Artikel / September 8, 2011

Transfer Pemain, Bisnis dan Kebutuhan Tim

Dalam wawancaranya baru-baru ini mengenai bisnis transfer terbaik selama dia di LFC, Jamie Carragher memasukkan penjualan Torres ke Chelsea sebagai salah satu great business. Memang, sebesar apapun kecintaan anda pada Nando sebelum kepindahannya, fakta yang kita lihat sekarang bahwa LFC mendapatkan 50 juta poundsterling untuk seorang yang baru mencetak 1 gol di liga sejak bermain untuk tim barunya, terancam kehilangan tempat di timnas dengan meningkatnya performa Alvaro Negredo dan tampak kehilangan sentuhan dan akselerasi yang dulu dia miliki adalah bisnis yang luar biasa. Namun tentu saja, walau ada sebagian kecil yang menganggap Torres memang sedang meredup, pada saat kepindahannya tersebut, banyak supporter yang merasa kecewa, merasa dikhianati dan merasa kehilangan salah satu pemain terbaik yang dimiliki LFC. Kedatangan Suarez dari Ajax, walaupun di sambut dengan senang, sedikit terabaikan karena sebagian besar supporter sibuk meratapi, menggerutui ataupun memaki pemain yang sempat dijuluki The Prince yang akan segera ‘membelot’ ke kubu biru dari London. Saat itu, mungkin, belum ada yang meramalkan bahwa Luis Suarez akan menjadi sebuah fenomena baru, sebuah ikon Anfield yang tidak hanya permainannya enak di tonton, tapi membawa tim ini kembali ke level yang seharusnya dan menjadi momok bagi para pemain bertahan lawan.

Kepindahan pemain yang banyak memberikan sumbangsih kepada tim memang berat bagi supporter. Terutama pemain yang di anggap terbaik di posisinya. Saga Xabi Alonso vs Gareth Barry beberapa musim silam bahkan menjadi salah satu batu sandungan bagi hubungan Rafa Benitez dan sebagian fans. Banyak yang tak rela sang maestro dari Spanyol di ganti dengan pemain Inggris yang di anggap biasa-biasa saja. Inilah salah satu sisi pekerjaan manager yang cukup rumit, bagaimana caranya membentuk sebuah tim sesuai apa yang telah ia formulasikan dengan resiko harus melepas salah satu pemain top favorit fans.

Tentunya ada yang bertanya, kalau di bilang pemain top lalu kenapa mesti di lepas? Ada dua alasan utama: kebutuhan uang dan kebutuhan tim atau kebutuhan strategis. Kasus Alonso adalah sedikit gabungan keduanya, dirinya saat itu adalah salah satu sellable asset terbesar di LFC menurut Rafa, yang di taksir mampu mendatangkan uang di kisaran 30m pounds. Saat itu masa sulit di bawah Gillett dan Hicks sudah jelas terlihat. Permintaan dari Rafa untuk investasi pemain berkali-kali mentah. Harus jual pemain dulu baru bisa memperkuat lini-lini yang bolong sementara tim butuh perubahan agar tidak stagnan dan butuh keseimbangan. Lini tengah LFC waktu itu membutuhkan pemain berkaki kiri. Rencananya Mascherano di plot melindungi fullback kanan yang overlapping sedangkan pemain berkaki kiri akan melindungi fullback di sisi lainnya. Langka dan mahalnya winger murni membuat Rafa lebih mengandalkan sokongan dari fullback untuk serangan sayap. Maka Gareth Barry pun di incar dan selanjutnya kisahnya seperti apa yang kita semua sudah kita ketahui.

Kemudian ada kasus Raul Meireles yang baru saja pindah menyusul el ninny ke Stamford Bridge. Sebagai salah satu pemain yang bersinar musim lalu, kepindahannya kembali mengejutkan dan membuat kecewa banyak orang. Debat akan perannya di tim pun mencuat dan sejenak para supporter lupa bahwa tidak lama sebelumnya, banyak yang menganggap pemain tengah di LFC menumpuk jumlahnya.

