Berita & Rumor / September 5, 2011

Tinjauan Kinerja LFC di Jendela Transfer Musim Panas 2011/2012

Sesuai dengan artikel sebelumnya di http://www.lfcid.com/rekapitulasi-transfer/  yang dimuat pada tanggal 1 September 2011, dimana di artikel tersebut dimuat rekapitulasi aktivitas Liverpool selama jendela transfer terakhir, maka berikut ini adalah tinjauan dari beberapa transfer penting yang ada dalam daftar tersebut, Yang akan dibahas hanyalah transfer yang cukup signifikan, baik dari besaran nominal, hubungannya dengan anggaran gaji klub, atau bahkan sebagai penanda proyeksi klub di masa depan. Sehingga untuk transfer yang melibatkan pemain muda usia tidak akan dibahas terlalu mendalam.

Sebagai penyegar ingatan, berikut daftar lengkapnya :

Liverpool

In/Out Player Name To/From Amount/Type
transfer-in Jordan Henderson Sunderland Undisclosed
transfer-out Nikola Saric Released
transfer-in Charlie Adam Blackpool Undisclosed
transfer-out Stephen Darby Rochdale Loan
transfer-out Dean Bouzanis Melbourne Victory Free Transfer
transfer-out Paul Konchesky Leicester City Undisclosed
transfer-in Alexander Doni Roma Free Transfer
transfer-in Stewart Downing Aston Villa Undisclosed
transfer-out Peter Gulacsi Hull City Loan
transfer-out Martin Hansen Bradford City Loan
transfer-out Thomas Ince Blackpool Undisclosed
transfer-out Milan Jovanovic Anderlecht Undisclosed
transfer-in Jose Enrique Newcastle United Undisclosed
transfer-out Daniel Ayala Norwich City £800000
transfer-out Nabil El Zhar Levante Undisclosed
transfer-out Sotirios Kyrgiakos Wolfsburg Undisclosed
transfer-out Alberto Aquilani AC Milan Loan
transfer-out Emiliano Insua Sporting Lisbon Undisclosed
transfer-in Sebastian Coates Nacional Undisclosed
transfer-out Joe Cole Lille Loan
transfer-out David N’Gog Bolton Wanderers Undisclosed
transfer-out Raul Meireles Chelsea Undisclosed
transfer-out Philipp Degen Cancelled Contract
transfer-out Christian Poulsen Evian Thonon Gaillar Undisclosed
transfer-in Craig Bellamy Manchester City Undisclosed

Yang akan diulas adalah Henderson, Charlie Adam, Konchesky, Downing, Jovanovic, Jose Enrique, Aquilani, Insua, Coates, Joe Cole, N’Gog, Meireles, Degen, Poulsen dan Bellamy.

Daftar tersebut diatas menunjukkan bahwa aktivitas klub selama musim panas ini sangatlah aktif, dari mulai pemain masuk hingga pemain keluar, bisa dikatakan bahwa FSG benar-benar sedang melaksanakan revolusi di Anfield. Kesimpulannya dari aktivitas ini pun sudah dapat ditemukan benang merahnya, tapi itu akan dibahas di bagian akhir artikel ini.

Transfer Masuk :

Jordan Henderson

Dibeli dengan harga yang tidak bisa dibilang murah dari Sunderland, banyak yang skeptis atas kepindahan Hendo ke Liverpool, tetapi penilaian awal dari 3 pertandingan perdana PL, dan mengingat usianya yang masih sangat muda, maka kita bisa berharap banyak dari pemuda ini, dan bahwa di masa yang akan datang, uang yang dikeluarkan saat ini tidak akan terasa mahal.

Charlie Adam

A Scotman, satu dari sedikit pemain yang pernah disupiri oleh King Kenny (ataukah satu-satunya? :D), dengan usia menjelang usia emas bagi pemain tengah, bukti sahih dari kualitas Adam adalah penampilannya saat melawan Bolton, dengan 1 umpannya pada Skrtel dan 1 gol hasil tendangan jarak jauhnya. Ia juga mampu mengatur tempo permainan tim dengan baik. Sedikit catatan, gol Suarez saat melawan Sunderland pun hasil umpan Adam. Jadi, ketika Alex Ferguson berkomentar bahwa umpan-umpan bola mati Adam saja nilainya 10 juta pound, Liverpool mengeluarkan uang tak lebih dari 7 juta pound, dan mendapatkan 1 pemain secara utuh, bukan hanya umpan bola matinya saja. A pretty good deal eh?

