Berita & Rumor / September 3, 2013

[Ulasan] Pergerakan transfer LFC di jendela musim panas 2013-2014

Di transfer window musim panas yang lalu saya membuat artikel yang mengkritik kebijakan transfer FSG. Kenapa FSG? karena sesuai salah satu poin kritik saya waktu itu, saat itu tidak (atau belum) adanya komite transfer yang bertanggung jawab untuk menghadapi masa krusial dan membuat klub terlihat tidak profesional dan tidak siap dalam pergerakan di bursa transfer dan membuat skuad LFC menjadi lemah karena beberapa pemain dilepas tanpa ada gantinya. Kesalahan itu diakui John Henry dan pada bursa transfer berikutnya di bulan Januari, setelah terbentuknya komite transfer, Coutinho dan Sturridge masuk untuk mengatasi masalah lemahnya daya serang LFC, sebuah proses pembelajaran yang penting bagi klub ke depannya. Klub dengan aspirasi 4 besar seperti LFC tidak boleh mempertaruhkan masa dari bulan Agustus hingga Januari dengan skuad yang tipis berharap tidak ada yang cedera. Musim lalu terbukti kita memulai dengan terseok-seok, kita membutuhkan 8 pertandingan untuk mendapatkan 9 point, musim ini kita harus memulai dengan lebih baik atau beresiko kembali terserok di papan tengah.

Memperkuat skuad memang bukanlah hal yang mudah. Terutama jika anda tidak memiliki kekuatan finansial seorang milyarder Rusia atau Sheik dari timur tengah untuk membeli pemain. Bahkan ketika harga sudah cocok pun klub masih harus menghadapi kenyataan bahwa seorang pemain menginginkan untuk bermain di Liga Champion, sesuatu yang belum bisa ditawarkan oleh LFC. Jaringan scout yang luas dan keputusan kreatif (bukan semata-mata keputusan bisnis) dibutuhkan. Musim ini LFC gagal menarik nama-nama seperti Mkitharyan, Costa dan Willian, entah dengan alasan batasan finansial atau preferensi pemain itu sendiri, sehingga harus puas dengan potensi yang dimiliki Luis Alberto, Iago Aspas dan Victor Moses yang dipinjam dari Chelsea untuk menambah daya serangnya yang harus kehilangan Suarez sampai akhir September. Apakah LFC butuh seorang pemain kreatif baru? Minimnya peluang yang terlihat di 3 game awal menunjukkan hal ini dan apakah peminjaman Victor Moses dapat merubah hal itu masih harus dibuktikan. Yang pasti menurut saya setelah melihat mudahnya Raheem Sterling dibully dan kehilangan bola melawan United kemarin, Moses menawarkan peningkatan dalam hal kekuatan untuk retensi bola dan pergerakan menyerang yang mudah-mudahan melepaskan sedikit tekanan pada Coutinho yang selalu ditutup bek lawan.

Musim lalu, hal yang paling mengkhawatirkan adalah seringnya kebobolan di saat sedang mendominasi permainan. Konsentrasi lini belakang termasuk penjaga gawang sangatlah penting di saat pemain depan sedang berusaha menjebol gawang lawan. 3 game awal musim ini menunjukkan peningkatan dalam hal ini, dan ini tidak lepas dari peran dua rekrutan baru, Kolo Toure dan Simon Mignolet. Nama pertama berhasil mengisi peran yang ditinggalkan Jamie Carragher dalam membawa pengalaman dan otoritas di lini belakang sedangkan Simon Mignolet menjawab kepercayaan Rodgers yang berani meminjamkan Pepe Reina ke Napoli demi menjadikan pemain Belgia ini sebagai pilihan pertama di antara tiang gawang. Statistik shot-stoppingnya musim lalu memang bagus dan performanya sejauh ini menunjukkan bahwa tidak heran dirinya menjadi player of the season di Sunderland musim yang lalu.

Walau Skrtel kemarin bermain luar biasa meredam Van Persie di Anfield, namun ada kesan Brendan Rodgers kurang mempercayai kombinasi dirinya dengan Agger di belakang. Keputusan sang pelatih untuk mencadangkan dia dan memainkan Carra musim lalu dengan alasan membutuhkan orang yang mampu mengorganisasi pertahanan menunjukkan hal ini. Sempat terdengar gosip Skrtel akan dipinjamkan ke Napoli, namun dengan belum fitnya Martin Kelly, Coates harus cedera panjang dan juga cedera ringan yang dialami Toure maka hal ini tampaknya urung dilakukan sampai transfer window tertutup, malahan LFC mendatangkan dua pemain bertahan baru dalam diri Mamadou Sakho dan Tiago Ilori, nama pertama merupakan produk akademi PSG yang sempat dikabarkan diincar klub klub seperti Milan dan Arsenal. Fakta bahwa Liverpool bisa meyakinkan dirinya untuk pindah dari PSG disaat dirinya mengaku kesempatannya terbatas di Paris karena datangnya Alex ke klub tersebut menunjukkan bahwa dia dijanjikan tempat di tim inti. Menarik mengingat Sakho adalah pemain left-footed seperti Agger. Bagaimana Rodgers akan mengakomodasi keduanya di dalam tim? Apakah LFC akan bermain dengan 3 pemain belakang? Mungkin hanya Rodgers dan tukang bajaj yang tahu. Yang pasti sementara ini kita tidak perlu takut jika Agger mengalami cedera (ketok kayu) atau Toure harus diistirahatkan karena kita memiliki kedalaman skuad yang cukup di belakang. Untuk posisi fullback pun kemarin Wisdom menunjukkan kedewasaan dalam bermain menggantikan Glen Johnson yang cedera di waktu yang krusial melawan United. Paling tidak sampai Martin Kelly kembali fit, Wisdom akan mendapatkan kesempatan membuktikan dirinya layak berada di dalam tim. Di sisi kiri, akhirnya Enrique mempunyai seseorang yang akan menantang dirinya memperebutkan posisi fullback namun sayang sekali pemain pinjaman Aly Chissokho harus cedera di penampilan perdananya, untungnya Sakho juga terbiasa bermain sebagai bek kiri sehingga kita juga punya pelapis di sana jika diperlukan, peminjaman Chissokho ini bersama Moses menurut saya adalah termasuk keputusan yang kreatif di transfer window ini. Hampir bebas resiko, mengisi lubang di tim dan juga menyisakan dana untuk membeli pemain lain yang dibutuhkan.

Terlepas dari pengeluaran belanja  yang tidak terlalu banyak dikeluarkan, bila melihat secara keseluruhan, musim panas ini termasuk jendela transfer yang sukses bagi LFC, baik dari perubahan kualitas skuad maupun dari segi efisiensi gaji. Pemain-pemain yang minim kontribusi di lepas, gantinya pemain-pemain yang punya potensi kontribusi yang lebih tinggi dari pemain-pemain yang dilepas tersebut. Memang keberhasilan transfer window yang sesungguhnya baru bisa dinilai di akhir musim, tapi paling tidak kita bisa menghadapi ditutupnya jendela transfer dengan lebih tenang dari musim lalu tanpa mengharapkan bulan Januari untuk segera datang. Onwards and Upwards. (mn)

 

 



Bookmark and Share




Previous Post
SEPAKBOLA HASIL
Next Post
Liverpool Memaksa Fans untuk "Berharap"







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
SEPAKBOLA HASIL
Buyar sementara angan2 menikmati tiki taka diperagakan dengan cantik oleh Liverpool di musim ini. Tak sampai juga harapan...