Lalu apakah alasan LFC melepas Meireles ke rival kita dalam meraih empat besar? Patut di ingat bahwa Raul Meireles mengajukan permintaan transfer sekitar 30 menit sebelum jendela transfer di tutup. Patut di ingat pula bahwa dalam laga-laga awal di liga, Raul Meireles bukanlah pemain starter. Kenny lebih mempercayai Henderson dan Adam serta Lucas di tengah. Patut di ingat pula bahwa Chelsea kini di latih oleh mantan pelatih Porto, mantan klub Meireles dan di sana dia akan bertemu Bosingwa, Paulo Ferreira dan kiper Hilario, teman-teman senegaranya. Gabungkan fakta-fakta tersebut di tambah fakta bahwa Liverpool kurang lebih menjual dirinya sebanding dengan harga pembeliannya, maka transfer ini menjadi sangat masuk akal.

Banyak yang kemudian bertanya, mengapa pemain yang bersinar di musim lalu bergeser perannya di tim dan ‘disisihkan’ ke bangku cadangan, lalu kemudian di jual? Tentunya ini adalah sesuatu yang menyangkut pandangan Kenny dan Steve Clarke mengenai bagaimana mereka ingin tim ini terbentuk dan bagaimana tim ini bermain. Supporter cenderung menilai pemain dari atribut-atribut dan kemampuan individunya. Pemain-pemain dengan skill tinggi tentunya diminati oleh banyak orang. Itulah mengapa di beberapa polling Juan Mata lebih di inginkan daripada Downing, dulu Quaresma lebih diidamkan daripada Riera, Alonso jauh lebih superior dari Barry, dst. Namun pelatih dan manager, sudah sepantasnya menilai pemain sesuai kebutuhan tim. Manakah pemain yang tepat untuk gaya bermain yang diinginkan, manakah pemain yang paling tepat untuk membuat tim bermain menjadi satu unit yang solid. Not only the best player but the right player. Dan yang berhak menentukan pemain-pemain yang tepat untuk membentuk tim memang adalah manager dan staffnya. Apakah pembentukan tim itu nantinya berhasil atau tidak adalah resiko yang harus berani di ambil oleh seorang pelatih yang memiliki kepercayaan diri akan kemampuan dan penilaiannya.

Inilah yang perlu di pahami oleh supporter dan untungnya, klub ini memiliki supporter yang percaya sepenuhnya kepada Kenny. Inilah yang dibutuhkan, kepercayaan. Dari kepercayaan tersebut, dukungan kepada pemain-pemain yang sudah di pilih oleh Kenny akan mengalir dengan sungguh-sungguh. Pemain yang pergi dilupakan, dan fokus sepenuhnya di berikan kepada pemain-pemain yang terpilih menggunakan baju LFC dan penulis percaya sepenuhnya, melihat individu-individu yang baru datang dan pemain-pemain lama yang masih di klub, karakter utama yang diinginkan Kenny dari seorang pemain adalah kemauan untuk memberikan segalanya untuk LFC. “Yang terpenting adalah mereka yang ingin berada di sini”. Itulah kata kuncinya, dan walaupun nanti ada wajah yang berpaling, entah itu karena rayuan klub tetangga atau apapun alasannya, patut di ingat, LFC tetap ada pasca Torres, LFC tetap ada pasca Alonso dan LFC tetap akan ada pasca Meireles. Karena nama di belakang jersey itu tidak penting, yang penting adalah lambang klub di dada pemain.

(mn)



Bookmark and Share




Previous Post
Tinjauan Kinerja LFC di Jendela Transfer Musim Panas 2011/2012
Next Post
Stoke City vs LFC : Pendek dan Cepat !







2 Comments

Sep 08, 2011

Menurut penulis, target apa yg paling realistis utk musim 11/12 dgn kekuatan squad skrg ini?
Mslh Tim selalu adalah INKONSISTENSI, apakah musim ini akan terulang kembali??
#inKKwetrust


Sep 24, 2011

Menurutq liverpool tuch butuh pemain tengah yg handal lagi tuk menduelkan dengan stevie ge



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Tinjauan Kinerja LFC di Jendela Transfer Musim Panas 2011/2012
Sesuai dengan artikel sebelumnya di http://www.lfcid.com/rekapitulasi-transfer/  yang dimuat pada tanggal 1 September 2011,...