Jose Enrique

Transfer Jose Enrique ke Liverpool menunjukkan karakter FSG bahwa “kami yang menentukan harga pemain, bukan pasar” (Dimana prinsip yang sama diterapkan di transfer Adam), untuk mendapatkan bek kiri yang sudah teruji di Premier League, dan memiliki karakter menyerang dan bertahan yang sama baiknya, hanya dengan harga 6 juta pound saja, adalah suatu keputusan bisnis yang sangat brilian, dan secara teknis sepakbola, Jose termasuk dalam satu dari sedikit bek kiri terbaik yang dimiliki oleh Premier League. Situs AnfieldIndex merilis data, bahwa di pertandingan awalnya bersama Liverpool, Enrique mampu menghalau serangan lawan yang dihadapinya sebesar 78%. Ini angka yang sangat istimewa untuk seorang bek kiri.

Sebastian Coates

Bagi rekan yang pernah membaca Soccernomics, mungkin ingat prinsip “Jangan pernah membeli pemain yang baru saja bersinar di suatu Turnamen Internasional” ; dimana kita sendiri pernah memiliki pengalaman buruk dengan Diouf :(. Tapi FSG / Commolli kali ini sedikit melawan prinsip tersebut (sebagai catatan, Coates mencuat di Copa America 2011), tentunya dengan pertimbangan matang. Saat membawa Uruguay menjuarai Copa America 2011, Coates seharusnya hanya menjadi bek cadangan dari Lugano-Godin. Tetapi kemudian Godin cedera dan Coates pun menjadi pemain inti. Beban mental mewakili negara anda dan lalu menggantikan pemain senior yang cedera tentunya tidaklah ringan, tetapi Coates mampu melewatinya dengan dingin, hingga ia kemudian dinobatkan menjadi Pemain Muda terbaik di Turnamen tersebut. Postur Coates pun sangat cocok bagi tipe permainan Premier League, dan mengingat usianya yang masih sangat muda, sehingga ruang bagi permainannya untuk berkembang masih sangat luas. Perlu diingat juga faktor Suarez, yang tentunya akan membantu Coates dalam proses adaptasinya terhadap kehidupan di Liverpool.

Stewart Downing

1 lagi pemain baru Liverpool asal Inggris Raya yang ditebus dengan mahar yang cukup mahal :D. Tetapi bila kita lihat penampilan Downing di pertandingan yang sudah dijalankan saat ini, maka lagi-lagi faktor harga tidak menjadi masalah, Downing mampu menawarkan 1 hal yang lama hilang dari Liverpool selama ini, yaitu Lebar Lapangan. Akselerasi dan mutasi posisinya, baik itu dengan Suarez, Kuyt, Henderson, ataupun yang lainnya, mampu memberikan kedinamisan di lapangan tengah dan memberi alternatif penyerangan bagi tim.

Craig Bellamy

Ini yang sedikit mengejutkan dan banyak menuai pro-kontra, selain reputasinya, ia juga memiliki sejarah pernah bertikai dengan Riise saat masih di Liverpool. Bahkan ada lelucon yang mengatakan bahwa bila diduetkan dengan Carroll, maka bek lawan akan tunggang langgang dibuatnya, mengingat Bellamy membawa stik golf dan Carroll membawa stik bisbol 😀 . Tetapi, kembali lagi pada prinsip Soccernomics / Moneyball, yang salah satunya berbunyi “Pemain bermasalah bukan untuk dihindari, beli dengan harga murah, pecahkan masalahnya, maka ia akan kembali”. Hal ini persis berlaku pada kasus Bellamy. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, selain sebagai cadangan striker yang lebih mumpuni bagi Suarez-Carroll dibandingkan N’Gog, Bellamy juga lebih serba bisa dibandingkan N’Gog. Tapi tetap, kuncinya kembali lagi pada kemampuan Kenny menangani Bellamy, dimana penulis yakin, Kenny akan mampu mengatasinya :).

