol memang musim ini menjadi masalah besar untuk Liverpool, rasio gol/total tembakan Liverpool musim ini pada paruh musim pertama kurang lebih hanya 8%, jadi setiap 100 tembakan yang diambil oleh pemain Liverpool, hanya 8 yang membuahkan gol, termasuk salah satu yang terburuk di EPL.

Secara statistik, Liverpool memang hampir selalu mendominasi jalannya pertandingan, baik kandang maupun tandang, 22 dari 26 pertandingan, Liverpool mendominasi jalannya pertandingan dalam segi penguasaan bola, 23 dari 26 pertandingan Liverpool mencetak tembakan lebih banyak dari lawannya. Seperti yang bisa kita lihat pada tabel dibawah, dalam semua statistik penyerangan Liverpool hampir selalu lebih baik dari lawannya.

 

Kalau begitu apa yang salah?, apa yang kurang dari tim ini?, Robin Van Persie, itulah yang kurang, yah mungkin bukan orangnya, tetapi kemampuan finishing nomer 1 yang dimiliki RVP, pada pertandingan kemarin melawan Arsenal, RVP mendapat 2 kesempatan, hanya mencetak 2 tembakan, dua-duanya mengarah ke gawang, dan dua-duanya menghasilkan gol, 2 gol yang membuat meraih tempat ke 4 pada klasemen akhir hampir mustahil didapatkan Liverpool musim ini.

 

Tetapi kita punya Suarez, Suarez adalah salah satu striker terbaik di EPL saat ini, ya memang benar, namun dia tidak mendapat support dari rekan rekannya, teman saya yang fans MU pernah bilang bahwa Suarez bermain 1 level diatas seluruh pemain Liverpool saat ini, yang sayangnya saya harus setuju, Suarez seperti bekerja sendirian didepan, dia yang menerima bola, dia yang membuka ruang bagi rekan-rekannya, dan dia juga yang dibebani untuk mencetak gol, berapa kali kita lihat jika Suarez menerima bola didaerah lawan, dia tidak dapat passing ke depan karena tidak ada yang berlari ke ruang kosong didepannya, terpaksa dia menusuk sendiri, walaupun Suarez mempunyai skill dribble yang paling baik di Liverpool sekarang,tetapi dia tidak bisa melawan semua pemain bertahan sendirian, dia butuh pemain yang membuka ruang, atau mencari berlari ke ruang kosong yang ditinggalkan oleh pemain bertahan.

Saat ini yang Liverpool butuhkan adalah predator di kotak penalti, seseorang yang mencari ruang kosong di daerah lawan, seseorang yang dapat dioper oleh Suarez, Gerrard, Adam, maupun Hendo, seorang yang terus mencoba meloloskan diri dari jebakan offside, seorang goal poacher.

Kuyt, Bellamy, dan Carroll bukanlah tipe pemain seperti itu, setidaknya selama musim ini tidak,Carroll terlalu lamban didepan, dan belum bisa nyetel pada permainan pass-and-move Liverpool. Bellamy lebih nyaman bermain di sayap dengan kecepatannya, dalam skuad Liverpool musim ini Dirk Kuyt adalah pemain yang paling dekat dengan deskripsi seorang goal poacher, namun Kuyt lebih sering dimainkan di sayap kanan.

Suarez, Kuyt, Bellamy, dan Carrol punya masalah besar yang harus mereka selesaikan, memang musim ini Liverpool kurang beruntung didepan gawang, sudah belasan kali pemain pemain kita membentur mistar gawang. Tetapi itu tidak bisa menjadi alasan, jika Liverpool ingin kembali menduduki tempat ke 4 musim depan, kita harus lebih kejam didepan gawang. Seperti yang KK bilang “We’re competitive, all right. We’re attack minded, we can go forward, we can create chances and we can get penalties. Maybe the next bit is to be ugly and get the winning goal.”

@m_bagir

-All stats courtesy of Opta and EPL Index



Bookmark and Share




Previous Post
Menjadi Pendukung Liverpool
Next Post
[Terjemahan] Surat balasan dari FSG untuk Spirit Of Shankly







1 Comment

Mar 12, 2012

Masalah ini sebenarnya udah terlihat sebelum akhir tahun lalu. Yang jadi pertanyaan, kenapa transfer window Januari kemarin KD & DC ga berupaya utk mendatangkan pemain yg bisa jadi goal poacher? Apa ini tanda2 kurangnya dukungan FSG? Atau FSG udah merasa pembelian kemarin itu udah cukup & harus dimaksimalkan?

Gue ga mau berpikir konspiratif. Yang pasti tim LFC sekarang ini masih jauh dari kompetitif. Utk level Inggris aja belum (posisi maksimal LFC di table musim ini adalah posisi 5) apalagi di Eropa. Jadi mimpi bermain di UCL untuk saat ini harus disimpan dulu. Mungkin 1-2 tahun lagi baru kita lihat LFC yg sesungguhnya.

YNWA!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Menjadi Pendukung Liverpool
Tulisan ini disumbangkan oleh @dimassusetyo untuk mengikuti kuis menulis yang di selenggarakan oelh @LFC_ID dan @Hooligans12th. Nama...