Berita & Rumor / September 5, 2011

Transformasi di Liverpool FC

Tulisan ini disumbangkan oleh Yardin Octora ( @_octora). Tulisan2 lainnya dari Tora bisa dilihat di http://thekop.liverpoolfc.tv/yardinoctora

 

Kehadiran John W. Henry dengan Fenway Sports Group (FSG) serta  kembalinya King Kenny mungkin akan menjadi cikal bakal dari sejarah baru LFC di era ini. Setelah mengambil alih klub di bulan Oktober dari Tom Hicks dan George Gillet, arah klub menjadi semakin jelas, paling tidak dari segi kebebasan finansial. Fokus manajemen pun diarahkan kepada tujuan jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan klub, diantaranya dengan menata ulang susunan pemain dan regenerasi pemain muda lewat akademi.

Jendela transfer di bulan Januari menjadi titik tolak klub menyusun rencana masa depan LFC. Hasil penjualan Fernando Torres dan Ryan Babel sebesar lebih dari 50 juta poundsterling digelontorkan kembali untuk mendatangkan Luis Suarez dan Andy Carroll. Tidak berhenti disitu saja, FSG kembali menjawab kebutuhan King Kenny dan Comolli untuk memperkuat squad saat transfer musim panas lewat penyediaan dana yang signifikan. Hal ini perlu diapresiasi, mengingat John Henry dan FSG tidak mempunyai banyak pengalaman dalam industri sepakbola, namun tetap berani mengambil langkah untuk berinvestasi.

Hal yang cukup mencolok pada saat FSG dan King Kenny mengambil alih kepemimpinan adalah adanya  skuad besar dengan jumlah pemain yang sangat banyak, namun memiliki kualitas yang rendah. Peningkatan kualitas skuad menjadi prioritas bagi manajemen baru, dan oleh karenanya tujuh pemain didatangkan pada jendela transfer musim panas ini, terutama untuk menambal posisi-posisi yang dirasa cukup rentan. Di lain sisi tidak kurang dari 17 pemain dilepas ke berbagai klub dan hal ini berdampak penting bagi kesehatan finansial klub.

Ketika jendela transfer musim panas dibuka, Comolli dan King Kenny langsung mengincar beberapa nama, diantaranya pemain muda Inggris, Jordan Henderson dan Phil Jones. LFC sukses mendapatkan tanda tangan Jordan Henderson, namun bek masa depan Inggris, Phil Jones lebih memilih berlabuh di Old Trafford. Dipatok dengan harga 16 juta poundsterling, banyak yang berpendapat bahwa membeli Jordan Henderson adalah langkah yang salah. Terlebih lagi performa Hendo di Euro U-21 tidak terlalu meyakinkan. Namun pertandingan melawan Bolton minggu lalu menjadi jawaban dari berbagai keraguan, dimana Hendo mencetak gol pertamanya untuk LFC. Masih kurang sebagai pembuktian, kemarin malam ia memimpin pasukan U-21 Inggris sebagai kapten, dan membungkam Azerbaijan 6-0 dengan menyumbangkan sebuah gol.

Salah satu nama yang cukup ditunggu-tunggu pada bursa transfer ini adalah Charlie Adam. Charlie yang seharusnya datang pada saat jendela transfer di bulan Januari ini merupakan target utama Dalglish. Penonton setia BPL tentunya ingat bagaimana musim lalu Charlie sangat bersinar di Blackpool, khususnya dengan set pieces-nya. Dibanderol dengan harga tidak lebih dari tujuh juta poundsterling, pembelian Charlie mungkin salah satu pembelian terbaik bagi LFC, mengingat kualitas pemain yang sangat baik. Sebagian pihak pun yakin LFC telah menemukan pengganti Xabi Alonso di lapangan tengah. Satu gol dan dua assist di tiga pertandingan pertama BPL cukup menjadi bukti pentingnya Charlie Adam bagi tim saat ini.

Stewart Downing menjadi akuisisi selanjutnya. Banyak yang berpendapat bahwa Downing seringkali tidak konsisten, dan berada satu kelas di bawah Ashley Young. Terlebih lagi dengan harga 20 juta poundsterling, pembelian LFC ini kembali dianggap kurang cermat. Fans mungkin masih harus bersabar untuk menunggu gol dari Downing, namun hingga saat ini performanya tidak pernah mengecewakan, dan terlihat cukup nyaman di sisi kiri dalam membangun serangan dengan Suarez maupun Enrique.

Pada saat yang hampir bersamaan, LFC juga berhasil mendapatkan kiper AS Roma, Alexander Doni. Datangnya Doni sebagai pelapis Pepe Reina dirasa cukup perlu, dan diharap mampu menciptakan sedikit kompetisi untuk posisi kiper utama.

