Berita & Rumor / February 28, 2012

WE HAVE WON IN WEMBLEY (AGAIN)

Bagaimana rasanya kembali menang di Wembley? Banyak hal sentimentil dan penuh emosi yang bisa menggambarkan eforia ini. Di perebutan piala liga tahun 2012 ini, lagi-lagi The Reds membuat drama yaitu menentukan kemenangan dengan adu pinalti. Ini piala Carling. Ini piala penting untuk The Reds. Setidaknya untuk saat ini. Liverpool  FC butuh momentum yang sangat besar untuk kembali bergerak mengukir sejarah. Momentum ini telah dimulai di Wembley, stadion kebanggaan Inggris.

Liverpool sedang bangkit dan mengulang sejarah. Di medio 90-an, fans LFC pasti ingat betapa The Reds berada dibawah bayang-bayang tim lain. Pencapaian tertinggi di rentang masa itu adalah adalah runner-up liga 90-91 dibawah Arsenal, juara FA tahun 1992 dan juara piala Liga 1995. Ini adalah periode kelam dimana klub sebesar Liverpool hanya mendapat 2 piala domestik dalam rentang waktu 10 tahun. Memasuki medio tahun 2000, LFC mencoba bangkit dengan dengan dimotori oleh Gerrard. Tercatat 2 piala FA (2001 dan 2006), 2 Piala Liga (2001 dan 2003), 1 piala UEFA (2001), 1 piala Champions (2005),  dan 2 piala Super (2001 dan 2005). Namun mahkota Premiere League tidak juga mampir di Anfield. Setelah merebut piala FA di 2006, rentetan kejadian dalam internal Liverpool sangat mempengaruhi performa tim.Hengkangnya Rafa karena perseteruan dengan Hicks and Gillet, masuknya Hodgson yang tidak membawa dampak positif, pembelian oleh Fenway Sports Group dengan menendang Hicks & Gillete, dan dipecatnya Hodgson dengan mendatangkan King Kenny.

Terakhir kali LFC menang di Wembley adalah piala Liga 1995 yang selalu dikenang sebagai McManaman Show. 2 gol Macca membungkam Bolton dengan skor 2-1. Di piala FA 1996 LFC kembali berlaga di Wembley di ajang piala FA berhadapan dengan Man U*ited dan kalah 1-0. Itulah kenangan terakhir saat LFC berlaga di Wembley. Kejuaran domestik setelah itu dimana LFC menjadi juara selalu di laksanakan di Millenium Stadium, kandang Cardiff City. Itulah yang membuat kemenangan di Wembley ini mempunyai arti yang sangat penting. Setelah dihantam berbagai Suarez dan opini publik yang dibentuk oleh media yang terus memojokkan LFC. Kemenangan ini seperti oase yang menyegarkan dan sebuah titik tolak untuk tim meninggalkan semua omong kosong yang tidak ada sangkut pautnya dengan sepak bola dan hanya jadi penghias headline murahan. Titik dimana kita bisa melihat permulaan sebuah era baru dari LFC. Jangan harapkan sebuah hasil instan. Kita ada disaat terpuruk, kita juga akan ada di saat bangkit, dan pasti kita akan ada saat jaya. Saat ini LFC punya segalanya;  Pelatih dengan integritas tinggi yang menjiwai Liverpool Way, pemain-pemain berkelas, pemilik klub yang berdedikasi memajukan tim, sponsor jersey baru J, dan juga Liverpool memiliki anda. Ya, anda! Kita! The 12th player dari seantero bumi yang siap menyanyikan YOU’LL NEVER WALK ALONE kemanapun The Reds berjibaku untuk kehormatan lambang di dada.

Sebagai penutup, quote dari Bill Shankly ini akan mewakili King Kenny tentang LFC: “I was only in the game for the love of football – and I wanted to bring back happiness to the fans of Liverpool.”

 

By Lody (@lodybear)



Bookmark and Share




Previous Post
Suarez - Schadenfreude Media Massa
Next Post
Sejarah Liverpool FC.







0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



More Story
Suarez - Schadenfreude Media Massa
Beberapa bulan terakhir, rasanya susah jadi pendukung LFC. Tiap kali nama Suarez disebut, ada saja orang menimpali “rasis!”....