 

Transfer Keluar :

Hampir dari semua pemain yang ada dalam kategori ini memiliki kesamaan, yaitu bahwa mereka memiliki gaji yang besarannya cukup membebani kas klub, sehingga untuk pemain yang dipinjamkan pun akan tetap akan dibahas, karena korelasinya terhadap keuangan klub.

Milan Jovanovic, Phillip Degen, Emiliano Insua

Ketiganya adalah pemain dari era Rafa Benitez, dimana saat itu klub masih dalam kepemilikan H&G, sehingga Rafa harus berburu pemain di bursa Free Transfer, dengan segala keterbatasan pemain yang ada disana tentunya. Catatan terpisah untuk Insua, yg dibeli di usia muda, dan ia sempat memiliki musim yang menjanjikan. Tetapi Insua kurang memiliki naluri bertahan yang baik, yang mungkin menjadi pertimbangan Kenny untuk kemudian melepasnya, selain untuk memberi jalan bagi Robinson tentunya, dan juga mengingat sudah ada Enrique / Aurelio yang lebih mapan di posisi tersebut. Untuk Jovanovic dan Degen, walaupun ada kabar bahwa LFC masih membayar sebagian nilai kontrak mereka agar mereka berkenan pindah/diputus kontraknya, bila dilihat dari segi keuangan klub, maka diperkirakan klub mampu menghemat anggaran hampir sebesar 2,5 juta pound/musim dengan melepas Jova dan Degen.

Paul Konchesky, Christian Poulsen

Konchesky dan Poulsen adalah pengingat era Roy Hodgson di Liverpool, pemain semenjana yang direkrut dengan gaji besar, dan akhirnya membebani neraca keuangan klub. Bahkan LFC harus mengeluarkan uang untuk biaya transfer mereka. Tapi marilah kita kesampingkan hal-hal yang sudah berlalu, dan lebih mengingatnya dari sisi pengingat bagi kita untuk lebih mampu bersyukur, mengingat 1 tahun yang lalu, pemain yang dikontrak oleh Liverpool adalah Konchesky dan Poulsen.

Joe Cole

Salah satu bakat terbesar yang pernah dimiliki Inggris Raya di era milennium? Awal karirnya di West Ham sangatlah menjanjikan, kariernya berlanjut ke Chelsea, dan musim lalu pun akhirnya JC bergabung dengan Liverpool. Yang menjadi catatan banyak pihak adalah betapa besarnya gaji Cole dan mengapa itu tidak sebanding dengan kontribusinya terhadap Liverpool. Peminjamannya ke Lille bisa dikatakan sebagai win-win solution baik bagi LFC ataupun Joe Cole. LFC mampu menekan anggaran gaji dengan berbagi dengan Lille, dengan estimasi penghematan sebesar 2,5 juta pound, lalu bagi Cole sendiri, ia diharapkan mampu meningkatkan jam terbangnya dalam kompetisi resmi sembari mengembalikan kebugaran dan kepercayaan dirinya sepenuhnya.

David N’Gog

Dibeli dengan harga 1,5 juta pound, mencetak beberapa gol penting saat diturunkan, bahkan ada yang dicetak saat melawan MU. Dijual beberapa tahun kemudian seharga 4 juta pound. Not so bad. Good luck David!

Alberto Aquilani

Tampil menjanjikan di pre-season, tetapi dengan kicauan tak henti dari agennya, dan juga mengingat besarannya gajinya, kiranya sudah paling tepat bagi Liverpool untuk meminjamkan Berto dengan opsi permanen kembali ke kampung halamannya. Beban klub berkurang, ia mendapatkan jam bermain yang cukup. Sebelum ada rekan yang berkomentar “Rafa juga sih, ngapain pemaen cedera dibeli?” ; perlu menjadi catatan bahwa saat Rafa melakukan transaksi Aquilani, ada klausul dari Hicks n Gillett bahwa pembelian pemain harus dari klub yang memiliki hutang terhadap LFC, dimana saat itu Roma masih memiliki hutang atas pembelian Riise.