Salah satu posisi yang dianggap paling vital untuk diisi adalah bek kiri, dan selama beberapa tahun terakhir ini LFC selalu gagal di dalam mengisi kekosongan tersebut dengan pemain yang cocok. Fabio Aurelio mungkin satu-satunya pemain yang paling cocok mengisi posisi tersebut pasca kepergian John Arne Riise, tapi sayangnya Fabio sangat rentan cedera. Akhirnya didatangkanlah salah satu bek kiri terbaik di BPL yang cukup underrated, Jose Enrique. Ia pun berhasil mengisi kekosongan sektor kiri, baik dalam hal bertahan maupun menyerang.

Masih di sektor pertahanan, LFC melihat kemungkinan untuk membeli seorang CB, berhubung Agger seringkali cedera dan Carra yang sudah tidak muda lagi. Beberapa nama untuk memperkuat sektor ini pun muncul, dan setelah gagal merekrut Phil Jones, beberapa nama yang cukup populer adalah Gary Cahill, Scott Dann dan Ryan Shawcross. Namun pilihan King Kenny jatuh kepada bintang muda Uruguay, Sebastian Coates yang sekaligus merupakan rekan satu tim Suarez ketika merajai Copa America 2011.Dengan tinggi 196cm dan masih berumur 20 tahun, Coates dianggap mampu menjadi salah satu icon pemain bertahan LFC di masa depan. Walaupun terpilih menjadi Young Player of the Tournament pada saat Copa America 2011, tentunya saat ini Luganito (julukan Coates) masih harus membuktikan talentanya di liga Inggris, dan semoga saja ia mampu beradaptasi dengan cepat layaknya Suarez.

Di hari terakhir jendela transfer, kembalinya Craig Bellamy ke LFC menutup aktivitas transfer yang dilakukan klub selama musim panas. Hal ini mengundang pertanyaan, karena umur Bellamy yang sudah tidak muda lagi. Tapi untuk hitungan free transfer, hal ini mungkin merupakan deal yang tepat, apalagi Bellamy yang cepat dan agresif mampu memberikan King Kenny lebih banyak opsi dalam serangan. Jika ada yang masih kurang yakin dengan performa Bellamy akhir-akhir ini, silahkan cek video-videonya ketika Bellamy bermain untuk Cardiff di musim lalu, saya jamin puas.

Banyak pro-kontra di dalam hal transfer pemain, terutama karena tidak adanya nama yang dianggap sebagai marquee signing. Banyak yang berharap dengan nama-nama seperti Wesley Sneijder, Eden Hazard, Samir Nasri, dan Neymar. Tapi bukankah kita sudah punya Luis Suarez yang merupakan marquee signing di bulan Januari?

Selain pemain yang datang, banyak juga pemain yang pergi dari LFC, dan nada frustrasi terdengar cukup keras khususnya untuk dua nama: Alberto Aquilani dan Raul Meireles. Di mata fans, kedua nama ini sangat populer, terlebih jika dilihat dari performa mereka selama ini, keduanya memiliki skill individu yang sangat menjanjikan. Aquilani membuktikannya selama berada di Juventus, sedangkan Meireles membantu LFC dengan gol-gol nya musim lalu.

Namun ada satu hal yang perlu kita ingat dalam hal kedatangan dan kepergian pemain. Bahwa apapun keputusan klub, semua hal ini dilakukan untuk mengangkat performa tim ke level yang lebih tinggi, sekalipun melalui pemain-pemain yang masih asing namanya di telinga kita. Tidak ada yang perlu kita tangisi dari kepergian beberapa pemain, dan sudah selayaknya fans LFC gembira karena pada jendela transfer musim panas ini kita sangat aktif dalam investasi pemain. Hal ini tidak hanya memberikan sinyal pada kompetitor akan semangat dan ambisi kita, namun juga merupakan salah satu indikasi bahwa klub berjalan menuju arah yang benar.

Saat ini transformasi klub dapat dirasakan dari dukungan penuh John Henry dan FSG secara finansial. Kejelian manajemen klub di dalam menerapkan strategi pembelian pemain yang dikomandoi Damien Comolli juga patut diapresiasi. Dan tentunya kembalinya King Kenny ke kursi manajer, dengan sederetan staffnya diharapkan mampu untuk membentuk skuad yang lebih kuat, muda dan berkualitas. Bila semuanya berjalan dengan lancar, bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan kejutan yang manis di akhir musim.



Bookmark and Share




Previous Post
Kembalinya ‘Pass & Move’ ala King Kenny
Next Post
Tinjauan Kinerja LFC di Jendela Transfer Musim Panas 2011/2012







1 Comment

Oct 20, 2011

Ayo Liverpool Berjayalah!!!!!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Kembalinya ‘Pass & Move’ ala King Kenny
Tulisan ini disumbangkan oleh Yardin Octora ( @_octora). Tulisan2 lainnya dari Tora bisa dilihat di http://thekop.liverpoolfc.tv/yardinoctora   Masih...