Raul Meireles

Satu dari sedikit hal yang Roy Hodgson lakukan dengan baik di masanya di Liverpool adalah mengontrak Raul Meireles. Dibeli dari Porto, ia tampil trengginas dan pergerakannya maupun gol-golnya membuat para pendukung menaruhnya dalam tempat istimewa di deretan pemain LFC (belum lagi bila kita bahas tattonya :D). Kepergiannya ke Chelsea meninggalkan beberapa rekan kecewa dan mempertanyakan kebijakan klub. Apalagi mengingat adanya berita bahwa Raul pindah karena ada perselisihan masalah gaji dengan pihak klub, dimana ia dijanjikan kenaikan gaji di musim keduana, bila penampilannya dimusim pertama dinilai memuaskan. Bila melihat pada artikel kami sebelumnya, yang membahas tentang stok pemain tengah di Liverpool, maka keputusan klub untuk melepas Meireles tidak bisa dikategorikan sebagai suatu kesalahan. Beberapa hal penting yang menjadi catatan adalah : 1. Usia Meireles sudah hampir mendekati 30, dimana setelah melewati usia 30, akan sulit menjual seorang pemain tengah dengan harga yang memuaskan 2. Stok pemain tengah kita yang masih sangat banyak 3. Klub memberi statemen secara tidak langsung, bahwa “Kami yang menentukan gaji pemain, bukan pasar”. Klub tidak ingin seperti City misalnya, yang menggaji Yaya Toure sebesar 190 ribu pound/minggu, hanya karena pasar bicara seperti itu.

Kesimpulan :

Bila kita cermati, kebijakan klub di jendela transfer kali ini adalah membeli pemain yang dibutuhkan sejak dini, agar mereka mampu beradaptasi dengan waktu yang cukup, dan juga untuk menghindari perang tawaran yang sering terjadi di akhir jendela transfer. Selain itu, klub juga mempertimbangkan faktor usia pemain, sehingga regenerasi tim tetap terjaga.

Hampir semua pemain yang ditransfer keluar, antara terlalu tua, atau memiliki gaji yang terlalu besar, sehingga klub melakukan perampingan dari 2 aspek, yaitu aspek teknis sepakbola dan aspek akuntansi klub demi kelancaran kondisi keuangan klub.

Klub juga bertindak sangat bijak dengan pembatasan diri dan timing pembeliannya, dimana mereka sebisa mungkin menghindarkan diri dari panic buying dan bidding wars , sehingga terlihat bahwa semua keputusan sudah melalui pertimbangan yang matang.

Akhir kata, aktivitas Liverpool selama jendela transfer ini bisa dikatakan sangat memuaskan, dalam waktu kurang dari 1 tahun sejak proses akuisisi FSG, klub telah mentransformasi kondisi klub yang sempat limbung di era H&G menuju era baru yang cerah, dimana inilah saat yang tepat bagi Liverpool FC untuk kembali disegani di Inggris Raya, Eropa, bahkan Dunia.

Dan ingat, kesabaran dalam proses adalah hal yang sangat penting, seperti kutipan berikut ini :

“A man who is a master of patience is master of everything else.” – George Saville

YNWA

Tulisan ini dimuat juga di http://brainchatters.wordpress.com/2011/09/05/transfer-review-2011-2012/ pada tanggal 05/09/2011

Follow my twitter @jekijack

 

 

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
Transformasi di Liverpool FC
Next Post
Transfer Pemain, Bisnis dan Kebutuhan Tim







2 Comments

Sep 05, 2011

jangan lupa di luar alasan financial, alasan Raul Meireles pergi juga adalah reuni dengan mantan pelatihnya selama lebih dari 2 tahun di Porto, Andre Villas Boaz.. seperti Bellamy yg pindah karena faktor Clarke dan Keen (pelatih di West Ham) pasti akan menyenangkan juga bekerja dengan pelatih yang telah mengenalnya luar dalam. saya rasa ini bisa jadi faktor lebih penting daripada alasan financial.


    Sep 06, 2011

    Betul sekali, itu faktor yang terlupakan saat penulisan artikel.
    Terimakasih atas tambahannya.
    Dan faktor ini jua yang kiranya lebih dominan dalam mendorong Meireles untuk mengajukan transfer request.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Transformasi di Liverpool FC
Tulisan ini disumbangkan oleh Yardin Octora ( @_octora). Tulisan2 lainnya dari Tora bisa dilihat di http://thekop.liverpoolfc.tv/yardinoctora   Kehadiran...